
Kondisi Jalan Terputus Akibat Banjir Bandang, Warga Mencari Jalur Alternatif
Memasuki hari ke-20 pasca banjir bandang yang melanda wilayah Ketambe, Jalan Nasional Simpur Jaya Kecamatan Ketambe Aceh Tenggara yang menghubungkan ke Gayo Lues masih terputus akibat ganasnya Sungai Alas Ketambe. Kondisi ini menyebabkan kesulitan besar bagi masyarakat setempat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Akibat dari putusnya jalan utama tersebut, warga Desa Kelabu harus mencari jalur alternatif yang sangat ekstrem untuk mendapatkan sembako dan kebutuhan pokok lainnya. Meskipun jalur tersebut berisiko dan membahayakan keselamatan, warga tetap memilih untuk mendaki lereng gunung sebagai alternatif transportasi.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Jalur Alternatif yang Berbahaya
Jalur darurat yang digunakan oleh warga sangat berisiko, terutama bagi lansia, perempuan, dan anak-anak. Medan yang sulit serta kondisi tanah yang masih labil akibat hujan terus-menerus membuat perjalanan menjadi lebih berat. Namun, dengan tekad yang kuat, masyarakat terus berjuang demi memenuhi kebutuhan dasar mereka.
Di tengah situasi ini, personel Polres Aceh Tenggara turun tangan untuk membantu warga. Mereka tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga aktif dalam memikul sembako melintasi lereng gunung yang terjal dan licin. Aksi ini dilakukan setiap hari, meski medan yang dihadapi sangat berat.
Bantuan dari Personel Polisi
Tanpa mengenal lelah, personel Polres Aceh Tenggara terus mendaki bersama warga setiap hari, menembus jalur sempit dan licin demi membantu distribusi logistik sederhana. Upaya ini menjadi bukti nyata bahwa Polri hadir di tengah masyarakat, bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra kemanusiaan.
“Meski jalur sangat berat, kami berusaha tetap hadir dan membantu warga yang saat ini kesulitan melintasi jalur alternatif karena akses jalan yang terjal akibat jalan Nasional putus menuju Gayo Lues. Ini adalah bentuk tanggung jawab kami agar masyarakat tidak merasa sendirian menghadapi dampak bencana banjir bandang,” ujar salah satu personel Polisi di Pos Ketambe, Selasa (16/12/2025).
Apresiasi dari Masyarakat
Menurutnya, masyarakat Desa Simpur Jaya dan sekitarnya mengaku sangat terbantu dan mengapresiasi kepedulian Polres Aceh Tenggara yang terus hadir mendampingi mereka di tengah kondisi sulit. Dengan bantuan dari pihak kepolisian, warga dapat lebih mudah mengakses kebutuhan pokok dan keperluan penting lainnya.
Kesimpulan
Kondisi jalan yang terputus akibat banjir bandang telah memberikan tantangan besar bagi masyarakat di wilayah Ketambe. Namun, dengan kegigihan dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Polres Aceh Tenggara, warga tetap berupaya untuk bertahan dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Aksi kemanusiaan ini menunjukkan betapa pentingnya kerja sama dan solidaritas dalam menghadapi bencana alam.