Jalan Penghubung Sumosari-Batealit Jepara Bakal Dibangun Rp 20 Miliar

admin.aiotrade 12 Nov 2025 2 menit 15x dilihat
Jalan Penghubung Sumosari-Batealit Jepara Bakal Dibangun Rp 20 Miliar
Jalan Penghubung Sumosari-Batealit Jepara Bakal Dibangun Rp 20 Miliar

Proyek Jalan Penghubung Desa Sumosari dan Batealit Dalam Tahap Persiapan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara memiliki rencana besar dalam membangun jalan penghubung antara Desa Sumosari dan Desa Batealit yang berada di Kecamatan Batealit. Rencana ini bertujuan untuk menghubungkan dua desa tersebut dengan jalur yang lebih efisien dan cepat.

Jalur yang sebelumnya terputus akibat tidak adanya jembatan penghubung, kini menjadi fokus utama pemerintah setempat. Sekretaris Daerah (Sekda) Jepara, Ary Bachtiar, menjelaskan bahwa jalan tersebut sudah ada, namun belum bisa digunakan secara penuh karena masih terputus pada bagian tertentu.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Ada jalan terputus yang menghubungkan antara Desa Sumosari dengan Desa Batealit. Panjangnya sekitar 100 meter. Jalan itu sudah ada, tapi belum terhubung dengan jembatan,” ujarnya.

Bupati Jepara telah mengambil inisiatif untuk mencari dukungan anggaran agar proyek ini dapat segera terealisasi. Usulan pembangunan jalan penghubung tersebut telah diajukan dan saat ini sudah memiliki Detail Engineering Design (DED) sebagai syarat teknis pembangunan.

“Bapak Bupati memiliki inisiatif mencari bantuan, dan alhamdulillah saat ini sudah terkonfirmasi bahwa usulan kami diterima. Kemarin juga sudah dicek dan sudah ada DED-nya. Mudah-mudahan bisa terealisasi,” jelas Ary Bachtiar.

Proyek ini diperkirakan akan menelan biaya yang cukup besar, yaitu berkisar antara Rp10 hingga Rp20 miliar. Hal ini dikarenakan lokasinya membutuhkan pembangunan jembatan serta akses jalan yang memadai.

“Karena anggarannya cukup besar, sekiranya di atas Rp10 sampai Rp20 miliar,” ungkapnya.

Jalan penghubung ini dinilai sangat penting karena akan memperpendek jarak tempuh antara dua desa tersebut. Sebelumnya, warga harus melewati jalur yang lebih panjang dan memutar untuk saling terhubung.

“Kalau sudah tersambung, nanti aksesnya lebih dekat. Selama ini kalau lewat jalur melingkar jaraknya cukup jauh,” ujarnya.

Saat ini, proses pengukuran lahan telah dilakukan sebagai bagian dari tahap persiapan. Meski awalnya ditargetkan masuk dalam proyek multiyears 2025, realisasinya kemungkinan akan bergeser ke tahun 2026.

“Tanah sudah diukur, harapannya sebenarnya bisa multiyears tahun ini. Tapi karena berbagai hal, mundur ke tahun 2026. Namun tetap kami upayakan agar benar-benar terealisasi,” tutup Ary Bachtiar.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan