Jalan Pertanian Rusak, Petani Kintamani Bali Minta Perbaikan Jalan

admin.aiotrade 08 Nov 2025 3 menit 11x dilihat
Jalan Pertanian Rusak, Petani Kintamani Bali Minta Perbaikan Jalan
Jalan Pertanian Rusak, Petani Kintamani Bali Minta Perbaikan Jalan

Masalah Jalan Rusak di Bangli, Petani Memohon Perbaikan

Jalan rusak menjadi permasalahan yang sering muncul di berbagai kabupaten dan kota di Bali. Kali ini, isu aksesibilitas yang terganggu akibat kerusakan jalan disampaikan oleh prajuru Subak Abian Tri Guna Karya, Desa Catur Kintamani, Kecamatan Kintamani, Bangli. Mereka menyampaikan aspirasi tersebut langsung kepada Ketua DPRD Bangli, I Ketut Suastika, di Sekretariat DPRD Bangli pada Kamis 6 November 2025.

Pertemuan ini dihadiri oleh beberapa pihak terkait, termasuk Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (DPKP) Bangli, I Wayan Sarma, karena berkaitan dengan akses pertanian, serta Kabid Bina Marga Dinas PUPR Perkim Bangli karena terkait infrastruktur jalan. Dalam pertemuan tersebut, para tokoh petani memohon agar instansi terkait segera melakukan perbaikan infrastruktur jalan usaha tani dan jalan produksi tani.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kelian Subak Abian Tri Guna Karya, Ketut Pulih, mengonfirmasi bahwa mereka datang untuk memohon bantuan perbaikan jalan usaha tani dan jalan produksi. Menurutnya, kondisi jalan saat ini sudah sangat rusak parah. Jalan produksi memiliki panjang hampir 1 kilometer dengan lebar 5 meter. Jalan ini dibangun oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) melalui Program Agropolitan pada tahun 2002 silam menggunakan material aspal. Namun, karena sudah termakan usia, kini kondisinya sangat memprihatinkan.

Sebelum memohon bantuan ke pemerintah, pihaknya telah melakukan perbaikan secara swadaya. Namun, mereka tetap berharap Pemkab Bangli dapat mengabulkan permohonan mereka agar jalan tersebut dapat diperbaiki secara lebih baik.

“Kini kondisi jalan beraspal tersebut telah rusak parah, bahkan tahun 2015 krama subak sempat lakukan perbaikan secara swadaya, dan jalan produksi ini kami mohonkan untuk segera dapat perbaikan dari pemerintah daerah,” ujarnya.

Sementara itu, jalan usaha tani memiliki panjang sekitar 800 meter. Pada tahun 2023, Dinas PKP dan PUPR Perkim Bangli sempat turun melakukan survei. Namun, setelah setahun tidak ada tindak lanjut, hal ini membuat para petani merasa frustrasi.

Disinggung hasil pertemuan, Ketut Pulih mengungkap bahwa sebelum dilakukan perbaikan, pihaknya harus memastikan status jalan tersebut. “Kami sendiri belum tahu jelas terkait status jalan produksi tersebut,” ungkapnya.

Dari keterangan Dinas PUPR Perkim dan Dinas PKP, dikatakan bahwa jalan usaha tani harus memiliki lebar dua meter dan jalan produksi lebarnya minimal lima meter. Karena terbentur ketidakjelasan aset dari jalan produksi tersebut, salah satu cara yang bisa dilakukan untuk perbaikan adalah menjadikan jalan produksi tersebut sebagai jalan usaha tani. Hal itu akan mengubah material jalan.

"Jika sebagai jalan usaha tani konstruksi jalan dengan beton atau tidak aspal,” sebutnya.

Pihaknya sendiri berharap jalan produksi tersebut tetap diaspal walau bagaimana pun caranya. “Perbaikan jalan produksi sudah sangat mendesak, keberadaan jalan produksi sangat dibutuhkan petani,” tegasnya.

Menurut Ketut Pulih, dampak dari rusaknya jalan produksi sangat dirasakan oleh petani. Harga jual komoditi anjlok dan biaya produksi juga sangat tinggi. “Semisal ketika panen jeruk, harga jeruk anjlok karena biaya angkut cukup tinggi, begitu pula pupuk, harga pupuk hingga di petani lebih mahal dibandingkan di tempat lain,” ungkapnya.

Ketua DPRD Bangli, I Ketut Suastika, menyatakan bahwa sebelumnya prajuru Subak Abian Tri Guna Karya sempat melakukan audensi. Sebagai bentuk tindak lanjut, dilakukan pertemuan dengan menghadirkan dari Dinas PKP dan PUPR Perkim Bangli. “Pertemuan kali ini untuk membahas masalah teknis,” kata Suastika.

Dikatakan bahwa di subak tersebut ada 2 jalan, yakni jalan produksi dan usaha tani. Kondisi jalan produksi rusak parah dan jalan usaha tani perlu sentuhan perbaikan lagi. “Untuk status jalan produksi tidak jelas, sebagai bentuk tindak lanjut jika jalan produksi tersebut tidak masuk jalan kabupaten maka tidak bisa diaspal, sedangkan untuk jalan usaha tani akan kita usulkan perbaikan di tahun 2027,” ujarnya.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan