Masalah Jalan Rusak di Sukalaksana, Tasikmalaya yang Tak Kunjung Selesai
Jalan di wilayah Kelurahan Sukalaksana, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya sudah hampir dua dekade dibiarkan rusak tanpa perbaikan berarti. Warga dari kampung-kampung seperti Cibatu, Cibengkok, Cinangsih, dan Cipetey mengaku lelah dengan kondisi jalan yang semakin hari semakin membahayakan.
Kerusakan jalan ini dimulai sejak tahun 2006 lalu, namun sampai saat ini belum ada solusi yang signifikan. Berbagai upaya warga menyampaikan aspirasi melalui jalur resmi, termasuk demonstrasi ke Balai Kota dan DPRD, tidak berhasil memberikan hasil yang konkret. Bahkan, menurut salah satu warga Kampung Cibatu, Nuning Deity Hidayati, perbaikan terakhir yang dilakukan hanya bertahan selama dua bulan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Kami sudah berkali-kali mengadu, tapi belum ada hasil. Anak-anak pun tidak bisa bermain dengan aman, dan jalan rusak ini sering menyebabkan kecelakaan,” ujarnya kepada wartawan. Ia juga menyebut bahwa kondisi ini menghambat aktivitas warga dan menghalangi potensi kampung menjadi destinasi wisata.
Karena tak kunjung mendapat perhatian dari pemerintah daerah, warga memilih untuk mengadu kepada Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Moh Faruk Rozi, yang dinilai aktif di lapangan dan memiliki banyak program sosial.

Pertemuan tersebut berlangsung di halaman Masjid Kampung Cibatu pada Senin sore, 20 Oktober 2025, dihadiri oleh perwakilan warga dari keempat kampung terdampak. “Kami berharap melalui Pak Kapolres, suara kami bisa sampai langsung ke Wali Kota,” ujar mereka dengan harapan.
Menanggapi aduan tersebut, Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Moh Faruk Rozi menyatakan akan menindaklanjuti keluhan warga, khususnya terkait aktivitas tambang dan truk bermuatan berat yang diduga mempercepat kerusakan jalan.
“Kalau ada aktivitas penambangan ilegal, kami akan tindak secara hukum. Tapi soal perbaikan jalan, itu memang kewenangan pemerintah daerah,” katanya.
Sebagai bentuk komitmen, Kapolres berjanji akan memfasilitasi pertemuan antara warga dan Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadani, serta Ketua DPRD. Pertemuan direncanakan berlangsung pada kegiatan donor darah di Mapolres, Selasa 21 Oktober 2025, dengan mengundang perwakilan RT, RW, dan Karang Taruna.
Sementara itu, anggota DPRD Kota Tasikmalaya dari Fraksi PDIP, Kepler Sianturi, membenarkan bahwa masalah jalan rusak di Sukalaksana telah menjadi perhatian legislatif sejak lama.
“Kami sudah mengusulkan ini sejak Maret lalu, tapi belum ada realisasi dari pemerintah kota,” kata Kepler. Ia juga menyoroti lemahnya penegakan aturan terkait truk yang melebihi tonase dan melanggar jam operasional. Dirinya berharap, dengan dukungan pihak kepolisian dan dorongan masyarakat, penegakan hukum serta perbaikan infrastruktur dapat segera terealisasi.