Jalan Tiba-Tiba Macet Tanpa Sebab, Ini Penyebab dan Solusinya

Jalan Tiba-Tiba Macet Tanpa Sebab, Ini Penyebab dan Solusinya

Jagat maya sedang heboh membicarakan topik ini. Banyak netizen yang penasaran kebenaran di balik Jalan Tiba-Tiba Macet Tanpa Sebab, Ini Penyebab dan Solusinya. Berikut fakta yang berhasil kami rangkum.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Fenomena Kemacetan Hantu dan Solusi Teknologi Modern

Pernah terjebak dalam kemacetan tanpa tahu penyebabnya? Fenomena ini dikenal sebagai phantom traffic, atau kemacetan hantu. Ini terjadi ketika gelombang perlambatan terbentuk di jalan raya, meskipun tidak ada kecelakaan atau hambatan fisik yang jelas. Untuk mengurangi masalah ini, mobil modern kini dilengkapi dengan berbagai fitur canggih seperti Vehicle to Vehicle (V2V), Vehicle to Everything (V2X), dan Adaptive Cruise Control (ACC).

Yannes Martinus Pasaribu, pengamat otomotif sekaligus akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB), menjelaskan bahwa fitur-fitur tersebut bisa menjadi solusi untuk mencegah phantom traffic. Menurutnya, V2V memungkinkan mobil saling bertukar data real-time tentang kecepatan dan posisi. Sementara itu, V2X memungkinkan kendaraan terhubung dengan infrastruktur jalan dan kendaraan lain. ACC sendiri akan secara otomatis menyesuaikan kecepatan dan jarak kendaraan.

Peran Data Real-Time dalam Mengatasi Kemacetan Hantu

Data real-time antar mobil dalam fitur V2V dapat mencegah terbentuknya gelombang perlambatan yang menyebabkan kemacetan hantu. Data ini lalu terintegrasi dengan kecerdasan buatan (AI) untuk menurunkan phantom traffic. Dengan demikian, pengoptimalan alur kendaraan dalam eksperimen skala besar dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar, mengurangi emisi, dan meningkatkan keselamatan secara keseluruhan. Selain itu, hal ini juga bisa meminimalkan kesalahan manusia sebagai pemicu utama kemacetan.

Fitur V2X juga sangat penting karena mobil yang saling terkoneksi dengan infrastruktur jalan dapat memprediksi kemacetan. Dengan bantuan AI, V2X akan menyesuaikan perilaku pengemudi secara proaktif, menganalisis pola lalu lintas, dan mengoptimalkan akselerasi serta deselerasi.

Fungsi ACC dalam Pengendalian Lalu Lintas

Sedangkan fitur ACC mampu merespons perubahan lalu lintas tanpa tindakan berlebihan dari pengemudi. Diikuti oleh sistem kendaraan otonom atau semi otonom yang dilengkapi AI guna menyesuaikan kecepatan serta menjaga jarak secara otomatis.

Yannes menambahkan bahwa ACC sebentar lagi dikembangkan menjadi Cooperative Adaptive Cruise Control (CACC). Fitur ini akan menambahkan kemampuan komunikasi antar-kendaraan untuk berkoordinasi secara kolektif. Dengan pertukaran data tentang kondisi lalu lintas di depan, CACC bisa mencegah gelombang perlambatan berantai.

Tantangan dalam Penerapan Teknologi

Meski fitur V2V, V2X, dan ACC menawarkan solusi potensial, saat ini masih belum optimal dalam meredam phantom traffic. Yannes menjelaskan bahwa ketiga fitur ini hanya efektif bagi kendaraan tersebut secara individual, tapi tidak berdampak untuk kendaraan di sekitarnya.

Masalahnya adalah kondisi lalu lintas yang campur aduk, di mana mayoritas kendaraan masih menggunakan sistem konvensional. ACC dapat memperburuk kemacetan jika digunakan pada kondisi ini. V2V dan V2X tentunya baru bisa bekerja jika mayoritas kendaraan di jalan sudah memakai teknologi ini.

ACC dan Potensi Memperburuk Kemacetan

Fitur ACC berpotensi memperburuk kemacetan karena respons sistem yang terlalu sensitif terhadap pengereman. Hal ini membuat siklus berulang stop-and-go yang timbul dari interaksi berantai kendaraan berujung pada kemacetan. Meskipun ACC mendeteksi dan merespons dengan pengereman yang lebih halus, tetapi lebih lama daripada reaksi manusia. Akibatnya, pengemudi akan melihat mobilnya terus stop-and-go secara otomatis mengikuti gelombang dari lalu lintas campuran.

Kondisi Lalu Lintas di Jakarta

Menurut Global Traffic Scorecard 2024 yang dipublikasikan oleh INRIX, Jakarta menempati posisi ke-7 sebagai kota paling macet di dunia. Rata-rata pengemudi menghabiskan waktu macet selama 89 jam, naik 37 persen dibandingkan tahun 2023 dengan rata-rata waktu 65 jam.

Di Indonesia sendiri, arus lalu lintas terbilang padat, apalagi terkadang banyak pejalan kaki atau pengendara motor yang tiba-tiba menyeberang jalan. Fitur ACC akan lebih sering ngerem mendadak untuk menghindari kecelakaan. Oleh karena itu, Yannes menyarankan dalam kondisi terburuk seperti ini, matikan sementara fitur ACC dan ambil alih kendali secara manual. Dengan begitu, pengemudi bisa membaca situasi dan bereaksi dengan cara yang lebih alami terhadap kelancaran arus lalu lintas secara keseluruhan.

Kesimpulan: Bagaimana menurut Anda kejadian ini? Jangan lupa bagikan artikel ini agar teman-teman Anda tidak ketinggalan berita heboh ini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar