
Sebagai bagian dari komitmen untuk memperkuat koneksi nasional dan mempercepat pertumbuhan ekonomi, PT Jasa Marga (Persero) Tbk terus berperan penting dalam pembangunan serta pengelolaan infrastruktur jalan tol di Indonesia.
Jalan tol yang telah beroperasi mencapai 1.294 km atau sekitar 42% dari total jalan tol nasional. Dengan adanya jaringan ini, Jasa Marga tidak hanya menyediakan akses yang lebih cepat antar wilayah, tetapi juga mendukung kelancaran arus logistik dan mobilitas masyarakat.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kehadiran jaringan jalan tol menjadi fondasi penting dalam mewujudkan efisiensi distribusi barang serta memperkuat ketahanan pangan nasional. Hal ini sejalan dengan kebijakan pembangunan ekonomi yang diterapkan pemerintah.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan Achmad Purwantono, mengatakan bahwa dalam mendukung program Asta Cita Presiden, perusahaan berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. "Kami menempatkan pelanggan sebagai pusat keputusan strategis, mulai dari perencanaan lalu lintas hingga inovasi layanan digital," ujar Rivan.
Jasa Marga terus menghadirkan layanan jalan tol yang mengutamakan keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran. Melalui integrasi teknologi, pelatihan SDM yang berfokus pada customer empathy, serta mekanisme pemantauan layanan operasional secara proaktif, perusahaan memastikan setiap interaksi dari gerbang tol hingga pusat layanan dilakukan dengan profesionalisme dan rasa tanggung jawab. Hasilnya bukan hanya perjalanan yang lebih lancar, tetapi juga kepercayaan publik yang terus tumbuh.
Dalam upaya menciptakan kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, Jasa Marga berupaya memberikan dukungan dengan menjamin pelaksanaan distribusi logistik yang aman dan lancar melalui peningkatan konektivitas infrastruktur. Konektivitas antarwilayah merupakan faktor penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Pada tahun 2025, Jasa Marga telah melayani lebih dari 111 juta angkutan logistik yang melintas di jalan tol Jasa Marga Group.
Dalam periode pemerintahan Prabowo-Gibran, Jasa Marga fokus pada lima proyek jalan tol, yaitu Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan, Jalan Tol Akses Patimban, Jalan Tol Yogyakarta-Bawen, Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulonprogo, dan Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi. Pada 6 Agustus 2025, Jasa Marga mengoperasikan Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulonprogo segmen Klaten-Prambanan sepanjang 7,85 km.
Selain itu, Jasa Marga juga menegaskan komitmen pelestarian lingkungan hidup dengan mewujudkan pengurangan emisi karbon melalui implementasi Environmental, Social and Governance (ESG) di setiap lini bisnis.
Beberapa program yang mengedepankan prinsip ESG di antaranya sertifikasi Green Toll Road Indonesia di empat jalan tol, percepatan penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai dengan menyediakan 157 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di 54 titik Rest Area, pengolahan sampah terpadu di Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) Travoy Rest KM 88B, penanaman pohon di sekitar koridor jalan tol, serta penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT) dengan pemanfaatan panel surya dalam operasional jalan tol.
Untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal, pemanfaatan jalan tol Jasa Marga tidak hanya ditujukan bagi pengguna jalan, tetapi juga para pelaku usaha lokal yang tumbuh di rest area Jasa Marga Group. Okupansi lebih dari 70% tenant diisi oleh Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) lokal.
Sejalan dengan program Asta Cita Presiden, Jasa Marga membentuk Satuan Tugas Peningkatan Kualitas Pelayanan Jalan Tol (Satgas PKPJT). Satgas ini dirancang sebagai kontribusi Perseroan terhadap penguatan konektivitas nasional dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul.
Satgas ini menargetkan peningkatan kinerja layanan yang terukur berprinsip pada keselamatan. Inisiatif ini diharapkan dapat mendorong penurunan biaya logistik, meningkatkan produktivitas daerah, serta meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan secara berkelanjutan.