
Rute Jalan Tol Pejagan-Cilacap Terungkap, Banyumas Jadi Wilayah Paling Terdampak
Peta jalur Jalan Tol Pejagan-Cilacap yang selama ini menjadi teka-teki akhirnya terkuak dengan lebih jelas. Mimpi warga di jalur selatan Jawa Tengah untuk memiliki akses jalan bebas hambatan kini semakin dekat, setelah pemerintah pusat membeberkan secara rinci rencana trase yang akan membelah empat kabupaten sekaligus.
Kabar ini disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PU, Rachman Arief Dienaputra, saat bertemu dengan Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono di Purwokerto, Kamis (23/10/2025). Dalam pertemuan tersebut, terungkap bahwa Kabupaten Banyumas akan menjadi wilayah yang paling signifikan terdampak oleh megaproyek ini.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Banyumas Lintasan Terpanjang
Dari total panjang tol 95,3 kilometer, Rachman memastikan hampir separuhnya akan berada di wilayah Kabupaten Banyumas. "Banyumas sekitar 40 sekian kilometer, (jadi) hampir 50 persennya ada di Banyumas," ucapnya.
Proyek raksasa ini akan dibagi ke dalam lima seksi pembangunan, yang membentang dari Brebes hingga Cilacap. Tiga dari lima seksi tersebut akan bersinggungan langsung dengan wilayah Banyumas, yaitu:
- Seksi 3: Bumiayu-Ajibarang
- Seksi 4: Ajibarang-Wangon
- Seksi 5: Wangon-Lebeng
Untuk menunjang konektivitas, akan ada tiga pintu keluar atau interchange di wilayah Banyumas dan sekitarnya, yaitu di Ajibarang, Wangon, dan Lebeng (Cilacap).
Kapan Dibangun?
Meski rute sudah mulai tergambar jelas, masyarakat tampaknya harus menanam kesabaran lebih dalam. Rachman menjelaskan, pembangunan fisik baru ditargetkan dimulai pada tahun 2029.
Saat ini, proyek masih dalam tahap pra-studi kelayakan yang diperkirakan baru rampung pada awal 2026. "Jadwal sementara, pelelangan dilakukan pada kuartal IV 2026," katanya.
Jika semua berjalan lancar, penandatanganan kontrak bisa dilakukan pada 2027, diikuti dengan proses pembebasan lahan sebelum konstruksi benar-benar dimulai.
Investasi Besar dan Manfaat Signifikan
Dengan total investasi mencapai Rp27 triliun di luar biaya pembebasan lahan, kehadiran tol ini diharapkan menjadi pengubah permainan. Waktu tempuh PurwokertoPejagan yang saat ini bisa mencapai tiga jam, diprediksi akan terpangkas drastis menjadi hanya 1 hingga 1,5 jam saja.
"Waktu tempuh dari Purwokerto ke Pejagan sekarang sekitar 3 jam. Mudah-mudahan dengan ada jalan tol ini bisa 1,5 jam atau 1 jam barangkali," ujar Rachman.
Kepastian bagi Masyarakat
Kini, dengan terkuaknya rute dan jadwal, penantian panjang warga setidaknya memiliki sebuah kepastian, meskipun harus menunggu beberapa tahun lagi untuk merasakan mulusnya aspal jalan tol yang akan mengubah peta konektivitas di wilayah selatan Jawa Tengah.