Jalan Trans Papua Tersambung, Nabire ke Manokwari Jadi 14 Jam

admin.aiotrade 07 Nov 2025 3 menit 19x dilihat
Jalan Trans Papua Tersambung, Nabire ke Manokwari Jadi 14 Jam


PT Waskita Karya (Persero) Tbk terus berkomitmen untuk meningkatkan akses masyarakat di wilayah timur Indonesia melalui pembangunan jaringan konektivitas. Salah satu proyek yang telah selesai adalah Jalan Kwatisore-Kampung Muri di Provinsi Papua Tengah, yang mulai beroperasi sejak 2024.

Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita menjelaskan bahwa proyek senilai Rp 138,2 miliar ini merupakan bagian dari Jalan Trans Papua. Tujuan utamanya adalah memperpendek waktu tempuh antara Nabire dan Manokwari. Sebelumnya, perjalanan memakan waktu hingga 36 jam, namun kini hanya membutuhkan 14 jam saja. Bahkan, jika dibandingkan dengan rute sebelumnya yang memakan waktu 22 jam, kini waktu perjalanan lebih singkat.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

"Jalan Kwatisore-Kampung Muri merupakan bentuk dukungan Perseroan terhadap Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2023 tentang Rencana Induk Percepatan Pembangunan Papua Tahun 2022-2041. Pengerjaan proyek ini juga menjadi wujud upaya Waskita Karya untuk mendorong pemerataan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua," ujarnya dalam siaran pers.

Ermy menekankan bahwa peningkatan konektivitas antardaerah sangat penting, karena tidak hanya mempermudah mobilisasi manusia, tetapi juga pengiriman barang dan jasa. Mulai dari alat kesehatan, pendidikan, hingga bahan pangan bisa lebih mudah didistribusikan ke daerah-daerah yang sebelumnya sulit dijangkau.

Dengan adanya jalan tersebut, penduduk Kwatisore kini dapat menempuh jalur darat menuju Nabire. Sebelumnya, mereka harus melewati jalur laut karena kondisi jalan darat yang belum memadai untuk dilewati kendaraan. Hal ini tentu memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat setempat.

"Dalam pengerjaannya, Waskita Karya selalu mengedepankan kualitas meski pengiriman material cukup menantang, karena proyek sepanjang 16,38 kilometer ini berada di tengah hutan. Perseroan pun menerapkan green construction untuk keberlanjutan ekosistem alam," kata Ermy.

Untuk memangkas waktu pembangunan, lanjut Ermy, Waskita Karya turut menghadirkan inovasi box precast pada struktur saluran penyebrangan (crossing). Metode tersebut pertama kali dipakai pada pengerjaan jalan di kawasan Papua Tengah. Penggunaan teknologi ini membantu mempercepat proses konstruksi tanpa mengorbankan kualitas.

"Kami merasa bangga dapat ikut membangun jalan yang berfungsi membuka keterisolasian daerah ini. Kini pengiriman barang dan jasa lebih mudah, sehingga berpotensi menggerakkan perekonomian lokal," tambah Ermy.

Ke depannya, kata dia, Perseroan berkomitmen terus mendorong pemerataan pembangunan di Tanah Air, khususnya di daerah Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal (3T). Sebagai BUMN konstruksi yang berpengalaman lebih dari 64 tahun, menurut Ermy, mendukung seluruh program pemerintah menjadi prioritas Waskita Karya.

Inovasi dalam Pembangunan Jalan Trans Papua

Berikut beberapa inovasi yang digunakan dalam proyek Jalan Kwatisore-Kampung Muri:

  • Box Precast: Teknologi ini digunakan untuk mempercepat pembangunan struktur saluran penyebrangan (crossing). Metode ini pertama kali diterapkan dalam proyek di kawasan Papua Tengah.
  • Green Construction: Pendekatan ini diterapkan untuk menjaga keberlanjutan ekosistem alam, terutama karena proyek berada di tengah hutan.
  • Pengiriman Material yang Efisien: Meskipun lokasi proyek cukup sulit, Waskita Karya tetap memastikan pengiriman material dilakukan secara efisien dan aman.

Dampak Ekonomi dan Sosial

Proyek ini memberikan dampak besar terhadap masyarakat setempat. Berikut beberapa manfaat yang dirasakan:

  • Peningkatan Akses: Masyarakat kini dapat menggunakan jalur darat untuk menuju kota-kota besar seperti Nabire dan Manokwari.
  • Peningkatan Distribusi Barang: Pengiriman barang dan jasa menjadi lebih cepat dan efisien, termasuk alat kesehatan, pendidikan, dan bahan pangan.
  • Peningkatan Ekonomi Lokal: Dengan akses yang lebih baik, peluang usaha dan investasi di daerah ini semakin terbuka.

Komitmen Waskita Karya

Waskita Karya terus berkomitmen untuk membangun infrastruktur yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya di daerah terpencil. Proyek Jalan Kwatisore-Kampung Muri adalah salah satu contoh nyata dari komitmen tersebut. Dengan pengalaman lebih dari 64 tahun, Perseroan tetap menjadikan dukungan terhadap program pemerintah sebagai prioritas utama.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan