
Jakarta —
Upaya pemulihan di wilayah yang terdampak banjir dan longsor di Aceh terus menunjukkan perkembangan signifikan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa distribusi bahan bakar minyak (BBM) telah berhasil mencapai kawasan yang sebelumnya terisolasi akibat putusnya akses darat.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, melaporkan bahwa PT Pertamina telah menyalurkan BBM melalui pesawat perintis ke Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah. Dua wilayah ini selama beberapa hari mengalami keterbatasan suplai energi karena jalur utama terputus.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Hari ini di Aceh, PT Pertamina telah menyalurkan BBM melalui pesawat perintis ke Bener Meriah dan Aceh Tengah, tahap awal sebanyak 1.000 liter biosolar dan 1.000 liter pertalite. Ini tentu saja akan sangat membantu mobilitas, baik itu tim gabungan di lapangan maupun masyarakat di Bener Meriah dan Aceh Tengah,” ujar Abdul dalam konferensi pers, Jumat (5/12).
Akses Jalan Masih Terbatas, BBM Didrop dari Udara
Pengiriman BBM melalui jalur udara dilakukan karena beberapa ruas jalan utama di Aceh masih terputus. Salah satu contohnya adalah ruas Bireuen–Takengon, yang mengalami putus total di Bener Meriah. Tim gabungan sedang mempercepat pemasangan Jembatan Bailey di Teupin Mane sebagai solusi sementara.
Selain itu, akses Aceh Utara–Bener Meriah baru bisa ditembus hingga kilometer 60 dan masih menyisakan sekitar 22 kilometer jalan yang harus dibersihkan dari material longsor. Kondisi ini menyebabkan suplai logistik dan energi sangat bergantung pada moda udara.
Abdul menegaskan bahwa tersedianya BBM di dua kabupaten tersebut akan mempercepat berbagai operasi tanggap darurat, termasuk mobilitas kendaraan tim SAR gabungan, alat berat yang membersihkan material banjir dan longsor, distribusi logistik menuju kantong-kantong pengungsian, serta aktivitas warga yang masih bergantung pada transportasi darat jarak pendek.
“Ini akan sangat membantu mobilitas tim gabungan di lapangan maupun masyarakat,” kata Abdil.
Pembersihan Sisa Banjir dan Longsor Sumatra Dipercepat, Mobilitas Mulai Normal
BNPB juga menyatakan bahwa pembersihan sisa banjir dan longsor di wilayah Sumatra mulai dipercepat. Meskipun kondisi cuaca sempat diguyur hujan dengan intensitas sedang selama dua jam pada siang hari, BNPB menyatakan bahwa kondisi tersebut tidak menghambat distribusi logistik secara keseluruhan.
Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang sudah berlangsung sejak 28 November akan tetap dilanjutkan untuk menjaga kondisi cuaca tetap kondusif bagi pembukaan akses darat, pemasangan jembatan darurat, operasi pencarian dan pertolongan, serta pembersihan material banjir dan longsor.
BNPB Intensifkan Distribusi Logistik ke Aceh
Selain pengiriman BBM, BNPB juga mencatat peningkatan sortie udara untuk bantuan logistik di berbagai titik Aceh. Dalam sehari, sejumlah helikopter BNPB, TNI, dan Basarnas menjangkau desa-desa terdampak seperti Bergang, Lut Jaya, Musara Alur, hingga Gunci di Aceh Utara.
Tim gabungan juga terus menargetkan wilayah yang sulit diakses, memastikan bantuan permakanan, obat-obatan, selimut, susu, hingga kebutuhan bayi dapat didistribusikan secara merata.
Dengan distribusi BBM yang sudah tiba di dua kabupaten kunci serta berjalannya pembukaan akses jalan dan pembangunan jembatan darurat, BNPB menegaskan bahwa kondisi lapangan bergerak ke arah yang lebih baik.