James Watson, Sang Pionir DNA dan Pemenang Nobel Meninggal di Usia 97 Tahun

admin.aiotrade 08 Nov 2025 2 menit 29x dilihat
James Watson, Sang Pionir DNA dan Pemenang Nobel Meninggal di Usia 97 Tahun


James Dewey Watson, seorang ilmuwan ternama dunia yang terkenal dengan penemuannya tentang struktur DNA, meninggal dunia pada usia 97 tahun. Ia dikenal sebagai pemenang Nobel dan salah satu tokoh yang mengusulkan struktur double helix pada DNA.

Watson meninggal di Long Island, New York, pada Kamis (6/11), seperti dikabarkan oleh Laboratorium Cold Spring Harbor, tempat ia menghabiskan sebagian besar karirnya. Penemuan Watson tentang struktur double helix pada 1953 menjadi dasar bagi perkembangan ilmu biologi modern. Karena penemuan ini, ia memenangkan penghargaan Nobel bersama rekan kerjanya, Francis Crick dan Maurice Wilkins, pada 1962.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Penemuan tersebut membuka jalan bagi pemahaman tentang kode genetik dan proses sintesis protein. Perkembangan ini memberikan dampak besar dalam berbagai bidang, termasuk medis, forensik, dan genetika. Contohnya adalah penggunaan tes DNA untuk kasus-kasus kriminal atau manipulasi DNA.

Sayangnya, reputasi Watson tercoreng karena sikapnya yang sering dianggap rasis dan fanatik. Salah satu pernyataan yang menuai kritik adalah saat ia memberikan wawancara pada 2007. Dalam wawancara tersebut, Watson menyampaikan pandangan bahwa "masa depan Afrika suram" karena menurutnya tidak semua orang memiliki kemampuan dan kecerdasan yang sama.

Watson akhirnya meminta maaf atas pernyataan tersebut. Namun, ia dipecat dari jabatannya sebagai pemimpin laboratorium dan citranya tidak pernah pulih sepenuhnya.

Sekilas James Watson

James Watson lahir pada 6 April 1928, di Chicago, Illinois. Pada 1950, ia meraih gelar Ph.D dalam bidang zoologi dari Indiana University Bloomington. Setelah itu, ia melanjutkan studinya ke universitas-universitas ternama seperti Cambridge. Di sana, ia bertemu dengan Francis Crick, yang menjadi rekan kerjanya dalam penemuan struktur double helix DNA.

Pada masa penelitiannya, Watson dan Crick menggunakan gambar DNA yang diperoleh dari teknik X-ray. Mereka awalnya gagal dalam menciptakan model yang tepat. Tapi, setelah menerima gambar dari Rosalind Franklin—seorang peneliti lain—mereka berhasil menemukan bentuk DNA yang berupa tangga berpilin, atau yang dikenal sebagai double helix.

Gambar ini menjadi ikon DNA hingga saat ini. Sebuah struktur yang saling berpilin dan bergerak ke atas. Model ini juga menunjukkan kemampuan molekul DNA untuk menduplikasi dirinya sendiri. Hal ini menjadi jawaban penting dalam penelitian genetika.

Temuan Watson dan Crick dipublikasikan melalui jurnal Nature pada 1953 dan mendapatkan pujian luas.

Pada periode 1988 hingga 1992, Watson menjabat sebagai direktur Human Genome Project. Proyek ini bertujuan untuk memetakan gen manusia serta sistem kromosom.

Watson memiliki dua anak, yaitu Rufus dan Duncan, dari istri pertamanya, Elizabeth.

Topik Terkait:
Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan