
Pemimpin Desa Diingatkan untuk Kembali pada Ruh Pelayanan dan Musyawarah
Di tengah isu yang sedang ramai dibicarakan tentang dinamika pemerintahan desa di Kecamatan Pulau Hanaut, Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Irawati, turun langsung ke Balai Desa Bantian. Ia memimpin kegiatan pembinaan bagi seluruh kepala desa di wilayah tersebut pada Rabu (22/10). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan arahan dan memperkuat komitmen para pemimpin desa dalam menjalankan tugasnya.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Dalam kesempatan tersebut, Irawati menekankan pentingnya kembali pada roh pelayanan dan musyawarah sebagai dasar dari pemerintahan desa. Menurutnya, kepala desa adalah ujung tombak dari pemerintahan setempat. Oleh karena itu, mereka harus benar-benar memahami tugas dan tanggung jawabnya. Irawati mengingatkan agar tidak menjalankan pemerintahan dengan ego, tetapi dengan hati dan melalui proses musyawarah.
“Kepala desa itu ujung tombak pemerintahan. Jadi mereka harus benar-benar memahami tugas dan tanggung jawabnya. Jangan jalankan pemerintahan dengan ego, tapi dengan hati dan musyawarah,” katanya.
Irawati menegaskan bahwa setiap keputusan di desa sebaiknya diambil melalui kesepakatan bersama antara pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan masyarakat. Dengan demikian, potensi konflik dan salah paham bisa diminimalisir. Ia juga menekankan bahwa segala hal di desa harus dibicarakan secara terbuka. Jika semua pihak dilibatkan, maka kepercayaan masyarakat akan tumbuh, dan pembangunan bisa berjalan lancar.
“Segala hal di desa harus dibicarakan secara terbuka. Kalau semua pihak dilibatkan, maka kepercayaan masyarakat akan tumbuh, dan pembangunan bisa berjalan lancar,” ujarnya.
Pentingnya Sinergi antara Kepala Desa dan BPD
Irawati juga menyoroti pentingnya sinergi antara kepala desa dan BPD. Ia menilai banyak persoalan muncul karena komunikasi dua lembaga tersebut tidak berjalan baik. Padahal, kolaborasi menjadi kunci dalam menciptakan pemerintahan desa yang solid. Ia menyampaikan bahwa jika kepala desa dan BPD saling mendukung, masyarakat pasti merasakan hasilnya. Namun, jika masing-masing berjalan sendiri, yang rugi adalah warga.
“Kalau kepala desa dan BPD saling dukung, masyarakat pasti merasakan hasilnya. Tapi kalau masing-masing jalan sendiri, yang rugi itu warga,” tandasnya.
Irawati berharap semangat pelayanan tetap menjadi pondasi setiap kebijakan di tingkat desa. Menurutnya, jika sinergi yang tercipta membuahkan hasil positif, maka hal itu akan menjadi contoh bagi daerah lain. Ia yakin bahwa jika semua bekerja dengan jujur, terbuka, dan niatnya tulus untuk masyarakat, maka desa-desa di Pulau Hanaut bisa menjadi contoh bagi daerah lain.
Langkah Konkret untuk Meningkatkan Kualitas Pemerintahan Desa
Untuk mencapai tujuan tersebut, Irawati menyarankan adanya pelatihan dan sosialisasi berkala kepada para kepala desa dan anggota BPD. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang tugas, peran, serta tanggung jawab dalam pemerintahan desa. Selain itu, diperlukan juga pengembangan sistem komunikasi yang lebih efektif antara pemerintah desa dan masyarakat.
Pemerintah daerah juga diminta untuk memberikan dukungan dalam bentuk sumber daya dan infrastruktur yang memadai. Dengan adanya dukungan yang kuat, para kepala desa dapat lebih fokus pada pelayanan publik dan pembangunan yang berkelanjutan.
Selain itu, Irawati menekankan perlunya partisipasi aktif masyarakat dalam berbagai kegiatan desa. Masyarakat harus diberdayakan untuk ikut serta dalam pengambilan keputusan dan evaluasi program yang dilaksanakan. Hal ini akan memastikan bahwa kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan harapan masyarakat.
Tantangan dan Harapan Masa Depan
Meskipun ada tantangan yang dihadapi dalam pemerintahan desa, Irawati optimis bahwa dengan komitmen dan kerja sama yang baik, desa-desa di Pulau Hanaut dapat menjadi model pemerintahan yang baik. Ia berharap agar seluruh pemangku kepentingan terus bekerja sama dan saling mendukung demi kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat.
Dengan langkah-langkah konkret dan komitmen yang kuat, pemerintahan desa di Pulau Hanaut diharapkan mampu memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat setempat.