
Rapat Koordinasi Penanganan Puso di Kabupaten Pati
Bupati Pati, Sudewo, memimpin rapat koordinasi penanganan puso (gagal panen) di Ruang Penjawi Setda Kabupaten Pati, Selasa (11/11/2025). Pertemuan ini bertujuan untuk membahas tindak lanjut dari penyaluran bantuan stimulan bagi ribuan petani yang mengalami gagal panen akibat dampak banjir besar pada awal 2023.
Dalam rapat tersebut, Sudewo menjelaskan bahwa bencana banjir tersebut menyebabkan kerusakan lahan pertanian di sembilan kecamatan dan 65 desa. Total luas lahan yang rusak mencapai 5.684,7 hektare. Jumlah petani yang terdampak sebanyak 10.630 orang, dengan total kerugian yang dialami sangat signifikan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Sudewo menambahkan bahwa pemerintah pusat sebelumnya telah menjanjikan bantuan stimulan bagi petani terdampak, namun hingga kini pencairan tahap II belum terealisasi. Ia menjelaskan bahwa bantuan tahap I telah dicairkan pada Oktober 2024 sebesar Rp 15,69 miliar kepada 3.922 petani dari 82 kelompok tani di 40 desa dan 6 kecamatan. Sementara itu, dana yang belum dibayarkan masih sekitar Rp 29,78 miliar untuk 6.708 petani di 26 desa dan 4 kecamatan.
Kesepakatan Awal dalam Realisasi Bantuan Tahap II
Hasil koordinasi terakhir dengan kementerian terkait menghasilkan kesepakatan awal bahwa realisasi bantuan tahap II akan diberikan sebesar 60 persen dari total bantuan yang dijanjikan. Meski demikian, pihaknya tetap berupaya agar bantuan tersebut dapat dibayarkan penuh (100 %) mengingat besarnya kerugian yang dialami para petani.
Pemerintah Daerah terus memperjuangkan dan memfasilitasi komunikasi dengan pemerintah pusat agar bantuan segera terealisasi. Ia juga mengimbau agar data teknis dan administratif yang dibutuhkan disiapkan dengan baik agar proses pencairan berjalan lancar dan tepat sasaran.
Langkah-Langkah yang Dilakukan
Beberapa langkah penting yang dilakukan oleh pemerintah daerah antara lain:
- Koordinasi dengan pemerintah pusat – Pemerintah daerah aktif berkomunikasi dengan kementerian terkait untuk memastikan realisasi bantuan sesuai rencana.
- Peningkatan koordinasi internal – Dinas terkait seperti Dinas Pertanian dan Perikanan serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) bekerja sama untuk memastikan distribusi bantuan tepat sasaran.
- Pembinaan dan pelatihan – Petani yang terdampak diberikan pelatihan dan pembinaan untuk meningkatkan kapasitas mereka dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem dan bencana alam.
Tantangan dan Harapan
Meskipun ada kemajuan dalam penyaluran bantuan, masih banyak tantangan yang dihadapi oleh petani di Kabupaten Pati. Salah satu tantangan utama adalah ketidakpastian dalam pencairan bantuan tahap II. Hal ini menyebabkan ketidakpuasan di kalangan petani yang sedang berjuang untuk memulihkan usaha pertanian mereka.
Harapan besar diarahkan kepada pemerintah pusat agar segera merealisasikan janji bantuan tersebut. Dengan adanya dukungan penuh, petani di Kabupaten Pati diharapkan dapat bangkit kembali dan melanjutkan aktivitas pertanian mereka dengan lebih baik.