
Skor ESG Jasa Marga Masih Di Bawah Benchmark
PT Jasa Marga Tbk (JSMR) mendapatkan skor Environmental, Social, and Governance (ESG) sebesar 39 berdasarkan sistem penilaian Maybank Sekuritas Indonesia. Angka ini masih di bawah batas benchmark yang ditetapkan sebesar 50. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan masih memiliki ruang untuk meningkatkan kualitas pengungkapan data terkait inisiatif lingkungan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Menurut analis Maybank Sekuritas Etta Rusdiana Putra, meskipun skor ESG JSMR belum mencapai benchmark, rekomendasi buy saham JSMR tetap diberikan. Target harga berbasis EV/EBITDA sebesar Rp 6.000 dipertahankan, yang mencerminkan valuasi 1,1× P/BV FY26E dan 10,4× P/E FY26E.
Etta menyebutkan beberapa risiko utama yang dapat memengaruhi rekomendasi ini. Antara lain adalah ekspansi jalan tol yang terlalu agresif, pertumbuhan lalu lintas yang lebih lambat dari perkiraan, serta beban bunga yang lebih tinggi dari ekspektasi.
Penurunan Performa Lingkungan
Skor kuantitatif JSMR tercatat -6, yang menunjukkan penurunan performa lingkungan. Beberapa indikator yang mengalami penurunan meliputi meningkatnya intensitas emisi (Scope 1 & 2 serta Scope 3), tingginya intensitas energi (MWh per Rp miliar), serta meningkatnya konsumsi air.
Penurunan tersebut dinilai lebih bersifat operasional. Pertambahan panjang jalan tol dan volume lalu lintas yang meningkat secara alami memperbesar konsumsi energi dan air, serta menghasilkan emisi yang lebih tinggi.
Namun, langkah-langkah seperti daur ulang air dan pemanfaatan energi terbarukan untuk kebutuhan listrik diyakini dapat meningkatkan skor lingkungan secara signifikan. Pendapat ini disampaikan oleh Etta dalam riset yang dirilis pada 3 Desember 2025.
Pilar Sosial yang Kuat
Di sisi lain, pilar sosial yang kuat tetap menjadi penopang utama skor kuantitatif JSMR. Jasa Marga menunjukkan komitmen terhadap penerapan ESG melalui tiga ruas jalan tol berperingkat emas dalam PROPER. Hal ini secara eksplisit mencatat emisi Scope 3, serta pembentukan Komite Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan.
Jasa Marga telah menetapkan dua target jangka panjang, yakni pengurangan emisi sebesar 10% pada 2029 dan peningkatan porsi perempuan di posisi manajemen pada 2029.
Meski demikian, Etta menilai masih terdapat peluang besar untuk peningkatan, terutama dengan mengadopsi target net-zero carbon dan menerapkan insentif kompensasi berbasis ESG.
Inisiatif Mendukung Mobilitas Hijau
Inisiatif JSMR dalam mendukung mobilitas hijau mendapat apresiasi, termasuk pemasangan stasiun pengisian kendaraan listrik (SPKLU) di 52 lokasi pada jaringan jalan tol perseroan. Fasilitas ini diharapkan dapat mendorong adopsi kendaraan listrik, mengurangi emisi dari kendaraan bermotor, dan berkontribusi pada peningkatan kualitas udara di sepanjang ruas jalan yang dikelola JSMR.
Kinerja Keuangan Jasa Marga
Hingga akhir tahun ini, pendapatan dan laba bersih Jasa Marga masing-masing akan mencapai Rp 19,95 triliun dan Rp 3,82 triliun. Kemudian di tahun 2026, pendapatan JSMR akan mencapai Rp 20,94 triliun dengan laba bersih sebesar Rp 4,19 triliun. Kinerja ini menunjukkan prospek positif bagi perusahaan dalam menjaga stabilitas operasional dan pertumbuhan keuangan.