
Peristiwa Kecelakaan di Gerbang Tol Banyu Urip
Gerbang Tol (GT) Banyu Urip di ruas Surabaya - Gempol ditutup sementara setelah mengalami kerusakan parah akibat kecelakaan yang melibatkan truk tronton bernopol L 8011 UG. Kejadian ini terjadi pada Kamis (6/11) sekitar pukul 19.00 WIB.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Senior Manager Representative Office 3 Ruas Tol Surabaya-Gempol PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT), Agus Susilo menjelaskan bahwa peristiwa kecelakaan melibatkan sebuah dump truck (KR). Dari keterangan petugas di lapangan, KR bergerak menuju exit tol, namun saat berada tepat di bawah Atap Gerbang Tol, bagian belakang dump truk terbuka dan menabrak atap yang berada di atasnya.
"Hal ini menyebabkan atap Gerbang Tol Banyu Urip yang berada di atas tiga gardu tol yang sedang beroperasi mengalami kerusakan, sehingga tidak dapat melayani transaksi,” ujar Agus dalam keterangannya, Jumat (7/11).
Tindakan Cepat dari JTT
Jasamarga Transjawa Tol segera bertindak dengan menutup sementara gardu tol entrance di GT Banyu Urip. Pihaknya kemudian melakukan proses evakuasi kendaraan, pembersihan, serta berkoordinasi dengan kepolisian untuk memastikan keselamatan pengguna jalan.
"Lalu lintas yang akan masuk GT Banyu Urip dialihkan, serta lalu lintas yang keluar (berjalan) normal dengan memanfaatkan jalur terbatas, untuk menghindari adanya dampak gangguan berikutnya," tambah Agus.
Proses Perbaikan dan Permintaan Maaf
Sementara itu, VP Corporate Secretary & Legal PT JTT Ria Marlinda Paallo mengatakan hingga saat ini, atap GT Banyu Urip ruas Surabaya - Gempol yang terdampak masih dalam tahap perbaikan.
"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dalam proses perbaikan. Kami terus berkolaborasi dengan seluruh instansi termasuk Kepolisian dalam memastikan kenyamanan pengguna jalan,” ucap Ria.
Layanan Transaksi Sementara
Layanan transaksi di entrance GT Banyu Urip tetap dapat dilakukan dengan menerapkan rekayasa lalu lintas detour (sementara), menyiagakan mobile reader, dan menurunkan petugas tambahan. Hal ini dilakukan untuk memastikan pengguna jalan tetap dapat melakukan transaksi tanpa mengganggu keamanan dan kenyamanan.
"JTT mengajak seluruh pengguna jalan tol untuk memastikan kondisi fisik kendaraan dalam keadaan prima, sebelum melakukan perjalanan, serta mematuhi rambu dan aturan lalu lintas demi keselamatan bersama," pungkas Ria.