
SEMARANG, aiotrade.app–
Komoditas unggulan karantina hewan dari Jawa Tengah, yaitu sarang burung walet senilai Rp 1,27 triliun, akan diekspor ke 14 negara tujuan, termasuk Tiongkok (China), Amerika Serikat, Jepang, dan Australia. Ekspor komoditas sebanyak 35.386 kilogram ini akan difasilitasi oleh Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Jawa Tengah bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Selain sarang burung walet, Jawa Tengah juga bersiap melepas ekspor sejumlah produk unggulan lain dari sektor hewan, ikan, dan tumbuhan, seperti bulu bebek, kulit kambing, minyak jelantah, dan lainnya, dalam jumlah besar. Kepala BKHIT Jawa Tengah, Willy Indra Yunani, menyatakan bahwa Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menunjukkan komitmen besar terhadap pengembangan dan sertifikasi produk ekspor dari Jawa Tengah.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Beliau sangat concern terhadap produk-produk tersertifikasi untuk ekspor dari Jawa Tengah. Balai karantina Jateng nanti akan ada go export, nanti akan dilepas gubernur dan kepala badan, agendanya awal November 2025,” ujar Willy, Senin (20/10/2025).
Willy menjelaskan bahwa potensi ekspor dari Jawa Tengah di sektor hewan, ikan, dan tumbuhan sangat besar. Jumlah permintaan dari pasar global terus meningkat, khususnya dari negara-negara Asia dan Amerika.
“Negara tujuan ekspor ada Amerika, Tiongkok, dan beberapa negara Asia lainnya,” imbuhnya.
Sertifikasi Ekspor Capai Ribuan Komoditas
Selama periode Januari hingga September 2025, sertifikasi ekspor di Jawa Tengah tercatat cukup tinggi:
- Karantina hewan: 448 sertifikasi
- Karantina ikan: 2.548 sertifikasi
- Karantina tumbuhan: 15.809 sertifikasi
Untuk komoditas unggulan karantina ikan, meliputi:
- Cumi-cumi
- Udang
- Layur
- Tuna
- Rajungan
- Rumput laut
Negara tujuan ekspor komoditas ikan antara lain Jepang, Korea Selatan, Portugal, dan Selandia Baru.
Sementara itu, komoditas unggulan karantina tumbuhan meliputi:
- Kayu olahan
- Kayu albasia
- Sengon
- Veneer
- Kayu lapis
- Bunga melati segar
Produk ini diekspor ke negara-negara di kawasan Asia, Eropa, hingga Afrika.
“Kayu olahan kita banyak diminati di mancanegara. Untuk bidang ikan ada ikan segar, cumi, udang. Hampir setiap hari ada pengiriman ke negara tujuan yang tersertifikasi,” jelas Willy.
Ekspor ke Amerika Tak Terpengaruh Kebijakan Trump
Willy juga menyebutkan bahwa ekspor produk dari Jawa Tengah ke Amerika Serikat relatif stabil dan tidak terpengaruh oleh kebijakan proteksionis dari mantan Presiden Donald Trump.
“Ekspor ke Amerika itu banyak kayu olahan dan furnitur. Amerika butuh produk itu dari kita, kayu olahan yang sudah berbentuk meubel,” lanjutnya.
Dalam audiensi yang sama, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa kinerja ekspor provinsi masih cukup kuat meski menghadapi berbagai tantangan global. Ia menyebut sinergi antara pemerintah daerah dan balai karantina sebagai kunci keberhasilan.
“Sinergi antara Pemprov Jateng dengan Balai Karantina kita dorong untuk hal ini,” ujar Luthfi.