
Pemerintah Jawa Timur Meraih Penghargaan Nasional dalam Pemantapan Pembangunan Desa
Penghargaan nasional kembali diraih oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam upaya pemerataan pembangunan di tingkat desa. Pada ajang Indonesia Kita Awards "The Leaders Legacy" 2025 yang diselenggarakan oleh Garuda TV di Yudhistira Grand Ballroom Patra Jasa Office Tower, Jakarta, Senin (10/11) malam, Pemprov Jatim berhasil meraih penghargaan bergengsi kategori Outstanding in Independent Rural Development.
Piala penghargaan tersebut diterima langsung oleh Plt. Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Jatim, Aftabuddin Rijaluzzaman, mewakili Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Penghargaan ini menjadi bukti nyata keberhasilan Jawa Timur dalam memperkuat pondasi ekonomi desa. Saat ini, Jawa Timur memiliki jumlah Desa Mandiri terbanyak di Indonesia, yaitu sebanyak 4.716 desa. Selain itu, Jatim juga menjadi provinsi percontohan dalam penerapan program Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP), yang telah terbentuk di 8.494 titik atau 100 persen dari seluruh desa dan kelurahan.
Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan rasa syukur atas pencapaian ini. Ia mengapresiasi kontribusi seluruh pihak yang telah berperan aktif dalam mendorong kemandirian desa.
“Alhamdulillah, komitmen dan ikhtiar kita dalam menyukseskan program KDKMP diapresiasi luar biasa. Jawa Timur berhasil menjadi provinsi dengan jumlah Desa Mandiri terbanyak secara nasional, yakni 4.716 desa,” ujarnya.
Menurutnya, penyelenggaraan KDKMP bukan hanya sekadar menjalankan program pemerintah pusat, tetapi merupakan bentuk kesungguhan Pemprov Jatim dalam memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis komunitas lokal.
“Penghargaan ini tidak lepas dari peran masyarakat Jawa Timur yang dengan semangat gotong royong ikut mewujudkan Desa Mandiri di berbagai wilayah,” tambahnya.
Khofifah berharap penghargaan ini menjadi pemantik semangat baru bagi seluruh elemen masyarakat Jawa Timur untuk terus menjaga dan memperluas capaian kemandirian desa.
“Tujuan akhirnya tidak lain adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur secara berkelanjutan,” pungkasnya.
Program KDKMP sebagai Fondasi Ekonomi Desa
Program Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) menjadi salah satu strategi utama dalam membangun ekonomi desa yang mandiri dan berkelanjutan. Dengan adanya KDKMP, setiap desa dan kelurahan di Jawa Timur memiliki akses terhadap sumber daya ekonomi yang lebih luas, serta kemampuan untuk mengelola potensi lokal secara optimal.
Beberapa manfaat yang dirasakan dari program ini antara lain:
- Peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan.
- Penguatan kapasitas ekonomi lokal melalui koperasi dan usaha bersama.
- Peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui akses layanan dan pelatihan.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat, program ini diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi masyarakat di berbagai wilayah.
Kehadiran Masyarakat dalam Pembangunan Desa
Peran masyarakat sangat penting dalam proses pembangunan desa. Semangat gotong royong yang ada di kalangan warga menjadi salah satu faktor utama dalam menciptakan desa yang mandiri dan sejahtera.
Beberapa cara masyarakat berkontribusi dalam pembangunan desa antara lain:
- Partisipasi dalam kegiatan sosial dan ekonomi.
- Ikut serta dalam pengelolaan sumber daya lokal.
- Menjaga kebersihan lingkungan dan kelestarian alam.
Kehadiran masyarakat dalam setiap langkah pembangunan tidak hanya meningkatkan efektivitas program, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Tantangan dan Langkah Ke Depan
Meskipun telah mencapai banyak prestasi, Jawa Timur masih menghadapi beberapa tantangan dalam menjaga kemandirian desa. Beberapa di antaranya adalah:
- Ketimpangan ekonomi antar daerah.
- Kurangnya akses informasi dan teknologi di pedesaan.
- Keterbatasan sumber daya manusia dan infrastruktur.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, pemerintah daerah dan masyarakat harus terus bekerja sama dalam merancang dan melaksanakan kebijakan yang progresif dan inklusif.
Kesimpulan
Penghargaan yang diraih oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam ajang Indonesia Kita Awards "The Leaders Legacy" 2025 merupakan bukti nyata dari komitmen dan kerja keras dalam memperkuat ekonomi desa. Dengan adanya program KDKMP dan partisipasi aktif masyarakat, Jawa Timur terus membuktikan bahwa pembangunan yang merata dan berkelanjutan adalah hal yang mungkin dicapai.
Dengan semangat yang sama, diharapkan ke depan Jawa Timur dapat terus menjadi contoh bagi provinsi lain dalam menjalankan pembangunan yang berbasis pada kebutuhan dan potensi lokal.