
Menganalisis Ciri-Ciri Cerpen “Mengapa Mereka Berdoa kepada Pohon”
Cerpen “Mengapa Mereka Berdoa kepada Pohon” karya Faisal Oddang menjadi bahan diskusi untuk mengevaluasi apakah cerpen ini memenuhi ciri-ciri yang terdapat dalam sebuah cerpen. Dalam kegiatan 3, siswa diminta untuk membentuk kelompok dan menjawab beberapa pertanyaan berdasarkan analisis terhadap cerpen tersebut.
Ciri-Ciri Cerpen
-
Jumlah kata
Penjelasan dan bukti: Jumlah kata dalam cerpen ini kurang dari 10.000 kata. Hal ini menunjukkan bahwa cerpen ini termasuk dalam kategori cerita pendek yang tidak terlalu panjang.
🔥 SPONSORTRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
-
Waktu membaca
Penjelasan dan bukti: Waktu yang diperlukan untuk membaca cerpen ini kurang dari 10 menit. Hal ini sesuai dengan ciri-ciri cerpen yang umumnya bisa dibaca dalam waktu singkat. -
Tokoh
Penjelasan dan bukti: Tokoh utama dalam cerpen ini adalah Ustad Samsuri. Ia menjadi fokus utama dari cerita, sedangkan tokoh lain seperti Rahing hanya muncul sebagai pendukung. -
Jumlah peristiwa atau konflik
Penjelasan dan bukti: Cerpen ini hanya mengandung satu peristiwa penting, yaitu ketika Ustad Samsuri harus kembali mengangkat senjata karena kedatangan Belanda dan akhirnya tewas dibunuh oleh Westerling.
Mencari Arti Kosakata
Dalam kegiatan selanjutnya, siswa diminta untuk mencari arti kosakata berikut menggunakan Kamus Besar Bahasa Indonesia:
- Debat: Pembahasan dan pertukaran pendapat mengenai suatu hal dengan saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat masing-masing.
- Merubut: Berkumpul.
- Moncong: Bagian benda yang memiliki fungsi dan bentuk seperti mulut yang panjang.
- Popor: Tangkai bedil; gagang senapan.
- Langgar: Masjid kecil tempat mengaji atau bersalat, tetapi tidak digunakan untuk salat Jumat; surau; musala.
- Laknatullah: Yang dilaknat oleh Tuhan.
- Hijaiyah: Aksara Arab.
- Gugur: Mati dalam pertempuran.
- Bias: Bayangan.
- Ajal: Kematian.
- Kekang: Berhubungan dengan tali.
- Pendiangan: Perapian.
- Kacau balau: Sangat kacau.
- Dicampakkan: Dibuang begitu saja.
- Syahid: Mati di jalan Allah.
- Tuberkulosis: Jenis penyakit berkaitan dengan paru-paru.
Analisis Cerpen dan Jawaban Pertanyaan
1. Mengapa Ustad Syamsuri disebut tokoh utama dan Rahing sebagai tokoh pendukung?
Bukti Ustad Syamsuri dikatakan sebagai tokoh utama karena ia sering muncul dalam cerita dan konflik dalam cerpen terpusat kepadanya. Tokoh Rahing disebut peran pendukung karena hanya beberapa kali tampil dalam cerita.
2. Latar tempat dalam cerpen
Latar tempat dalam cerpen ini meliputi Makassar, Parepare, dan Wajo. Dengan menggunakan Google Map, siswa dapat mengetahui jarak antara satu tempat dengan tempat lainnya.
3. Latar waktu pada cerpen
Latar waktu dalam cerpen ini terjadi seputar peristiwa memperebutkan kemerdekaan Indonesia. Tahun yang disebutkan adalah sekitar tahun 1946–1947. Tahun ini berarti Indonesia masih berumur sekitar 2 tahun.
4. Siapa yang mengatakan kutipan “Kita harus sadar diri, Ustad.”?
Kalimat “Kita harus sadar diri, Ustad.” diucapkan oleh Rahing kepada Ustad Syamsuri. Hal ini ia katakan karena secara senjata dan peralatan serta jumlah pasukan laskar Batucicci pimpinan Ustad Syamsuri kalah dibandingkan pasukan DST-KNIL pimpinan Westerling.
5. Kutipan tentang matahari dan ajal
Kutipan “Matahari tidak akan tenggelam selain di ujung langit, begitu pula hidup takkan berakhir selain oleh ajal.” diucapkan oleh Ustad Syamsuri. Ia mengatakan hal tersebut karena dia tidak akan menyerah kepada Belanda sebelum maut memisahkan.
6. Alasan Ustad Syamsuri angkat senjata
Alasan Ustad Syamsuri angkat senjata adalah kematian istri dan anaknya akibat digranat oleh Belanda.
7. Mengapa Westerling disebut Si Jagal dari Turki?
Westerling disebut Si Jagal dari Turki karena menjadi pimpinan pasukan DST-KNIL yang dengan jahat melakukan "eksekusi" ke rakyat Indonesia.
8. Pendapat tentang sikap Rahing
Menurut pendapat saya, Rahing memiliki sikap yang menunjukkan cinta dan tanggungjawab untuk melindungi keluarganya.
9. Siapa yang dimaksud oleh Rahing dalam kutipan?
Yang dimaksud oleh Rahing adalah Ustad Syamsuri. Rahing mengatakan Ustad Syamsuri adalah orang yang penuh manfaat bagi sesama karena perjuangannya dalam memerangi penjajah dan membela kemerdekaan Indonesia.
10. Akhir kisah hidup Ustad Syamsuri
Ustad Syamsuri akhirnya meninggal dunia karena tuberkulosis di Onderafdeling Wajo setelah berhasil melarikan diri dari peristiwa penembakan dan pengejaran oleh Belanda di Bacukikki. Ia meninggal beberapa saat setelah Jenderal Simon Spoor menghentikan darurat perang di Sulawesi Selatan pada bulan kedua tahun 1947.