
Kritik Mahfud MD terhadap Dugaan Mark Up Proyek Whoosh
Kritik yang dikeluarkan oleh mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD, terhadap dugaan penggelembungan anggaran proyek Kereta Cepat JakartaBandung (Whoosh) masih menjadi perbincangan hangat. Pernyataannya ini muncul setelah ia ditantang oleh Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Setyo Budiyanto, untuk menunjukkan data pendukungnya.
Mahfud MD menegaskan bahwa dirinya siap dipanggil oleh KPK jika lembaga antirasuah tersebut meminta keterangannya mengenai dugaan korupsi dalam proyek tersebut. Ia menilai bahwa tidak ada aturan hukum yang mengharuskan seseorang melapor ke KPK, begitu pula KPK tidak memiliki dasar untuk memaksa seseorang melapor.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Enggak berhak dia (KPK) mendorong. Laporan itu, enggak ada kewajiban orang melapor, ujarnya. Mahfud juga menyebut bahwa dugaan penggelembungan anggaran proyek kereta cepat sudah lama diketahui oleh KPK, bahkan sebelum dirinya menyampaikan informasi tersebut ke publik.
Ia menambahkan bahwa pihak yang seharusnya dimintai keterangan adalah mereka yang lebih dulu berbicara dan memiliki bukti kuat terkait proyek itu. Mestinya KPK manggil orang yang ngomong sebelumnya, itu kan banyak banget, yang punya data, dan pelaku. Kalau saya tuh kan pencatat aja, tuturnya.
Terkait rencana pemerintah yang akan bernegosiasi dengan China untuk membahas utang proyek kereta cepat tersebut, Mahfud menilai langkah itu memang perlu diambil. Iya, memang harus negosiasi, kan? Mau apa kalau sudah begini. Enggak bisa bayar, enggak punya uang, ya negosiasi. Kan gitu, kan? Jalannya tuh negosiasi. Silakan aja, pungkasnya.
Tanggapan dari KPK
Setyo Budiyanto, Ketua KPK, akhirnya angkat bicara menanggapi pernyataan Mahfud MD terkait dugaan penggelembungan anggaran dalam proyek Kereta Cepat JakartaBandung (Whoosh). Sebelumnya, Mahfud mengungkapkan adanya selisih besar dalam biaya pembangunan per kilometer. Menurutnya, biaya di Indonesia mencapai 52 juta dolar AS, sedangkan di Cina hanya sekitar 1718 juta dolar AS.
Menanggapi hal itu, Setyo menegaskan bahwa KPK belum menerima laporan resmi baik dari pihak internal maupun eksternal. Sampai sekarang sih belum terinformasi ya, artinya dari internal, ujar Setyo dalam keterangannya pada Sabtu (18/10/2025).
Meski demikian, ia berharap Mahfud memiliki data pendukung yang bisa memperjelas dugaan tersebut. Tapi kalau Pak Mahfud menyampaikan seperti itu, ya mudah-mudahan ada informasi, ada data dan dokumen yang bisa mendukung kejelasan dari yang disampaikan, lanjutnya.
Setyo juga menyatakan keyakinannya bahwa Mahfud MD memiliki data-data tersebut, namun menyerahkan sepenuhnya kepada Mahfud apakah ingin menyerahkannya kepada KPK atau tidak. Saya yakin beliau mungkin punya, tinggal nanti apakah beliau mau menyerahkan atau apa, tergantung dari beliau, ucapnya.
Terkait kemungkinan KPK akan proaktif menindaklanjuti informasi itu, Setyo menjelaskan bahwa langkah selanjutnya akan diputuskan setelah dilakukan kajian di tingkat kedeputian. Ya biar ditelaah dulu di level kedeputiaan apa yang harus dilakukan dengan informasi tersebut, kata Setyo.
Penutup
Pernyataan ini menjadi respons resmi pertama KPK setelah Mahfud MD melalui kanal YouTube pribadinya menyinggung dugaan mark up tersebut. Ia juga menilai KPK seharusnya dapat langsung menyelidiki tanpa menunggu laporan formal.
Mahfud menambahkan, sumber utama dugaan mark up itu berasal dari ekonom Political Economy and Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan. Jadi jangan, kalau mau menyelidiki betul KPK, panggil Anthony Budiawan, karena dia yang bilang itu, sebelum saya, tutur Mahfud.
Sebelumnya, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, telah mengimbau masyarakat agar melaporkan data awal secara resmi jika memiliki informasi mengenai dugaan penyimpangan proyek tersebut agar bisa ditelaah lebih lanjut oleh lembaga antirasuah itu.
Pernyataan Mahfud MD kembali mengguncang isu transparansi proyek infrastruktur nasional. Publik menaruh perhatian besar karena proyek Whoosh adalah simbol kemajuan transportasi Indonesia. KPK tampak berhati-hati, menunggu data konkret sebelum melangkah. Namun, sikap proaktif lembaga antikorupsi tetap dinantikan publik.
Di sisi lain, langkah Mahfud MD dianggap sebagai dorongan moral agar KPK lebih berani menelusuri kebenaran di balik angka-angka besar proyek ini. Jika data terbukti valid, kasus ini bisa menjadi cermin penting bagi tata kelola proyek strategis ke depan.
Semoga keterbukaan informasi menjadi langkah awal menuju transparansi yang lebih kuat di Indonesia.