
Isu Standar Ganda dalam Partisipasi Rusia dan Israel di Piala Dunia
Isu tentang standar ganda dalam partisipasi negara-negara tertentu di ajang sepak bola internasional, khususnya Piala Dunia, telah menjadi perhatian masyarakat global. Hal ini terkait dengan status Rusia dan Israel yang mendapat perlakuan berbeda meski sama-sama menghadapi kritik atas tindakan mereka.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Presiden FIFA, Gianni Infantino, akhir-akhir ini merespons isu tersebut. Meski ia tidak memberikan jawaban langsung, komentarnya menunjukkan bahwa ia lebih fokus pada aspek perdamaian dan persatuan daripada menjawab tuduhan tentang standar ganda.
Sanksi untuk Rusia
Rusia saat ini sedang diberi sanksi oleh UEFA karena invasi yang dilakukan ke Ukraina sejak Februari 2022. Akibatnya, seluruh klub dan tim nasional Rusia dilarang tampil di berbagai turnamen yang diselenggarakan oleh UEFA. Larangan ini membuat Timnas Rusia tidak bisa berpartisipasi dalam Piala Dunia 2022 dan 2026 serta Euro 2024.
Selain itu, klub-klub Rusia juga dilarang bermain di Liga Champions, Liga Europa, maupun Liga Konferensi. Hal ini memperlihatkan bahwa sanksi yang diberikan kepada Rusia cukup ketat dan luas cakupannya.
Status Israel yang Masih Bebas dari Sanksi
Berbeda dengan Rusia, Israel hingga saat ini masih bebas dari sanksi baik dari UEFA maupun FIFA, meskipun terbukti melakukan aksi yang disebut sebagai genosida di Gaza sejak 2023 lalu. Hal ini memicu banyak desakan agar FIFA memberikan hukuman serupa kepada Israel, seperti yang diberikan kepada Rusia.
Beberapa waktu lalu, UEFA bahkan merencanakan voting mengenai partisipasi Israel dalam kompetisi sepak bola Eropa. Rencana ini muncul setelah adanya tekanan dari Qatar, yang merupakan donatur utama UEFA. Serangan Israel terhadap negara tuan rumah Piala Dunia 2022 menjadi alasan utama rencana ini.
Komite Eksekutif UEFA dijadwalkan mengadakan pertemuan pada Selasa (22/9/2025) untuk melaksanakan voting terkait isu ini. Dalam laporan yang sama, sebagian besar anggota Komite Eksekutif dilaporkan mendukung pengusulan pengusiran Israel dari kompetisi sepak bola Eropa. Jika hal ini terwujud, Israel akan mengalami nasib serupa dengan Rusia yang saat ini dikucilkan.
Respons Infantino yang Tidak Langsung
Gianni Infantino mendapat pertanyaan tentang tanggapannya terhadap tuduhan standar ganda yang dialamatkan kepada FIFA. Dalam pernyataannya di sela penandatanganan MoU antara FIFA dan ASEAN, Infantino menekankan bahwa sepak bola adalah wadah persatuan global.
Namun, ia memilih untuk menghindari jawaban langsung terhadap tuduhan tersebut. Alih-alih menjawab, ia lebih memilih membahas topik perdamaian antara Thailand dan Kamboja. "Saya merasa terhormat dapat menyaksikan pertemuan puncak perdamaian baru-baru ini di Sharm el-Sheikh [Mesir], yang juga dihadiri oleh Presiden Donald Trump dan beberapa negara lain untuk menyaksikan perjanjian perdamaian penting," ujarnya.
Ia juga menambahkan, "Kita semua mendukung perdamaian dan persatuan, serta upaya untuk mempersatukan rakyat dan hari ini juga kita telah menyaksikan penandatanganan perjanjian damai antara Thailand dan Kamboja."
Komentar Infantino terkesan tidak menjawab secara langsung pertanyaan awak media soal standar ganda FIFA terhadap Rusia dan Israel. Pejabat asal Italia ini justru menghindari jawaban yang mengarah pada dua negara tersebut.