Jawaban Purbaya Soal Kesalahan Bea Cukai: Saya Tidak Lindungi!

admin.aiotrade 24 Okt 2025 2 menit 10x dilihat
Jawaban Purbaya Soal Kesalahan Bea Cukai: Saya Tidak Lindungi!

Purbaya Yudhi Sadewa Tegaskan Tidak Ada Perlindungan untuk Pegawai Bea Cukai yang Melanggar Hukum

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pihaknya tidak akan melindungi pegawai Bea Cukai yang melakukan pelanggaran hukum. Hal ini disampaikannya dalam sebuah pernyataan di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Kamis (23/10/2025). Ia juga menyambut baik kerja sama antara Kejaksaan Agung dengan Kemenkeu dalam menjaga kepatuhan dan transparansi di lingkungan Bea Cukai.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Kita memang ada kerja sama dengan Kejaksaan Agung kan, dalam pengertian gini, Kejagung pernah bertanya, kalau ada yang salah di Bea Cukai dilindungi apa enggak, saya bilang nggak, kalau salah ya salah saja,” ujar Purbaya.

Ia mengatakan bahwa kerja sama tersebut mungkin menjadi salah satu bentuk implementasinya, meskipun ia tidak tahu detail lebih lanjut.

Sidak dan Evaluasi Sistem Monitoring Bea Cukai

Sebelumnya, Purbaya juga melakukan inspeksi mendadak atau sidak ke Kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk memantau penerapan sistem monitoring. Kegiatan ini dilakukan pada Rabu (22/10/2025) untuk memastikan efektivitas sistem yang digunakan.

“Kita ngelihat sistem monitoring dashboard-nya Bea Cukai di sana, yang ke pelabuhan dan ke tempat-tempat lain,” kata Purbaya saat berbicara dalam acara Breaking News Kompas TV.

Selain itu, ia juga melakukan komunikasi langsung dengan petugas Bea Cukai di kapal yang berada di dekat Batam. Tujuan dari kunjungan tersebut adalah untuk mengetahui seberapa canggih sistem monitoring dashboard Bea Cukai.

“Nggak ada kendala, cuma saya pengen lihat seberapa canggih sih punya Bea Cukai, bisa nggak saya optimalkan untuk tadi mengurangi yang dikilik Pak Presiden, under invoicing,” jelasnya.

Menurut Purbaya, sistem yang ada saat ini sudah cukup bagus, tetapi belum mencapai tingkat yang memungkinkan pemantauan secara online terhadap kapal dan invoicing.

“Belum sampai sana karena AI-nya belum dikembangkan. Nanti bulan ke depan akan kembangkan sistem AI yang lebih siap di Bea Cukai.”

Masa Depan Bea Cukai dengan Teknologi Canggih

Purbaya menyatakan bahwa pengembangan sistem AI akan menjadi fokus utama dalam waktu dekat. Dengan adanya teknologi ini, diharapkan dapat meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam pengawasan dan pemeriksaan barang yang masuk ke Indonesia.

“Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa semua proses di Bea Cukai berjalan dengan transparan dan akuntabel, serta tidak ada celah bagi praktik-praktik ilegal seperti under invoicing,” tambahnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga pemerintah dan instansi terkait dalam memperkuat sistem pengawasan dan pencegahan korupsi maupun penyalahgunaan wewenang.

Dengan langkah-langkah proaktif seperti sidak dan evaluasi sistem, Purbaya yakin bahwa Bea Cukai dapat terus meningkatkan kinerjanya dan memenuhi harapan masyarakat serta pemerintah.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan