Jawaban Rosan Roeslani Soal Utang Danantara Rp 2 Triliun Tahunan

admin.aiotrade 17 Okt 2025 3 menit 16x dilihat
Jawaban Rosan Roeslani Soal Utang Danantara Rp 2 Triliun Tahunan

Evaluasi Penyelesaian Utang Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung

CEO Danantara, Rosan Roeslani, menyatakan bahwa rencana pembayaran utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung atau Whoosh menggunakan dividen BUMN masih dalam tahap evaluasi. Menurutnya, proses tersebut sedang dikaji secara menyeluruh sebelum diambil keputusan final.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

"Kalau masalah Whoosh, saya juga sampaikan ke semua menteri, kemarin juga ke Pak Purbaya, bahwa kita sedang mengevaluasi penyelesaian Whoosh ini secara keseluruhan dan komprehensif," ujar Rosan saat ditemui di JS Luwansa, Jakarta Selatan, Kamis (16/10).

Rosan menjelaskan bahwa tim Danantara telah menyiapkan beberapa opsi penyelesaian yang akan dibawa kepada kementerian terkait setelah kajian rampung. Dia memastikan semua opsi tersebut sedang dalam tahap diskusi dengan sejumlah kementerian terkait.

"Tentunya kita dalam evaluasi memberikan opsi satu, dua, tiga. Begitu nanti evaluasinya sudah selesai secara baik dan matang, baru kita akan membawa opsi-opsi ini kepada kementerian terkait," jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa proses ini tidak hanya melibatkan satu lembaga, melainkan sejumlah kementerian, seperti Kementerian Perhubungan, Kementerian Koordinator, Kementerian Keuangan, serta instansi lainnya.

"Evaluasi ini tentunya akan kita finalisasi segera, dan baru kita bawa untuk diambil keputusan bersama terbaik. Itu yang akan kita lakukan," tegas Rosan.

Pendapat Menteri Keuangan Mengenai Pembayaran Utang Whoosh

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyarankan agar Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) membayar utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) tidak menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dalam rapat perdana Dewan Pengawas (Dewas) Danantara, Purbaya menyampaikan agar Danantara bisa membayar dengan memanfaatkan dividen dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebesar Rp 2 triliun per tahun.

"Sudah saya sampaikan, karena Danantara menerima dividen dari BUMN sekitar Rp 90 triliun. Itu cukup untuk menutup Rp 2 triliun bayaran tahunan untuk kereta api cepat," ujar Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui di Kantor Danantara, Jakarta Selatan, Rabu (15/10).

Ia menegaskan bahwa posisi pemerintah sudah jelas bahwa pembayaran utang Whoosh sebaiknya dilakukan tanpa mengandalkan APBN. Namun, ia menyayangkan bahwa paling besar masih ditaruh ke obligasi yang notabene bagian dari Surat Utang Negara (SUN).

Padahal, ia meyakini dividen yang diterima Danantara akan lebih banyak setiap tahunnya. "Dan saya yakin uangnya setiap tahun lebih banyak. Dan sebagian akan ditaruh di obligasi, punya saya lagi, pemerintahan lagi," tambahnya.

Opsi Penyelesaian yang Sedang Dikaji

Proses evaluasi yang dilakukan oleh Danantara mencakup berbagai opsi penyelesaian utang Whoosh. Beberapa alternatif yang sedang dipertimbangkan antara lain:

  • Penggunaan dividen BUMN: Salah satu opsi utama yang disarankan oleh Menteri Keuangan adalah penggunaan dividen dari BUMN yang diterima oleh Danantara. Dengan jumlah dividen yang mencapai sekitar Rp 90 triliun per tahun, hal ini dinilai cukup untuk menutupi biaya pembayaran utang Whoosh sebesar Rp 2 triliun per tahun.

  • Kolaborasi dengan kementerian terkait: Tim Danantara sedang melakukan kajian mendalam bersama berbagai kementerian, termasuk Kementerian Perhubungan, Kementerian Koordinator, dan Kementerian Keuangan. Tujuannya adalah untuk memastikan keputusan yang diambil dapat diimplementasikan secara efektif dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

  • Pembiayaan alternatif: Selain penggunaan dividen BUMN, Danantara juga sedang mengevaluasi opsi pembiayaan alternatif lainnya. Hal ini bertujuan untuk memperkuat struktur keuangan dan meminimalkan risiko terhadap kinerja operasional proyek.

Tantangan dan Harapan

Meskipun ada harapan bahwa pembayaran utang Whoosh tidak akan mengandalkan APBN, tantangan tetap ada. Salah satunya adalah memastikan bahwa dana yang digunakan benar-benar sesuai dengan aturan dan tidak menimbulkan beban finansial yang berlebihan bagi pemerintah.

Selain itu, penting untuk memastikan bahwa semua pihak terkait, termasuk para investor dan stakeholder, merasa puas dengan solusi yang diambil. Dengan demikian, proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan