
Kabar Duka: Kematian Panglima TPNPB Kodap VIII Intan Jaya
Panglima Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Kodap VIII Intan Jaya, Brigjend Undius Kogoya, dilaporkan meninggal dunia pada Rabu (22/10/2025). Ia ditemukan meninggal di Kampung Jae, Distrik Wandai, Kabupaten Intan Jaya. Kabar ini dibenarkan oleh Kapolres Intan Jaya, Kompol Sofian Samakori, yang menyatakan bahwa kematian Undius Kogoya disebabkan oleh sakit. Namun, penyakit apa yang dideritanya hingga kini masih belum diketahui secara pasti.
Kabar duka ini juga disampaikan oleh Sebby Sambom, Jubir TPNPB OPM dalam Siaran Pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB. Ia secara resmi mengumumkan duka nasional kepada seluruh pasukan TPNPB di 36 komando daerah pertahanan di seluruh tanah Papua. Selain itu, kabar ini juga disampaikan kepada diplomat Papua Merdeka di seluruh dunia.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
TPNPB atau Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat merupakan sayap militer dari Organisasi Papua Merdeka (OPM), sebuah gerakan separatis yang menuntut kemerdekaan Papua dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Undius Kogoya adalah pemimpin yang dikategorikan sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) oleh aparat Indonesia, khususnya di wilayah Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Kelompok yang dipimpinnya beroperasi di wilayah Intan Jaya dan sempat aktif pula di wilayah lain seperti Kabupaten Paniai dan Kabupaten Mimika.
Rekam Jejak Kejahatan Undius Kogoya
Berikut adalah beberapa kejahatan yang dilakukan oleh kelompok Undius Kogoya:
- 8 Agustus 2020: Serentetan tembakan di wilayah Kampung Oesiga, Kabupaten Intan Jaya, dalam peristiwa nihil adanya korban jiwa.
- 15 Agustus 2020: Penembakan terhadap tukang ojek di Intan Jaya, dalam peristiwa itu tukang ojek bernama Laode Janudin tewas dilokasi kejadian.
- 18 Agustus 2020: Pembakaran terhadap escavator di Intan Jaya hingga menyebabkan hangus.
- 14 September 2020: Penembakan terhadap 2 orang tukang ojek di Distrik Sugapa Intan Jaya, hingga melukai Laode dan Fatur.
- 17 September 2020: Penganiayaan terhadap masyarakat sipil di Kampung Bilogai, Distrik Sugapa, Intan Jaya, hingga menyebabkan seorang warga bernama Badawi meninggal dunia.
- 17 September 2020: Terlibat kontak tembak dengan personel Satgas Apter Hitadipa di Kampung Sugapa Lama, hingga menyebabkan Serka Sahlan meninggal dunia.
- 18 September 2020: Penembakan terhadap pesawat yang akan mengevakuasi Serka Sahlan di Intan Jaya.
- 19 September 2020: Kontak tembak dengan personel Satgas Apter Hitadipa di Kampung Hitadipa, Intan Jaya hingga menyebabkan Pratu Dwi Akbar meninggal dunia. Lalu kontak tembak juga dengan personel Koramil persiapan Hotadipa, akibatnya pendeta Yeremias Y tewas tertembak.
- 23 September 2020: Penembakan terhadap Apkam di depan kantor Bupati Intan Jaya.
- 25 September 2020: Kontak tembak dengan Apkam TNI di Bandara Sugapa.
- 30 September 2020: Aksi penembakan terhadap Mapolsek Sugapa.
- 4 Oktober 2020: Aksi penembakan terhadap rombongan Dir Krimum dan Dasat Brimob di Distrik Sugapa.
- 5 Oktober 2020: Aksi kontak tembak dengan personel TNI/Polri di Kodim Apter Distrik Sugapa.
- 7 Oktober 2020: Aksi penembakan oleh OTK terhadap pewarta Agustinus Duwitau di Damogoa hingga terluka.
- 8 Oktober 2020: Aksi penembakan terhadap pesawat di Bandara Bilogal Intan Jaya.
- 9 Oktober 2020: Aksi penembakan rombongan Tim Pencari Fakta Kemenkopolhukam di Distrik Sugapa, atas kejadian anggota TPF Bambang terluka dan Sertu Faisal dan Pratu Ginanjar terluka.
Operasi TNI Menghadapi Kelompok Bersenjata
TNI berhasil menumpas kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Operasi yang berlangsung sejak pukul 04.00 hingga 05.00 Waktu Indonesia Timur (WIT) itu menewaskan 18 anggota OPM. Operasi ini menargetkan kelompok bersenjata di bawah pimpinan Daniel Aibon Kogoya, Undius Kogoya, dan Josua Waker.
Operasi dilakukan oleh Satgas Habema TNI dengan sasaran Kampung Titigi, Ndugusiga, Jaindapa, Sugapa Lama, dan Zanamba. Menurut Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen Kristomei Sianturi, operasi ini dilakukan secara terukur, profesional, dan mengutamakan keselamatan warga sipil. TNI juga mengamankan senjata api, amunisi, busur panah, serta bendera Bintang Kejora dan alat komunikasi.
Peran TNI dalam Melindungi Rakyat Papua
Menurut Kristomei, kehadiran TNI untuk memberikan pelayanan kesehatan, edukasi, dan pengamanan pembangunan jalan ke Hitadipa, justru dimanipulasi oleh kelompok OPM yang menjadikan warga sebagai tameng dan menyebarkan narasi ancaman terhadap masyarakat. Pernyataan tersebut, menurut Kristomei, menegaskan bahwa TNI hadir dengan niat tulus melindungi dan melayani rakyat, bukan untuk menebar ketakutan.
Sugapa Lama dan Kampung Bambu Kuning kini dinyatakan steril dari gangguan kelompok separatis tersebut. Seluruh personel TNI dinyatakan dalam kondisi aman. Saat ini pasukan masih disiagakan di sejumlah sektor strategis guna mengantisipasi kemungkinan pergerakan kelompok sisa. Kelompok ini diketahui kerap melakukan kekerasan terhadap warga sipil, termasuk pembakaran rumah, penyanderaan guru dan tenaga kesehatan, hingga penyerangan terhadap fasilitas umum dan proyek pembangunan.