Jejak Waktu di Atas Kanvas

admin.aiotrade 16 Des 2025 4 menit 14x dilihat
Jejak Waktu di Atas Kanvas
Jejak Waktu di Atas Kanvas

Pameran Lukisan Bertajuk "Jejak Waktu"

Pameran lukisan bertajuk Jejak Waktu diselenggarakan di Beri Kopi, Jalan Raya Samarang No.38, Langensari, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat dari 15 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026. Pameran ini menawarkan pengalaman visual yang mendalam, dengan karya-karya seni yang menggambarkan waktu sebagai memori, momentum, dan proses.

Dado Bima Sena, seorang perupa yang telah aktif di tingkat lokal hingga nasional, menjelaskan bahwa waktu adalah entitas yang tidak terlihat, namun dampaknya sangat jelas dalam kehidupan manusia. Ia menyatakan bahwa dalam seni lukis, waktu bisa dibekukan, memberikan ruang untuk merenung dan melihat makna dari setiap detik.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Paradoks Waktu dan Gambar

Waktu bergerak cepat, tetapi dalam seni lukis, ia dipaksa untuk berhenti. Di pameran Jejak Waktu, para seniman mengundang kita untuk menyelami dimensi visual waktu melalui tiga pendekatan utama: sebagai memori, momentum, dan proses.

Waktu sebagai Memori (Masa Lalu)

Sebagian karya dalam pameran ini bertindak sebagai arsip ingatan. Mereka tidak hanya menggambarkan peristiwa, tetapi juga perasaan yang tertinggal. Sapuan warna yang pudar, tone sepia, serta objek-objek nostalgik menghadirkan kenangan yang menyentuh, seakan mengajak kita kembali ke masa lalu.

Lukisan-lukisan ini mengingatkan kita bahwa ingatan sering kali lebih tajam daripada kenyataan itu sendiri. Dado mengungkapkan bahwa karya-karya ini adalah cara untuk menyelamatkan sesuatu yang bisa terlupakan.

Waktu sebagai Momentum (Masa Kini)

Waktu juga merupakan momen-momen yang hanya terjadi sekali. Dalam karya-karya ini, para seniman menangkap detik yang krusial, saat-saat yang cepat berlalu namun begitu berarti. Goresan kuas yang dinamis dan ekspresif, serta permainan cahaya yang intens, menekankan bahwa momen ini adalah bagian dari kefanaan.

Dado menyebutkan bahwa pameran ini mengajak kita untuk berhenti sejenak, melihat sesuatu yang akan segera hilang, dan menemukan keindahan dalam ketidakkekalan. Ada karya yang menampilkan wajah-wajah yang sedang tersenyum atau burung yang tengah terbang, dengan setiap garis yang menggambarkan perjalanan hidup yang singkat.

Waktu sebagai Proses (Durasi)

Waktu tidak hanya dilihat dari apa yang terekam, tetapi juga dari bagaimana karya itu tercipta. Di sini, kita melihat waktu sebagai proses, sebagai jejak fisik dalam lukisan itu sendiri. Penumpukan lapisan cat, keretakan tekstur, hingga proses pengerjaan yang berlangsung berbulan-bulan menjadi bukti nyata dari dedikasi seorang perupa.

Lukisan adalah rekaman dari tubuh perupa yang bergerak dalam rentang waktu, sebuah performa visual dari perjalanan panjang yang kadang tak tampak. Dado menyampaikan bahwa bahkan bagi mereka yang tidak terbiasa mengamati seni lukis, sulit membayangkan betapa banyak waktu yang diperlukan untuk mencapai hasil yang memukau.

Waktu Lambat di Tengah Era Kecepatan

Di tengah dunia yang serba cepat, di mana segala sesuatu bisa didapatkan dalam hitungan detik melalui scroll culture di media sosial, lukisan memberikan kita ruang untuk merasakan waktu lambat (slow time). Ini adalah ajakan untuk berhenti sejenak, merenung, dan menghargai proses. Lukisan mengingatkan kita bahwa meskipun dunia terus berputar, ada cara untuk menangkap momen yang tak bisa didapatkan dengan cepat.

Melalui Jejak Waktu, pameran ini mengundang para apresiator seni untuk melihat lukisan tidak hanya sebagai objek estetika, tetapi juga sebagai cermin untuk merefleksikan perjalanan waktu kita sendiri.

Refleksi Pameran dan Pembukaan oleh Bupati Garut ke 26

Pameran ini tidak hanya menawarkan pengalaman visual, tetapi juga sebuah renungan mendalam tentang bagaimana kita memahami waktu dalam hidup kita. Dengan 19 perupa yang berpartisipasi, Jejak Waktu membawa kita pada perjalanan multidimensi, merentang dari masa lalu, menghidupkan detik-detik sekarang, hingga merekam proses panjang yang tak tampak.

Pameran ini dibuka pada 15 Desember 2025 oleh Bupati Garut ke-26 Dr. (Hc) H. Rudy Gunawan, S.H., MH., M.P., yang menyambut baik acara ini sebagai bentuk dukungan terhadap perkembangan seni di Garut. Dalam sambutannya, Rudy menekankan bahwa pameran ini adalah refleksi dari kemampuan masyarakat Garut untuk berinovasi, terutama dalam bidang seni, yang menjadi sarana penting dalam memperkaya pemahaman budaya lokal.

Di sisi lain, Iqbal Sanova, pengelola Beri Kopi, tempat penyelenggaraan pameran ini, juga menyampaikan sambutannya dengan antusias. Ia berharap pameran ini bisa menjadi titik balik bagi perkembangan seni rupa di Garut, serta membuka dialog antara seniman dan publik yang lebih luas.

Ajak Bergabung dan Rasakan Jejak Waktu

Dado mengimbau agar masyarakat tidak melewatkan kesempatan untuk menyelami spektrum waktu melalui karya seni yang menggugah dan penuh makna. Pameran ini bukan hanya tentang melihat, tetapi juga tentang merasakan dan merenung.

"Tunggu apa lagi? Ayo datang dan biarkan waktu mengalir di atas kanvas! Selamat datang di Jejak Waktu. Di sini, kita tidak hanya melihat masa lalu, tetapi merasakan perjalanan waktu itu sendiri," ujar Dado.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan