
Inisiatif Bank Indonesia dan Pemerintah Daerah untuk Menarik Investor di Sulawesi Selatan
Bank Indonesia bekerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota di Sulawesi Selatan (Sulsel) sedang berupaya keras untuk menarik investor dalam rangka merealisasikan sejumlah proyek potensial. Dari 23 proposal Investment Project Ready to Offer (IPRO) yang telah disusun, nilai berbagai proyek tersebut mencapai sekitar Rp8,55 triliun.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulsel Rizki Ernadi Wimanda menyampaikan bahwa melalui 64 pertemuan meeting yang telah dilakukan dengan para calon penanam modal, sebanyak 24 Letter of Intent (LoI) atau kesepakatan awal kerja sama bisnis berhasil dikumpulkan. Bahkan, sebanyak 27 calon investor telah menyatakan ketertarikan dari berbagai program yang ditawarkan.
Angka ini diumumkan dalam pelaksanaan Anging Mammiri Business Fair (AMBF) X South Sulawesi Investment Forum (SSIF) 2025 yang berlangsung beberapa waktu lalu. Jumlah ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu yang hanya ada 9 calon investor.
Beberapa investasi potensial di Sulsel yang saat ini serius digarap antara lain:
- Proyek Sistem Penyediaan Air Aman di Kota Parepare
- Industri Bioetanol Berbasis Limbah Pertanian di Kabupaten Bone
- Stadion Untia di Kota Makassar
- Industri Rumput Laut di Kabupaten Luwu
- Pabrik Garam Industri di Kabupaten Jeneponto
- Industri Penggilingan Padi di Kabupaten Luwu Timur
Rizki menjelaskan bahwa bersama Forum Percepatan Investasi, Perdagangan, dan Pariwisata Sulawesi Selatan (Pinisi Sultan), telah dilakukan kurasi berbagai proyek investasi strategis di seluruh kabupaten dan kota, yang dilaksanakan sejak Mei hingga Agustus 2025.
Peluasan jaring investasi tersebut diperkuat dengan upaya percepatan realisasi ekspor oleh para usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sebagai bagian dari langkah akselerasi pilar ekonomi di Sulsel.
Bank Indonesia melalui program UMKM REWAKO (Resilient, Worldclass, Agile, and Knowledgeable) telah membina 152 UMKM, di mana 70 di antaranya berhasil melakukan ekspor secara konsisten.
Pada forum AMBF X SSIF 2025, sebanyak 18 UMKM unggulan melakukan penandatanganan kerja sama dengan 30 buyer dari 17 negara. Negara-negara tersebut antara lain Malaysia, China, Jepang, India, Nepal, Thailand, Azerbaijan, Maldives, Uni Emirat Arab, Iran, Mesir, Arab Saudi, Pakistan, Australia, Rusia, Belanda, dan Indonesia.
Jumlah ini lebih banyak dibandingkan realisasi di kegiatan serupa tahun lalu yang hanya ada 12 buyer dari 10 negara.
"Di AMBF X SSIF 2025, kami berhasil memfasilitasi UMKM untuk membukukan komitmen ekspor senilai kurang lebih Rp228 miliar," ujar Rizki.