
aiotrade, MAKASSAR – Pemerintah Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) sedang membuka peluang kerja sama bagi pihak yang ingin berinvestasi pada proyek Sistem Penyediaan Air Aman (SPAM). Proyek ini bertujuan untuk menyediakan air minum yang dapat langsung dikonsumsi dari keran.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Parepare, Siti Rahmah Amir menjelaskan bahwa proyek ini diinisiasi sebagai solusi berkelanjutan terhadap berbagai masalah lingkungan, kesehatan masyarakat, serta efisiensi pelayanan publik di wilayah tersebut.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Air aman yang ditawarkan memiliki skema tarif yang lebih ekonomis dan transparan dibandingkan dengan air isi ulang yang biasa dikonsumsi masyarakat. Sebagai contoh, biaya air yang dialirkan melalui SPAM hanya Rp300 per liter atau sekitar Rp300.000 per meter kubik. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata biaya air isi ulang galon yang mencapai Rp315 per liter atau Rp315.000 per meter kubik. Bahkan, harga ini jauh di bawah harga air isi ulang dari merek ternama yang biasanya mematok harga pasar di atas Rp1.000 per liter atau Rp1 juta per meter kubik.
Proyek ini menggunakan teknologi yang mampu menyesuaikan kualitas air sesuai standar World Health Organization (WHO) dan Peraturan Menteri Kesehatan No. 2/2023. Targetnya adalah minimal 61.159 pelanggan, termasuk rumah tangga, sektor pemerintahan, industri kecil atau UMKM, sektor pariwisata seperti hotel dan restoran, serta beberapa tempat umum.
Pemerintah Kota Parepare mengajak investor untuk berpartisipasi dalam proyek ini dengan nilai investasi senilai Rp168,1 miliar. Kerja sama akan dilakukan melalui skema Business to Business (B2B) bersama Perusahaan Air Minum (PAM) Tirta Karajae dengan kontrak selama 20 tahun.
Menurut Siti Rahmah Amir, proyek ini dinilai sangat menjanjikan karena kembali modal diperkirakan hanya dalam waktu 9 tahun. Hal ini menunjukkan potensi keuntungan ekonomi yang besar serta jaminan keberlanjutan pelayanan air minum aman kepada masyarakat.
Selain itu, pemerintah telah menyiapkan lokasi proyek di atas lahan seluas 14.030 meter persegi. Status lahan tersebut adalah milik Pemerintah Kota Parepare dengan legalitas hak pakai.
Sumber air yang digunakan berasal dari Sungai Salo Karajae dengan kapasitas produksi awal sebesar 300 liter per detik. Namun, saat ini kapasitas produksi berkurang menjadi hanya 150 liter per detik akibat robohnya bendungan Salo Karajae beberapa waktu lalu.
Untuk mengatasi masalah ini, Siti Rahmah Amir membuka opsi investasi bendungan terlebih dahulu dengan perkiraan biaya sekitar Rp18 miliar. Jika ada investor yang tetap ingin membangun SPAM, estimasi biayanya akan meningkat hingga sekitar Rp176 miliar.
Plt. Direktur PAM Tirta Karajae Kota Parepare, Juhanna menjelaskan bahwa teknologi untuk menghasilkan air aman telah tersedia di laboratorium PAM Tirta Karajae. Melalui berbagai rangkaian uji coba, air tersebut dinyatakan aman untuk dikonsumsi secara langsung. Namun, untuk disalurkan ke masyarakat, belum layak karena jaringan pipa milik PAM Tirta Karajae sudah mulai korosi dan mengalami penumpukan sedimen.
"Oleh sebab itu, perlu adanya investasi agar air aman bisa memiliki jaringan pipa sendiri yang tidak terkontaminasi dengan apa pun," ucap Juhanna.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulsel, Rizki Ernadi Wimanda, mengungkapkan bahwa SPAM Parepare merupakan salah satu proyek investasi paling menjanjikan di Sulsel.
Investment Project Ready to Offer (IPRO) proyek ini telah disusun dan teruji, di mana mencakup detail proyek, kelayakan, hingga potensi keuntungan yang menjanjikan.
"Kami bersama Forum Percepatan Investasi, Perdagangan, dan Pariwisata Sulawesi Selatan (Pinisi Sultan) telah melakukan kurasi berbagai proyek investasi strategis di seluruh kabupaten dan kota, yang dilangsungkan sejak Mei hingga Agustus 2025. SPAM Parepare menjadi proyek paling potensial," kata Rizki.