Jelajah Ekonomi Sulsel 2025: Yayasan Hadji Kalla Tuntaskan Kemiskinan Ekstrem di 73 Desa Terpencil

admin.aiotrade 06 Des 2025 2 menit 16x dilihat
Jelajah Ekonomi Sulsel 2025: Yayasan Hadji Kalla Tuntaskan Kemiskinan Ekstrem di 73 Desa Terpencil


aiotrade,
MAKASSAR -
Yayasan Hadji Kalla telah menjalankan berbagai inisiatif untuk membantu mengentaskan kemiskinan dengan program Desa Bangkit Sejahtera (DBS) yang dimulai sejak 2015. Sampai saat ini, sudah ada 73 desa terpencil yang memiliki status miskin ekstrem dan telah diberdayakan oleh yayasan tersebut. Tujuan utama dari program ini adalah meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan.

Erny Rachmi Nurdin, Program Manager Community Development Lembaga Amil Zakat (LAZ) Hadji Kalla, menjelaskan bahwa kontribusi yang diberikan merupakan bentuk kepedulian Kalla Group terhadap wilayah-wilayah yang sering kali diabaikan. Fokus utamanya adalah peningkatan taraf ekonomi, kesejahteraan sosial, serta kelestarian lingkungan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Pemilihan lokasi binaan dilakukan berdasarkan hasil kolaborasi dengan Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PMK). Data lokus kemiskinan ekstrem digunakan sebagai acuan dalam menentukan desa-desa yang akan menjadi sasaran program. Desa yang dipilih harus memiliki jumlah penduduk miskin ekstrem minimal 30% dari total populasi. Hal ini memastikan bahwa intervensi tepat sasaran pada wilayah yang paling membutuhkan.

"Salah satu indikator yang kami gunakan untuk memilih calon desa binaan adalah indikator individu miskin ekstrem," ujar Erny Rachmi Nurdin kepada Tim Jelajah Ekonomi Sulsel 2025, Jumat (5/12/2025).

Program pemberdayaan dalam Desa Bangkit Sejahtera lebih menitikberatkan pada pengembangan komoditas pertanian. Sektor ini dinilai sangat potensial di wilayah Sulawesi, sehingga dampaknya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat. Contohnya adalah pelatihan teknik budidaya. Warga diberikan pelatihan intensif untuk meninggalkan metode konvensional, terutama dalam budidaya seperti nilam dan bawang merah.

Materi yang diajarkan mencakup pengaturan jarak tanam yang optimal dan metode penanggulangan hama yang efektif. Selain itu, masyarakat juga diberikan bantuan varietas unggul dalam bentuk bibit atau benih komoditas pertanian. Bantuan ini diharapkan bisa dikembangkan secara berkelanjutan.

"Alhamdulillah, tahun ini semua yang kami targetkan, misalnya peningkatan pendapatan masyarakat minimal 15% itu tercapai," kata Erny.

Dia menambahkan bahwa program Desa Bangkit Sejahtera dijalankan melalui tiga pilar utama yang saling mendukung untuk mencapai kesejahteraan komprehensif. Pertama, aspek ekonomi, yaitu dengan meningkatkan pendapatan dan taraf ekonomi masyarakat melalui pengembangan komoditas unggulan dan teknik budidaya modern. Kedua, aspek sosial, dengan meningkatkan kesejahteraan sosial yang mencakup kesehatan, keterampilan, dan pendidikan. Ketiga, aspek lingkungan, dengan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mitigasi bencana.

"Dengan mengintegrasikan ketiga aspek ini, Yayasan Hadji Kalla berharap desa-desa binaan tidak hanya terlepas dari status miskin ekstrem, tetapi juga menjadi mandiri, sehat secara sosial, dan sadar akan kelestarian lingkungan hidupnya," tutup Erny.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan