
Persiapan Perjalanan Menjelang Nataru 2025/2026
Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, masyarakat dihadapkan pada tingginya mobilitas perjalanan. Baik untuk liburan, mudik, maupun kunjungan keluarga, situasi ini sering kali menjadi momen yang dinantikan. Namun, bersamaan dengan itu, juga hadir berbagai risiko yang perlu diperhatikan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Periode akhir tahun kerap menjadi salah satu masa tersibuk dalam sektor transportasi dan pariwisata. Dengan jumlah penumpang yang meningkat drastis, potensi risiko perjalanan juga semakin besar dibandingkan hari biasa. PT Sompo Insurance Indonesia mengingatkan bahwa persiapan perjalanan tidak hanya berkaitan dengan pemilihan destinasi dan akomodasi, tetapi juga mitigasi risiko yang mungkin terjadi selama perjalanan.
Risiko tersebut dapat berupa keterlambatan atau pembatalan penerbangan, kehilangan atau keterlambatan bagasi, hingga kondisi darurat kesehatan. Head of Travel Management & Direct Retail Sompo Insurance Maria Susana menjelaskan bahwa momen akhir tahun selalu identik dengan meningkatnya aktivitas bepergian masyarakat.
“Akhir tahun selalu memiliki cara untuk membuat kita kembali bersemangat. Aroma liburan, entah itu staycation bersama keluarga, liburan ke luar negeri, atau sekadar pulang kampung untuk berkumpul dengan orang tersayang, menjadi momen yang selalu ditunggu. Namun perlu diingat, musim liburan membawa tantangan tersendiri, selalu ada risiko yang perlu diantisipasi,” ujar Maria dalam keterangan tertulis.
Prediksi Puncak Arus Perjalanan
Data Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menunjukkan bahwa puncak arus perjalanan pada masa libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026 diperkirakan terjadi pada 24 Desember 2025. Pada tanggal tersebut, jumlah pergerakan masyarakat diprediksi mencapai 17,18 juta orang. Sementara itu, puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 2 Januari 2026 dengan jumlah pergerakan sekitar 20,81 juta orang.
Lonjakan volume penumpang pada periode tersebut berpotensi memicu berbagai gangguan perjalanan. Kepadatan jadwal transportasi dapat meningkatkan kemungkinan keterlambatan atau pembatalan penerbangan. Selain itu, risiko bagasi tertukar atau hilang juga cenderung meningkat, seiring tingginya aktivitas di bandara dan terminal.
Faktor eksternal lain seperti cuaca yang sulit diprediksi serta kondisi di lokasi tujuan turut menjadi tantangan selama musim liburan. Di sisi lain, aktivitas wisata juga berpotensi memicu gangguan kesehatan atau kecelakaan ringan yang memerlukan penanganan medis.
Perlindungan Tambahan Selama Perjalanan
Menurut Maria, kondisi tersebut membuat perlindungan tambahan selama perjalanan menjadi salah satu hal yang perlu dipertimbangkan masyarakat. Ia menilai, peningkatan volume perjalanan secara langsung berbanding lurus dengan potensi risiko yang muncul.
“Perlindungan perjalanan bukan lagi sekadar opsi, tetapi kebutuhan. Saat volume perjalanan meningkat dan potensi risiko bertambah, memiliki asuransi perjalanan dapat memberikan ketenangan ekstra,” kata Maria.
Sompo Insurance mencatat, kebutuhan perlindungan perjalanan tidak hanya datang dari pelancong internasional, tetapi juga dari masyarakat yang melakukan perjalanan domestik. Produk asuransi perjalanan yang ditawarkan mencakup perlindungan untuk perjalanan dalam negeri maupun luar negeri, dengan cakupan antara lain jaminan medis darurat, kompensasi keterlambatan atau pembatalan perjalanan, serta perlindungan atas kehilangan atau keterlambatan bagasi.
Selain itu, tersedia pula layanan bantuan yang dapat diakses selama 24 jam, termasuk pada periode libur panjang. Layanan tersebut mencakup bantuan medis darurat dengan sistem nontunai, serta dukungan informasi dan pendampingan apabila terjadi kendala selama perjalanan.
“Liburan akhir tahun seharusnya diisi dengan kebersamaan, kehangatan, dan kenangan indah, bukan stres atau ketidakpastian,” ujar Maria.