Jemaah haji Iran tiba di Arab Saudi

Jemaah haji Iran tiba di Arab Saudi


Jemaah haji 2026 dari berbagai negara mulai tiba di Arab Saudi, termasuk jemaah dari Iran. Kloter pertama jemaah haji Iran telah tiba di Madinah pada hari Sabtu, 25 April, diikuti oleh kloter kedua yang tiba pada 28 April.

Penerbangan jemaah haji Iran dilakukan menggunakan pesawat milik Iran Air dari Bandara Internasional Imam Khomenei. Jumlah jemaah dan petugas yang terlibat dalam penerbangan ini adalah sebanyak 121 orang. Dalam video yang dirilis oleh media pemerintah Iran, terlihat jemaah melewati prosesi mencium Al-Quran sebelum memasuki pesawat. Mereka mengenakan pakaian biasa dan melakukan niat sebagai haji tamattu.

Pemberangkatan jemaah ini juga menjadi tanda dibukanya kembali bandara yang sempat ditutup setelah serangan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026.


Selain tujuan ke Madinah, bandara tersebut juga melayani penerbangan ke Muscat dan Istanbul pada hari yang sama. Beberapa jam setelah pemberangkatan, pesawat Iran Air yang membawa jemaah haji tiba di Bandara Internasional Madinah. Jemaah tampak turun dari tangga pesawat dan mulai menjalani proses pemeriksaan.


Pertimbangan via Darat
Sebelumnya, otoritas haji Iran mempertimbangkan untuk mengirim jemaah haji ke Arab Saudi melalui jalur darat via Irak jika situasi geopolitik masih buruk. Namun, saat ini perang telah memasuki gencatan sejata, sehingga penerbangan dianggap aman untuk dilakukan.


Pada masa lalu, jemaah haji Iran pernah melakukan perjalanan melalui darat saat kembali ke negaranya setelah perang Iran-Israel pada Juni 2025. Saat itu, penerbangan udara ke Iran masih ditutup akibat ketegangan politik yang tinggi.

Jemaah Iran Dilayani dengan Baik
Duta Besar Iran untuk Arab Saudi, Ali Reza Enayati, menyampaikan kepada media Saudi Asharq Al-Awsat bahwa jemaah haji dari Iran mendapatkan pelayanan yang baik di Arab Saudi.

“Jemaah mendapatkan pelayanan yang baik dari Kerajaan Arab Saudi, sebagaimana juga diberikan kepada seluruh jemaah lainnya, dan sebagaimana yang telah diterima jemaah Iran pada tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya pada 26 April.

Hubungan antara Iran dan Arab Saudi sempat memanas setelah perang 40 hari antara AS-Israel dan Iran. Iran membalas serangan AS-Israel dengan menyerang sejumlah target militer AS di wilayah Saudi. Namun, kini suasana semakin stabil dan hubungan bilateral mulai pulih.