
Jembatan Cikaleho di Ciamis Rusak, Akses Jalan Nasional Terancam Putus
Jembatan Cikaleho yang berada di Desa Buniseuri, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis mengalami kerusakan parah. Sebagian badan jembatan runtuh pada Sabtu 8 November 2025 pagi, sehingga menyebabkan jalan nasional Ciamis-Cirebon terancam putus. Saat ini, arus lalu lintas di lokasi kejadian dilakukan dengan sistem bergantian.
Di lokasi kejadian, terlihat sejumlah pekerja sedang menutup bagian jembatan yang rusak menggunakan terpal. Mereka juga membuat benteng dari tumpukan karung berisi pasir untuk mencegah air masuk ke area yang rusak. Selain itu, garis polisi dipasang di sekitar lokasi agar masyarakat tidak mendekati titik yang berbahaya.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Jembatan tersebut terakhir kali diperbaiki pada tahun 1993/1994, dengan anggaran berasal dari APBN. Panjang jembatan yang diperbaiki adalah 15 meter. Namun, konstruksi jembatan masih menggunakan gorong-gorong dengan diameter 2 meter. Hal ini menunjukkan bahwa struktur jembatan sudah cukup tua dan rentan terhadap kerusakan.
Menurut Tatang, warga setempat, kejadian ini terjadi sekitar pukul 4.00 WIB. Malam sebelumnya, terjadi hujan lebat dalam waktu yang cukup lama, sehingga menyebabkan banjir. Ia menjelaskan, sebelum kejadian, tanah di bagian bawah jembatan mulai terkikis oleh air. Kondisi ini telah terjadi sejak beberapa bulan lalu.
Camat Cipaku, Raden Henriana, yang datang langsung ke lokasi kejadian, menyampaikan harapan agar jembatan segera diperbaiki. Menurutnya, akses jalan nasional ini menjadi urat nadi perekonomian masyarakat. "Saya berharap perbaikan dilakukan secepatnya. Jalan nasional ini sangat penting bagi kehidupan ekonomi masyarakat," ujarnya.
Pihak Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (DPUPRP) Kabupaten Ciamis juga sedang melakukan kajian mendalam mengenai perbaikan jembatan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menutup bagian jembatan yang runtuh dengan terpal. Tujuannya adalah mencegah kerusakan semakin meluas. Selain itu, pihak dinas juga memasang tanggul dari karung berisi pasir untuk mencegah air masuk ke area yang ditutup terpal.
Selain itu, pihak DPUPRP menunggu kedatangan alat berat dari Cirebon. Alat berat ini diperlukan untuk mempercepat proses penanggulangan darurat. Dengan adanya alat berat, diharapkan perbaikan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.
Permasalahan Struktur Jembatan yang Tua
Jembatan Cikaleho memiliki usia yang cukup lama, yaitu sejak diperbaiki pada tahun 1993/1994. Meskipun telah diperbaiki, struktur yang digunakan masih menggunakan gorong-gorong dengan diameter 2 meter. Hal ini menunjukkan bahwa jembatan tersebut belum sepenuhnya memadai untuk menopang beban lalu lintas yang semakin meningkat.
Kondisi jembatan yang tua dan kurang optimal menjadi salah satu faktor penyebab kerusakan. Selain itu, pengaruh cuaca seperti hujan deras dan banjir juga turut berkontribusi pada kerusakan jembatan. Dengan kondisi seperti ini, diperlukan perawatan dan perbaikan yang lebih intensif agar jembatan dapat bertahan lebih lama dan aman untuk digunakan.
Kebutuhan Perbaikan Jembatan
Perbaikan jembatan merupakan hal yang sangat mendesak. Jalan nasional Ciamis-Cirebon tidak hanya menjadi jalur utama transportasi, tetapi juga menjadi penghubung antar daerah yang penting untuk aktivitas ekonomi. Jika jembatan terus mengalami kerusakan, maka akan berdampak pada mobilitas masyarakat dan aktivitas perdagangan.
Dengan adanya perbaikan, diharapkan akses jalan dapat kembali normal dan memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan. Selain itu, perbaikan juga akan membantu mencegah terjadinya kecelakaan akibat kondisi jembatan yang tidak stabil.