Jembatan Cipedak di Kuningan Terancam Roboh Akibat Abrasi

admin.aiotrade 12 Nov 2025 2 menit 14x dilihat
Jembatan Cipedak di Kuningan Terancam Roboh Akibat Abrasi
Jembatan Cipedak di Kuningan Terancam Roboh Akibat Abrasi

Jembatan Sungai Cipedak Terancam Ambruk Akibat Abrasi

Jembatan Sungai Cipedak yang terletak di Dusun Cipin RT 7 RW 1, Desa Cijemit, Kecamatan Ciniru, Kabupaten Kuningan, kini dalam kondisi mengkhawatirkan. Jembatan dengan panjang 43 meter, tinggi 12 meter, dan lebar 4 meter ini berisiko ambruk akibat abrasi yang terjadi sejak Senin, 10 November 2025 malam, sekitar pukul 20.30.

Beberapa bagian penyangga jembatan, yang menjadi penghubung tiga desa yaitu Desa Cijemit, Desa Gunungmanik, dan Desa Pinara, mengalami retakan dan penurunan sekitar 30 sentimeter. Hal ini menimbulkan kekhawatiran besar bagi warga setempat yang sering menggunakan jembatan tersebut sebagai akses utama.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Untuk menghindari risiko kecelakaan, aparat desa bersama warga dan aparat keamanan memasang rambu-rambu dari bahan bambu. Selain itu, pihak desa juga telah berkoordinasi dengan aparat kecamatan, TNI, Polri, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan untuk melakukan evaluasi dan tindakan lebih lanjut.

Menurut Indra Bayu Permana, Kepala BPBD Kabupaten Kuningan, beberapa bagian jembatan terkikis oleh aliran Sungai Cipedak. Hal ini menyebabkan retakan dan ancaman ambruk. Ia menjelaskan bahwa saat ini, Sungai Cipedak tidak dapat dilalui kendaraan bermotor. Tim asesmen telah diturunkan untuk mengevaluasi kondisi jembatan. Aparat terkait juga sudah meninjau langsung lokasi.

Selain itu, Indra menyampaikan bahwa langkah-langkah selanjutnya akan dikoordinasikan dengan pihak desa dan instansi terkait lainnya.

Akses Alternatif dan Pemantauan

Dalam hal akses alternatif, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Kuningan, Tedi Sukmajayadi, menyatakan bahwa jembatan masih bisa dilalui sepeda motor. Untuk kendaraan mobil kecil, meskipun masih bisa melintas, namun warga diminta untuk antre atau gantian sesuai arahan petugas yang disiagakan oleh pemerintah desa.

Tedi juga memberikan informasi tentang akses alternatif yang bisa digunakan oleh warga. Jika cuaca tidak hujan, warga dapat memutar arah ke barat Cijemit. Sementara itu, untuk akses ke Desa Gunung Manik, warga bisa melewati arah Pinara lalu lanjut ke Cipedes.

Langkah Pencegahan dan Evaluasi

Pihak desa dan instansi terkait terus memantau situasi jembatan secara berkala. Evaluasi kondisi jembatan dilakukan untuk memastikan keamanan dan keselamatan masyarakat. Selain itu, upaya pencegahan seperti pemasangan rambu-rambu dan pengaturan lalu lintas tetap dilakukan.

Kondisi jembatan yang semakin memprihatinkan ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah dan masyarakat sekitar. Harapan besar terpasang pada solusi jangka panjang agar jembatan kembali aman dan layak digunakan.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan