Jembatan Desa di Brebes Ambrol Akibat Banjir, Satu Orang Tewas Saat Makan Nasi Goreng

admin.aiotrade 10 Nov 2025 3 menit 13x dilihat
Jembatan Desa di Brebes Ambrol Akibat Banjir, Satu Orang Tewas Saat Makan Nasi Goreng
Jembatan Desa di Brebes Ambrol Akibat Banjir, Satu Orang Tewas Saat Makan Nasi Goreng

Jembatan Penghubung Antardesa di Brebes Terputus Akibat Banjir

Jembatan penghubung antar desa di Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah terputus setelah diterjang banjir bandang pada Sabtu (9/11/2025). Jembatan Sungai Cibiuk yang menjadi akses utama warga dari Desa Bangbayang ke Desa Bantarwaru dan sebaliknya kini tidak dapat digunakan. Hal ini memaksa warga untuk mencari jalur alternatif agar bisa melintasi wilayah tersebut.

Desa Bangbayang berada di selatan pusat pemerintahan Kabupaten Brebes. Dari pusat kota Brebes, jarak tempuh ke Desa Bangbayang sekitar satu jam jika menggunakan jalur darat. Namun, dengan kondisi jembatan yang rusak, warga kini harus menempuh perjalanan lebih jauh, seperti melewati Sindangwangi, untuk bisa mencapai tujuan mereka.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Sebelum jembatan putus, kawasan sekitar lokasi diguyur hujan lebat sejak sore hari. Hujan deras tersebut menyebabkan debit air sungai meningkat hingga mengancam struktur jembatan. Arus yang deras akhirnya berhasil menyapu jembatan, sehingga mengakibatkan kerusakan parah.

AKP Lukas Subekti, Kapolsek Bantarkawung, langsung turun ke lokasi kejadian untuk menutup akses jembatan yang rusak. Ia memasang police line di sekitar area untuk mencegah warga mendekati titik yang berbahaya. "Anggota kami sudah memasang police line agar masyarakat tidak mendekati lokasi ambruknya jembatan," ujar AKP Lukas. Ia berharap pemerintah segera melakukan perbaikan agar akses warga tidak terganggu.

Korban Jiwa Akibat Jembatan yang Rusak

Korban jiwa pun terjadi akibat jembatan yang rusak. Satu dari tiga pemuda yang melintas di jembatan tersebut terperosok dan ditemukan tewas. Korban bernama Bani Saputra (16 tahun), bersama dua temannya, Jonathan Prasetya (17) dan Meikel Akbar Maulana (18). Mereka melintasi jembatan saat pulang dari beli nasi goreng di tengah hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Brebes.

Saat berangkat, jembatan masih dalam kondisi layak. Namun, saat pulang, jembatan telah patah akibat banjir. Ketiganya tidak menyadari bahaya dan menerobos jembatan, hingga akhirnya terperosok ke bawah. Beberapa saat kemudian, seorang perangkat desa yang ingin melintas jembatan tersebut berhenti karena melihat kondisi jembatan yang rusak. Saat memeriksa lokasi, ia menemukan ketiga korban terperosok.

Perangkat desa langsung meminta bantuan warga sekitar untuk membantu evakuasi. Setelah dievakuasi, Bani dinyatakan meninggal dunia. Sementara dua rekannya mengalami luka-luka. Pihak kepolisian langsung melakukan olah TKP setelah menerima laporan. Aipda Tri Asrori, Kanit Reskrim Polsek Bantarkawung, memastikan bahwa korban meninggal dunia sudah dimakamkan.

Untuk mencegah adanya korban susulan, pihak kepolisian memasang garis polisi di lokasi kejadian. "Kami memasang Police Line di lokasi kejadian untuk menghindari adanya korban lain," ujar Aipda Tri Asrori. Ia juga mengimbau masyarakat lebih berhati-hati saat berkendara, terutama di malam hari.

Kondisi Jalur Alternatif dan Upaya Perbaikan

Warga yang terdampak jembatan yang rusak kini harus mencari jalur alternatif. Beberapa opsi yang tersedia termasuk melewati daerah lain yang jauh lebih jauh. Meskipun demikian, masyarakat tetap berharap pemerintah segera melakukan perbaikan jembatan agar akses tidak terganggu.

Selain itu, warga juga meminta agar keamanan dan keselamatan pengguna jalan diperhatikan, terutama di daerah rawan banjir. Mereka berharap pihak berwenang dapat memberikan informasi secara cepat dan akurat mengenai kondisi jembatan serta ancaman banjir.

Dengan situasi seperti ini, penting bagi masyarakat untuk selalu waspada dan mematuhi aturan yang diberlakukan oleh pihak berwenang. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tidak mengabaikan anjuran dari petugas dan menjaga keselamatan diri sendiri maupun orang lain.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan