
Kondisi Jembatan yang Ambruk dan Upaya Perbaikan
Jembatan penghubung antara Dusun 3 dan Dusun 4 di Desa Towale, Kecamatan Banawa Tengah, Kabupaten Donggala, mengalami kerusakan parah akibat diterjang banjir pada Juli 2025 lalu. Akibatnya, akses vital bagi warga dan nelayan terganggu, khususnya dalam pengangkutan hasil laut seperti ikan roa.
Sejak kejadian tersebut, bagian ujung jembatan dari arah Dusun 4 ambruk. Warga terpaksa membuat jalur darurat dengan menumpuk pasir dan karung berisi pasir, yang kemudian ditopang oleh batang pohon kelapa. Saat ini, jalur darurat tersebut telah ditopang oleh kayu. Namun, kondisi ini menyebabkan pengendara harus ekstra hati-hati saat melintas. Beberapa pengendara bahkan nyaris terjatuh karena permukaan penopang yang tidak rata.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Meski tersedia jalur alternatif melalui Jalan Pusat Laut, jaraknya lebih jauh sekitar 3 kilometer. Selain itu, warga juga harus melewati tanjakan yang dikenal dengan sebutan Tanah Lei (tanah merah). Hal ini memberikan tantangan tambahan bagi masyarakat setempat.
Langkah Lanjutan Pemerintah Desa Towale
Kepala Desa Towale, Mohammad Subhan, menjelaskan bahwa proposal pembangunan kembali jembatan tersebut telah disampaikan ke Gubernur Sulawesi Tengah dan mendapat respons positif. "Alhamdulillah, dari dua proposal yang kami masukkan, salah satunya Jembatan penghubung Dusun 3 dan Dusun 4 sudah diterima oleh Pak Gubernur," ujarnya dengan senyum di wajahnya.
Subhan menambahkan bahwa Dinas Bina Marga Sulteng telah turun langsung meninjau lokasi dan melakukan pengukuran. Panjang bentangan jembatan mencapai 117 meter. Dalam usulan terbaru, lebar jembatan direncanakan mengalami perubahan dari sebelumnya 2 meter menjadi 3,5 meter agar dapat dilalui kendaraan roda empat.
Rencananya, pengerjaan jembatan akan dimulai pada Januari 2026. Subhan juga menegaskan pentingnya dukungan masyarakat agar rencana pembangunan dapat berjalan lancar. "Sebesar apa pun niat pemerintah membangun, harus ada dukungan masyarakat agar tidak sulit terealisasi," katanya.
Pentingnya Akses Jembatan bagi Nelayan
Jembatan tersebut merupakan akses vital bagi warga, khususnya nelayan yang mengangkut hasil tangkapan menuju jalan raya. Desa Towale dikenal sebagai salah satu sentra ikan roa. Dengan adanya jembatan yang rusak, proses pengangkutan hasil laut menjadi sangat terhambat, sehingga memengaruhi ekonomi para nelayan.
Dengan rencana pembangunan kembali jembatan, diharapkan dapat mempercepat proses pengangkutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Proses ini juga menjadi langkah penting dalam memastikan kelancaran transportasi dan keberlanjutan aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.
Rencana dan Tantangan dalam Pembangunan
Pembangunan jembatan yang direncanakan mulai Januari 2026 akan melibatkan berbagai pihak, termasuk Dinas Bina Marga Provinsi Sulawesi Tengah. Proses ini tentu akan menghadapi berbagai tantangan, seperti kondisi geografis dan cuaca yang bisa memengaruhi pekerjaan. Namun, dengan dukungan penuh dari masyarakat dan pemerintah, diharapkan jembatan dapat segera dibangun dan berfungsi optimal.
Selain itu, perlu adanya koordinasi yang baik antara pihak terkait untuk memastikan proses pembangunan berjalan sesuai rencana. Hal ini termasuk dalam pengelolaan anggaran, pemilihan bahan material, dan pengawasan kualitas konstruksi.
Dengan adanya jembatan yang kuat dan layak, masyarakat akan memiliki akses yang lebih baik ke berbagai fasilitas umum dan pasar. Ini akan menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas hidup dan memperkuat perekonomian daerah.