
Pada liburan akhir tahun 2025 hingga 2026, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diprediksi akan menjadi destinasi utama bagi para wisatawan. Khususnya, kawasan Jalan Malioboro yang terkenal sebagai pusat perbelanjaan dan wisata budaya. Namun, karena adanya penutupan sementara Jembatan Kewek, wisatawan luar kota diharapkan memperhatikan rute alternatif agar tidak mengalami kemacetan.

Rekayasa lalu lintas ini menyebabkan kendaraan dilarang melintasi jembatan tersebut dan harus memutar melalui Stadion Kridosono. Hal ini berpotensi menyebabkan kemacetan di sekitar area tersebut. Untuk menghindari hal tersebut, pihak dinas perhubungan DIY memberikan beberapa rekomendasi kepada wisatawan yang ingin berkunjung ke Malioboro.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kepala Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta, Chrestina Erni Widyastuti, menyarankan wisatawan menggunakan transportasi umum, terutama TransJogja. Menurut Erni, penggunaan TransJogja dapat memudahkan akses ke kawasan Malioboro.
Beberapa jalur TransJogja yang direkomendasikan antara lain:
Wisatawan dari arah utara atau Terminal Jombor disarankan menggunakan jalur 8 dan 9.
Bagi yang datang dari selatan atau wilayah Bantul, jalur 15 dari Terminal Palbapang adalah pilihan terbaik.
Pengunjung dari arah barat atau Halte Gamping dapat menggunakan jalur 6 dan 10.
Sementara itu, wisatawan dari timur arah Terminal Prambanan disarankan menggunakan jalur 1A.
Selain itu, Erni juga menyarankan penggunaan aplikasi TransJogja untuk memantau waktu kedatangan armada. Aplikasi ini membantu wisatawan mengetahui estimasi waktu tunggu dan meminimalkan risiko keterlambatan.
Selain dari sisi transportasi, Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas diberlakukan karena penutupan Jembatan Kewek secara parsial. Pihaknya juga menegaskan bahwa kendaraan yang ingin menuju Malioboro akan dilakukan seleksi.
Pemilahan kendaraan ini bertujuan untuk mengurangi kemacetan di sekitar Stadion Kridosono. Jika kondisi lalu lintas semakin parah, maka akan dilakukan seleksi lebih ketat. Salah satu titik yang menjadi fokus adalah perempatan depan Gramedia.
Hasto mengungkapkan bahwa petugas akan ditempatkan di depan Gramedia untuk melakukan pengaturan buka tutup kendaraan. Jika situasi benar-benar overload, maka penyaringan kendaraan akan dilakukan dari Jalan Yogya-Solo.
Kendaraan besar seperti bus akan diarahkan melalui ring road. Meskipun demikian, kendaraan-kendaraan tersebut tetap bisa masuk ke Kota Yogyakarta. Setelah sampai di Jalan Magelang, mereka dapat berbelok ke arah Pingit dan parkir di Ngabean.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan arus lalu lintas di sekitar Malioboro tetap lancar meskipun jumlah wisatawan meningkat. Wisatawan diimbau untuk mematuhi aturan lalu lintas dan memanfaatkan transportasi umum agar lebih aman dan nyaman.