
Peresmian Jembatan Weton Kulon Setelah Tiga Tahun Terputus
Jembatan Weton Kulon yang menghubungkan Kecamatan Puring dan Kecamatan Buayan di Kabupaten Kebumen resmi diresmikan setelah lebih dari tiga tahun terputus akibat banjir. Peresmian jembatan baru senilai Rp15,25 miliar dilakukan oleh Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto SSos MM pada Selasa, 4 November 2025. Jembatan ini menjadi simbol keberhasilan kerja sama antara pemerintah daerah dan lembaga nasional dalam memulihkan infrastruktur vital yang rusak akibat bencana alam.
Jembatan Weton Kulon awalnya dibangun pada 2010 dengan panjang 60 meter dan lebar 4 meter sebagai akses vital bagi warga. Namun, pada 15 Maret 2022 pukul 09.15 WIB, jembatan tersebut putus akibat derasnya arus Sungai Telomoyo. Kejadian ini menyebabkan aktivitas warga antar-desa lumpuh, sehingga mereka harus memutar sejauh sekitar 5 kilometer untuk mencapai tujuan. Masyarakat sempat membangun jembatan darurat dari bambu, namun tidak bertahan lama karena arus sungai yang deras.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Keterbatasan anggaran daerah membuat Pemkab Kebumen mengajukan Bantuan Dana Hibah Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana ke BNPB. Usulan ini membuahkan hasil. Pada 30 November 2024, melalui Surat Penetapan Pemberian Hibah Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Nomor S-35/MK.7/2024, Pemkab Kebumen resmi menerima alokasi dana senilai Rp15,25 miliar. Dana ini ditransfer ke Rekening Kas Umum Daerah pada 31 Desember 2024.
Sebagai persiapan, Bupati Kebumen Lilis Nuryani mengunjungi lokasi pada awal Maret 2025 untuk monitoring dan persiapan pembangunan jembatan baru. Pekerjaan fisik rekonstruksi dimulai 25 Maret 2025 dengan nilai kontrak Rp14,84 miliar. Jembatan baru dibangun sepanjang 70 meter dan lebar 7 meter, menggunakan konstruksi rangka baja tanpa tiang penyangga di tengah sungai dan pondasi diperkuat di kedua sisi agar lebih tahan banjir.
Pengerjaan yang semula dijadwalkan 245 hari kalender hingga 8 Desember 2025 berhasil diselesaikan lebih cepat, yakni pada 16 Oktober 2025, mempercepat 55 hari dari jadwal semula. Jembatan yang selesai lebih cepat ini diresmikan Kepala BNPB pada 4 November 2025, disambut oleh Bupati Lilis Nuryani, Wakil Bupati Zaeni Miftah, Forkompimda, Sekda, pimpinan OPD, dan warga setempat.
Dalam sambutannya, Bupati Lilis Nuryani menekankan dampak putusnya jembatan terhadap ekonomi dan aktivitas warga, termasuk anak sekolah dan akses ambulans. "Jembatan ini menjadi nadi kehidupan warga dua desa, yakni Weton Kulon dan Pesuruhan," ujar Bupati Lilis Nuryani.
Bupati juga menekankan komitmen Pemkab Kebumen terhadap kebencanaan dan menyinggung pembangunan tiga jembatan lain: Cacaban, Kalongbali, dan Sirnoboyo. Ia berharap kolaborasi dengan BNPB terus terjalin. "Dukungan dan pendampingan BNPB selama ini menjadi wujud nyata kolaborasi yang membangun kepercayaan masyarakat bahwa upaya penanggulangan bencana adalah tanggung jawab bersama, dan negara hadir melalui kerja yang saling menguatkan," tutupnya.
Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto SSos MM menegaskan komitmen lembaganya untuk mendukung rehabilitasi infrastruktur vital. Menanggapi usulan Bupati Lilis Nuryani, Suharyanto menyatakan tiga jembatan lain segera diajukan melalui dana hibah. "Saya membawa pejabat utama BNPB. Nanti setelah ini silakan koordinasikan apa yang disampaikan, apa yang menjadi permintaan Bupati Kebumen Lilis Nuryani," kata Kepala BNPB. "Jadi, kalau tadi ada tiga jembatan, segera ajukan untuk diperbaiki melalui dana hibah rehabilitasi dan rekonstruksi," tambahnya. Ia menambahkan tim BNPB akan menyusun perencanaan dan RAB untuk diteruskan ke pemerintah pusat jika memenuhi syarat.
Acara peresmian diakhiri dengan pemotongan tumpeng, penyerahan cenderamata, penandatanganan prasasti, dan pemotongan pita oleh Kepala BNPB dan Bupati Lilis Nuryani.