Jenal Mutaqin: Perlu Diskusi Bersama Soal Penghapusan 1.940 Angkot Bogor

admin.aiotrade 24 Okt 2025 3 menit 17x dilihat
Jenal Mutaqin: Perlu Diskusi Bersama Soal Penghapusan 1.940 Angkot Bogor
Jenal Mutaqin: Perlu Diskusi Bersama Soal Penghapusan 1.940 Angkot Bogor

Ratusan Sopir Angkot Demo di Balai Kota Bogor

Ratusan sopir angkutan kota (angkot) melakukan aksi demonstrasi di Balai Kota Bogor pada hari kemarin, Kamis (23/10/2025). Mereka menuntut penghapusan sebanyak 1.940 angkot yang berusia tua atau sudah berusia 20 tahun. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kebijakan yang dianggap tidak adil oleh para pemilik dan pengemudi angkot.

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, akhirnya memberikan pernyataannya mengenai isu ini. Ia menyampaikan bahwa dirinya merasa bingung dengan permintaan para pemilik angkot yang meminta agar batas usia angkot diperpanjang kembali. Padahal, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor telah beberapa kali memperpanjang masa berlaku usia angkot. Awalnya, batas usia kendaraan adalah 10 tahun, lalu diperpanjang menjadi 20 tahun, dan setelah tahun 2023, batas usia tersebut diperpanjang lagi hingga 2025.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Sejak peraturan daerah transportasi ditetapkan, batas usia kendaraan maksimal adalah 10 tahun. Lalu, peraturan itu diubah menjadi 20 tahun, dan setelah 2023, diperpanjang lagi dua tahun hingga 2025. Nah, sekarang diminta perpanjangan lagi. Kami bingung,” ujar Jenal saat berbicara kepada aiotrade di Mal BTM, Jumat (24/10/2025).

Penghapusan angkot-angkot tua ini dilakukan sebagai bagian dari upaya penataan Kota Bogor agar lebih estetik dan nyaman bagi masyarakat. Namun, menurut Jenal, masalah ini tidak akan selesai hanya melalui aksi demo. Ia menekankan bahwa diperlukan diskusi langsung antara Pemkot Bogor, koperasi, serta para pemilik angkot untuk mencari solusi yang bisa diterima bersama.

“Ada yang bilang Pemkot tidak tegas, tapi kami tegas. Hanya saja, jika situasinya tidak kondusif, kami juga harus mempertimbangkan banyak hal, termasuk pengalihan pekerjaan bagi sopir yang terdampak. Itu semua saya pikirkan tiap malam. Tapi persoalan ini tidak bisa selesai hanya lewat aksi demo,” tambahnya.

Jenal menegaskan bahwa seluruh pihak harus duduk bersama dan berdiskusi secara interaktif dua arah. Menurutnya, aksi demo justru akan merugikan sopir angkot yang tidak bisa bekerja dan juga mengganggu masyarakat.

“Saya sebagai wakil wali kota, mohon semua pihak memahami,” imbuhnya.

Meski begitu, Jenal mengakui bahwa Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, sudah menyampaikan rencana untuk kembali membahas isu ini. Selama proses pembahasan berlangsung, Pemkot Bogor tidak akan melakukan razia-razia terhadap angkot tua.

“Saya masih menunggu arahan dari Pak Wali. Beliau kemarin menyampaikan bahwa Senin akan ada pembahasan khusus dengan Dinas Perhubungan (Dishub). Sementara ini, operasi dan razia di jalan kita hentikan dulu, sampai pembahasan itu selesai. Ini demi menjaga kondusivitas,” tutupnya.

Kebijakan yang Mengubah Perspektif Angkot

Berikut adalah beberapa poin penting terkait kebijakan penghapusan angkot:

  • Perubahan Usia Kendaraan:
    Sebelumnya, usia maksimal angkot adalah 10 tahun. Setelah beberapa kali perubahan, usia angkot diperpanjang hingga 20 tahun, lalu diperpanjang lagi hingga 2025.

  • Tuntutan Pemilik Angkot:
    Para pemilik angkot meminta agar batas usia kendaraan kembali diperpanjang. Hal ini menunjukkan ketidakpuasan terhadap kebijakan yang dianggap terlalu ketat.

  • Kondisi Kota Bogor:
    Penghapusan angkot tua bertujuan untuk meningkatkan estetika dan kenyamanan kota. Namun, hal ini juga berdampak pada masyarakat yang bergantung pada angkot sebagai alat transportasi.

  • Solusi yang Dicari:
    Wakil Wali Kota menekankan pentingnya komunikasi dan diskusi antara Pemkot, pemilik angkot, dan koperasi.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan