
Tim SAR Gabungan Berhasil Menemukan Dua Mahasiswa yang Hilang Saat Rafting
Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan dua mahasiswa Politeknik Indramayu (Polindra) yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah melakukan aktivitas rafting bersama rekan-rekannya. Kejadian ini terjadi pada Sabtu (08/11/2025), dan hingga saat ini, proses pencarian telah selesai dengan ditemukannya kedua korban.
Penemuan Jenazah Agung Septiadi
Pertama-tama, petugas SAR berhasil menemukan jenazah dari salah satu korban, yaitu Agung Septiadi (20 tahun). Penemuan ini terjadi pada Minggu malam (9/11/2025) pukul 21.50 WIB. Jenazah Agung ditemukan sejauh 1 kilometer dari lokasi kejadian awal. Setelah ditemukan, jenazah langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Indramayu untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Proses evakuasi ini berjalan cukup cepat karena tim SAR bekerja secara intensif. Mereka menggunakan alat bantu seperti perahu karet dan peralatan penyelam untuk mencari korban di area sungai yang cukup dalam. Meskipun kondisi air tidak terlalu deras, namun aliran air yang mengalir cukup kencang memengaruhi pergerakan korban.
Penemuan Jenazah Lana Wiratno
Selang beberapa jam setelah penemuan Agung, tim SAR kembali berhasil menemukan korban kedua, yaitu Lana Wiratno (21 tahun). Penemuan ini terjadi pada pukul 01.05 WIB dini hari. Jenazah Lana ditemukan sejauh 5 kilometer dari lokasi kejadian awal. Seperti halnya Agung, jenazah Lana juga langsung dievakuasi ke RSUD Indramayu.
Penemuan ini menunjukkan bahwa korban mungkin terbawa arus air yang cukup kuat. Proses pencarian ini membutuhkan koordinasi yang baik antara tim SAR dan pihak berwenang setempat. Selain itu, kondisi cuaca yang cukup cerah juga membantu dalam proses pencarian.
Kondisi Lingkungan dan Faktor yang Mempengaruhi
Sungai tempat kejadian tersebut memiliki aliran air yang cukup deras, terutama setelah hujan deras beberapa hari sebelumnya. Hal ini bisa menjadi faktor utama mengapa korban terbawa arus. Selain itu, lokasi rafting yang berada di daerah pegunungan juga membuat proses evakuasi sedikit lebih rumit.
Meski begitu, tim SAR tetap berusaha maksimal dalam melaksanakan tugas mereka. Mereka juga bekerja sama dengan warga setempat untuk mencari informasi tambahan tentang jalur sungai dan kemungkinan lokasi korban.
Tindakan Lanjutan
Setelah jenazah kedua korban ditemukan, pihak rumah sakit akan melakukan autopsi untuk mengetahui penyebab kematian secara pasti. Hasil autopsi ini akan menjadi dasar bagi pihak berwenang dalam menentukan apakah ada unsur kelalaian atau kesalahan dalam pengawasan selama aktivitas rafting berlangsung.
Selain itu, pihak kampus Polindra juga akan segera memberikan pernyataan resmi mengenai kejadian ini. Mereka akan mengevaluasi prosedur keamanan selama aktivitas ekstrakurikuler agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Kesimpulan
Dengan ditemukannya dua korban, proses pencarian dapat dikatakan selesai. Namun, kejadian ini menjadi peringatan penting bagi semua pihak yang terlibat dalam kegiatan luar ruangan seperti rafting. Kesadaran akan risiko dan persiapan yang matang sangat penting untuk memastikan keselamatan peserta.