
Sosok Jenderal Termuda Polri yang Menjadi Pengawal Presiden
Ahrie Sonta Nasution, seorang perwira polisi yang kini menjabat sebagai jenderal termuda di Korps Bhayangkara, menjadi sorotan dalam dunia kepolisian. Ia memiliki peran penting sebagai ajudan presiden, yaitu Prabowo Subianto. Dengan usia yang masih tergolong muda, Ahrie berhasil mencapai pangkat bintang satu dalam waktu singkat.
Latar Belakang dan Pencapaian
Ahrie Sonta Nasution lulus dari Akademi Kepolisian (Akpol) pada tahun 2002. Ia lahir pada tanggal 2 April 1981, sehingga pada usia 44 tahun, ia telah berhasil meraih gelar jenderal. Ini menjadikannya sebagai jenderal termuda dalam sejarah Polri. Promosi ini dilakukan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, yang menaikkan pangkatnya dari tiga melati menjadi bintang satu di Ruang Rapat Utama (Rupatama) Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada Senin (6/10/2025) malam.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Pencapaian ini tidak hanya menjadi prestasi pribadi, tetapi juga penghargaan atas dedikasi, integritas, dan pengabdian yang tinggi terhadap institusi dan negara. Kadivhumas Polri Irjen Pol Sandi Nugroho menyatakan bahwa kenaikan pangkat ini bukan sekadar simbol kehormatan, tetapi juga amanah untuk terus meningkatkan profesionalisme dan pelayanan kepada masyarakat.
Tugas Sebagai Ajudan Presiden
Sejak Oktober 2024 lalu, Ahrie Sonta Nasution bertugas di Istana Negara sebagai Ajudan Presiden Prabowo Subianto. Ia dipercaya mewakili matra Polri dalam menjalankan tugas tersebut. Sebelumnya, posisi ini dipegang oleh Mayor Teddy Indra Wijaya, alumni Akmil 2011, yang kini ditunjuk sebagai Sekretaris Kabinet Merah Putih.
Ahrie Sonta Nasution adalah orang pertama dalam angkatannya yang berhasil pecah bintang. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Sekretaris Pribadi (Sekpri) Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Proses seleksi untuk ajudan presiden dilakukan oleh Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres), dan nama-nama yang diajukan berasal dari Korps Bhayangkara yang telah memenuhi syarat yang ditentukan.
Profil Perwira Lain yang Terlibat
Selain Ahrie Sonta Nasution, beberapa perwira lain juga terlibat dalam proses seleksi sebagai ajudan presiden. Salah satunya adalah Kolonel (Inf) Wahyo Yuniartoto, lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 2001. Ia merupakan perwira TNI AD kelahiran Purbalingga, 18 Juni 1979. Karier Wahyo di dunia militer dimulai sebagai Perwira Pertama Pussenif, kemudian berkiprah di Grup 1 Kopassus hingga akhirnya menjabat Komandan Grup 2 Kopassus.
Letkol Laut (P) Romi Habe Putra juga menjadi salah satu calon ajudan. Ia pernah menjabat sebagai Komandan KRI Wiratno (WIR)-379 pada 2020 lalu, dan pada 23 September 2024, ia menjabat sebagai Komandan KRI Sultan Hasanuddin-366.
Sementara itu, Letkol (Pnb) Anton Palaguna, lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) tahun 1997, saat ini menjadi instruktur penerbang pesawat tempur Sukhoi TNI AU Wing Udara 5. Ia juga memiliki latar belakang pendidikan doktor dengan predikat summa cumlaude. Disertasinya berjudul “Strategi Suplai Energi Untuk Konflik Terbatas: Studi Kasus Skenario Konflik Menghadapi Ancaman Potensial dari Utara dalam mempertahankan Laut Natuna Utara pada tahun 2030”.
Peran Ajudan Presiden
Prabowo Subianto kini dikawal oleh empat ajudan, yaitu dari TNI AD, TNI AU, TNI AL, dan Polri. Setiap perwira yang dipilih memiliki latar belakang karier yang kuat dan pengalaman yang memadai. Dengan adanya perwira-perwira seperti Ahrie Sonta Nasution, Wahyo Yuniartoto, Romi Habe Putra, dan Anton Palaguna, diharapkan dapat memberikan kontribusi terbaik bagi institusi dan masyarakat.
Proses seleksi ini tidak hanya mengutamakan kemampuan teknis, tetapi juga dedikasi, integritas, serta kemampuan dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Dengan peningkatan kapasitas organisasi Polri, diharapkan mampu menjalankan tugas-tugasnya di berbagai sektor, baik di dalam struktur Polri maupun di lembaga pemerintahan lainnya.