Jeritan Ratusan Warga Puncak Bogor Akibat Kebijakan Dedi Mulyadi dan Menteri LH

admin.aiotrade 26 Okt 2025 2 menit 16x dilihat
Jeritan Ratusan Warga Puncak Bogor Akibat Kebijakan Dedi Mulyadi dan Menteri LH
Jeritan Ratusan Warga Puncak Bogor Akibat Kebijakan Dedi Mulyadi dan Menteri LH

Keluhan Warga Puncak Bogor Akibat Kebijakan yang Dianggap Tidak Pro Rakyat

Beberapa waktu terakhir, warga di kawasan wisata Puncak Bogor mengalami kesulitan besar akibat kebijakan yang diambil oleh sejumlah pihak. Hal ini menimbulkan keluhan dari masyarakat setempat, terutama mereka yang sebelumnya bergantung pada sektor pariwisata sebagai sumber penghidupan.

Menurut informasi yang disampaikan oleh Dewan Penasihat Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kabupaten Bogor, Teguh Mulyana atau lebih dikenal dengan nama Bowie, jumlah warga yang menjadi pengangguran mencapai ratusan orang. Sebelumnya, sebagian besar penduduk di wilayah tersebut bekerja di berbagai sektor pariwisata seperti hotel, penginapan vila, tempat rekreasi, hingga kafe-kafe kecil.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Bowie menjelaskan bahwa kebijakan yang diambil oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) beberapa waktu lalu memiliki dampak signifikan terhadap kondisi ekonomi warga. Salah satu contohnya adalah pembongkaran tempat wisata Hibisc Fantasy Puncak. Setelah tempat tersebut dibongkar, banyak karyawan dari Desa Tugu Selatan dan Tugu Utara kehilangan pekerjaan.

"Setelah Hibisc dibongkar, karyawan warga Desa Tugu Selatan dan Tugu Utara sekarang pengangguran," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com, Jumat (24/10/2025).

Ia juga menyebutkan bahwa KDM pernah berjanji akan memberikan pesangon untuk modal usaha bagi para karyawan yang terkena dampak. Namun sampai saat ini, janji tersebut belum terealisasi.

Selain itu, kebijakan dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) juga turut memperparah situasi yang dialami warga. Setelah Hibisc dibongkar, sejumlah hotel sempat disegel dan beberapa cafe juga dibongkar.

"[...] Kalau tempat destinasi wisata yang membutuhkan tenaga kerja lokal, warga setempat diganggu kayak kemarin dari KLH, kan banyak yang nganggur," kata Bowie.

"[...] Cafe dibongkar, kan cafe-cafe dibongkar, kemarin hampir 16 cafe itu dibongkar," tambahnya.

Bowie mengungkapkan bahwa dampak dari pembongkaran Hibisc saja telah mengakibatkan 80 pekerja dihentikan. Belum lagi, ada banyak karyawan dari belasan cafe, penginapan, dan tempat wisata lainnya yang juga kehilangan pekerjaan.

"Jadi setelah adanya teguran dari KLH, terus adanya pembongkaran beberapa destinasi wisata termasuk Hibisc, ratusan pemuda warga Puncak banyak yang pengangguran," ujar Bowie.

Pembongkaran dan penutupan berbagai destinasi wisata ini secara langsung mengganggu kehidupan masyarakat setempat. Banyak dari mereka yang sebelumnya memiliki penghasilan tetap kini harus mencari alternatif lain untuk bertahan hidup.

Bowie menilai bahwa kebijakan yang diambil tidak hanya merugikan ekonomi warga, tetapi juga memengaruhi kesejahteraan sosial di kawasan tersebut. Ia berharap pihak terkait dapat segera mencari solusi yang lebih bijak agar tidak semakin banyak warga yang terpuruk.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan