Jika Banding FIFA Ditolak, FAM Butuh Rp3,3 Miliar untuk Bawa Kasus Naturalisasi ke CAS

admin.aiotrade 24 Okt 2025 3 menit 14x dilihat
Jika Banding FIFA Ditolak, FAM Butuh Rp3,3 Miliar untuk Bawa Kasus Naturalisasi ke CAS


aiotrade
Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) kini menghadapi tantangan besar jika ingin mengajukan banding atas sanksi yang diberikan oleh FIFA ke Court of Arbitration for Sport (CAS). Proses hukum ini tidak hanya rumit secara prosedural, tetapi juga membutuhkan dana yang sangat besar.

Menurut pengacara olahraga Zhafri Aminurashid, FAM perlu menyiapkan setidaknya RM1 juta (sekitar Rp 3,3 miliar) untuk membawa kasus tujuh pemain naturalisasi ke CAS. Angka ini merupakan perkiraan kasar dan bisa berfluktuasi tergantung pada beberapa faktor, termasuk biaya banding, honor hukum, serta pembayaran awal arbitrase.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Biaya banding ke CAS saja mencapai sekitar CHF1,000 (sekitar Rp 18 juta) dan bersifat tidak dapat dikembalikan. Selain itu, FAM juga harus menanggung biaya hukum sebesar RM100 ribu (sekitar Rp 330 juta) hingga RM200 ribu (sekitar Rp 660 juta), serta biaya saksi ahli yang bisa mencapai RM10 ribu (sekitar Rp 33 juta) hingga RM50 ribu (sekitar Rp 165 juta) per orang.

Tidak berhenti di situ, FAM juga diwajibkan membayar biaya arbitrase awal antara CHF10,000 hingga CHF50,000 (sekitar Rp180 juta hingga Rp 900 juta) sebelum sidang dimulai. Biaya ini seharusnya ditanggung oleh kedua pihak, tetapi menurut Zhafri, FIFA biasanya tidak berbagi beban itu, sehingga FAM harus membayar penuh di muka.

“Jika FAM gagal melakukan pembayaran, banding akan otomatis dibatalkan,” ujar Zhafri.

Kasus ini muncul setelah FIFA merilis alasan lengkap di balik sanksi disipliner terhadap FAM dan tujuh pemain naturalisasi Harimau Malaya, yaitu Gabriel Palmero, Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Jon Irazabal, dan Hector Hevel.

Dengan total biaya yang mencapai ratusan juta rupiah, langkah FAM untuk menantang keputusan FIFA di CAS bukan perkara yang mudah. Hasil banding FIFA sendiri diperkirakan akan diumumkan pada 30 Oktober mendatang.

Tantangan Utama dalam Pengajuan Banding

Pengajuan banding ke CAS melibatkan beberapa tahapan penting yang harus dipenuhi oleh FAM. Berikut adalah beberapa tantangan utama yang dihadapi:

  • Prosedur Hukum yang Rumit
    Proses hukum di CAS sangat kompleks dan memerlukan persiapan yang matang. FAM harus menyusun argumen yang kuat dan memperoleh dukungan dari para ahli hukum internasional.

  • Biaya yang Mahal
    Dari biaya awal hingga biaya hukum, FAM harus siap mengeluarkan dana yang sangat besar. Hal ini bisa menjadi hambatan bagi federasi sepak bola yang sedang menghadapi krisis finansial.

  • Risiko Kegagalan
    Jika FAM gagal membayar biaya awal atau tidak memiliki argumen yang cukup kuat, banding mereka bisa ditolak. Ini akan berdampak negatif pada reputasi dan kepercayaan publik terhadap FAM.

Langkah yang Perlu Diambil

Untuk meningkatkan peluang keberhasilan banding, FAM perlu:

  • Mencari Sumber Dana Tambahan
    Mereka harus mencari sponsor atau bantuan dari pihak lain untuk menutupi biaya banding.

  • Membentuk Tim Hukum yang Kuat
    Menggandeng pengacara ternama dan ahli hukum internasional akan memberikan keuntungan dalam persidangan.

  • Memperkuat Argumen Hukum
    FAM perlu memastikan bahwa semua fakta dan data yang diajukan dapat mendukung klaim mereka.

Dengan semua tantangan ini, FAM harus mempertimbangkan dengan matang apakah pengajuan banding ke CAS layak dilakukan. Keputusan ini akan memengaruhi masa depan sepak bola Malaysia dan reputasi federasi tersebut.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan