Jika Kesepakatan Tarif RI-AS Gagal, Stabilitas Ekonomi Terancam

admin.aiotrade 10 Des 2025 2 menit 26x dilihat
Jika Kesepakatan Tarif RI-AS Gagal, Stabilitas Ekonomi Terancam


aiotrade.CO.ID – JAKARTA

Potensi Ancaman Kesepakatan Tarif Indonesia dengan Amerika Serikat

Kesepakatan tarif perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) dikabarkan menghadapi tantangan serius. Ekonom dari Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menyarankan pemerintah untuk segera melakukan langkah-langkah terbaik guna mencegah kegagalan kesepakatan ini. Menurutnya, jika tarif ekspor Indonesia ke AS kembali naik ke tingkat 32%, dampaknya akan sangat signifikan terhadap perdagangan dan stabilitas ekonomi negara.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Semoga kabar tentang batalnya kesepakatan tersebut tidak benar. Pemerintah perlu berupaya maksimal untuk mencegah hal ini terjadi. Karena dampaknya bisa sangat besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan stabilitas moneter,” ujar Wijayanto kepada aiotrade, Rabu (10/12/2025).

Peran Strategis Amerika Serikat dalam Perdagangan Indonesia

Wijayanto menjelaskan bahwa AS memiliki posisi yang sangat penting bagi kinerja perdagangan Indonesia. Ekspor Indonesia ke AS mencakup sekitar 10% dari total ekspor nasional dan menyumbang hampir 50% dari surplus perdagangan Indonesia.

“Selain menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi, surplus ini juga menjadi sumber aliran devisa penting bagi Indonesia. Apalagi, neraca pembayaran kita sedang mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir,” jelasnya.

Risiko Jika Tarif Kembali Naik

Jika Indonesia harus menghadapi tarif 32% sementara negara-negara pesaing seperti Vietnam, Thailand, Malaysia, dan Filipina masih menikmati tarif sekitar 20%, maka risiko trade diversion dan investment diversion akan sangat besar. Hal ini dapat menyebabkan aliran perdagangan dan investasi beralih ke negara lain.

“Ekonomi kita bisa sangat terpukul. Perhitungan awal saya menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi berpotensi tergerus sebesar 0,1% hingga 0,2%,” tambahnya.

Dampak pada Nilai Tukar Rupiah

Selain itu, ancaman terhadap nilai tukar rupiah juga sangat nyata. “Kita semua tahu, dalam satu tahun ini rupiah melemah terhadap 84,5% mata uang dunia,” kata Wijayanto.

Dengan situasi ini, pemerintah diharapkan lebih proaktif dalam menjaga hubungan dagang dengan AS. Langkah-langkah seperti memperkuat diplomasi, meningkatkan komunikasi dengan mitra dagang, serta memastikan bahwa kebijakan tarif tetap sesuai dengan kepentingan nasional diperlukan agar tidak ada kerugian yang terlalu besar.

Kesimpulan

Kesepakatan tarif antara Indonesia dan AS merupakan aspek penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan daya saing. Dengan potensi peningkatan tarif yang bisa berdampak luas, pemerintah perlu segera merancang strategi yang tepat dan efektif. Dalam konteks global yang semakin dinamis, menjaga hubungan dagang dengan negara-negara besar seperti AS menjadi prioritas utama.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan