
Peristiwa Joglo Roboh di Desa Wonosari
Pada malam hari tanggal 18 Oktober 2025, sebuah bangunan Joglo yang biasa digunakan sebagai tempat ngaji di Desa Wonosari, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar mengalami keruntuhan. Kejadian ini menimpa sebanyak 14 anak yang sedang berada di dalam bangunan tersebut.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Menurut informasi yang diperoleh dari Kepala Pelaksana Harian BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, angin kencang yang terjadi sekitar pukul 18.30 WIB di wilayah Gondangrejo menjadi penyebab utama kerusakan yang terjadi. Angin tersebut menyebabkan beberapa pohon tumbang dan juga merobohkan salah satu Joglo yang digunakan sebagai tempat ngaji santri.
"Sebelumnya, kami menerima laporan bahwa terjadi angin kencang di wilayah Gondangrejo. Hal ini menyebabkan beberapa pohon rusak dan salah satu Joglo yang digunakan untuk kegiatan ngaji di Desa Wonosari roboh," ujar Hendro saat dihubungi aiotrade.app.
Ia menjelaskan bahwa berdasarkan data sementara dari BPBD, terdapat 14 santri yang tertimpa reruntuhan Joglo tersebut. Semua korban telah mendapatkan perawatan medis. Dari jumlah tersebut, sebanyak 7 santri harus menjalani perawatan di Rumah Sakit dr. Oen Kandang Sapi, Kecamatan Jebres, Kota Solo.
"Kami saat ini masih melakukan pendataan terhadap korban. Dari total 14 orang, sebagian besar masuk rumah sakit. Saat ini ada 7 korban yang dirawat inap, sementara sisanya hanya membutuhkan perawatan jalan," tambahnya.
Hendro juga menyampaikan bahwa rata-rata korban adalah anak-anak. Mereka mengalami cedera pada bagian kepala akibat atap yang roboh serta lecet di tangan dan kaki.
"Karena kegiatan ngaji ini dilakukan oleh anak-anak, maka mayoritas korban juga merupakan anak-anak. Saat kejadian, beberapa dari mereka terkena gendeng atau benda tajam yang jatuh dari atap, sehingga menyebabkan luka lecet di tangan dan kaki," jelas Hendro.
Selain itu, ia menambahkan bahwa semua korban yang menjalani rawat inap memiliki kartu BPJS yang aktif. Hal ini memastikan bahwa biaya pengobatan mereka dapat ditanggung oleh BPJS.
Tindakan yang Dilakukan
BPBD Karanganyar terus memantau kondisi para korban dan memberikan dukungan medis yang diperlukan. Selain itu, pihak berwenang juga sedang melakukan investigasi lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti dari keruntuhan Joglo tersebut. Tujuannya adalah untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.
Masyarakat di sekitar lokasi kejadian juga turut serta dalam membantu proses evakuasi dan penanganan darurat. Para relawan dan petugas setempat bekerja sama untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan bagi para korban.
Dengan adanya kejadian ini, diharapkan masyarakat lebih waspada terhadap cuaca ekstrem dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya keamanan struktur bangunan, terutama yang digunakan untuk kegiatan umum seperti tempat ngaji.