Johnny Jansen Bangga Meski Kalah, Ini Alasannya

admin.aiotrade 26 Okt 2025 2 menit 13x dilihat
Johnny Jansen Bangga Meski Kalah, Ini Alasannya


bali.aiotrade.app
, GIANYAR – Bali United gagal mempertahankan momentum kemenangan setelah pada laga pekan ke-10 Super League 2025-2026 di Stadion Kapten Dipta, Gianyar, Sabtu (25/10) malam, mereka hanya mampu bermain imbang melawan tim tamu Persita dengan skor akhir 0 – 0.

Pertandingan ini berjalan dengan intensitas tinggi sejak menit pertama, dan meskipun Bali United mendominasi penguasaan bola, mereka tidak berhasil menciptakan gol yang membuahkan kemenangan. Hasil imbang ini dinilai cukup adil mengingat permainan kedua tim sama-sama kuat.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menurut pelatih Bali United, Johnny Jansen, dalam wawancara resmi klub:
“Di babak pertama, kami menguasai pertandingan dengan beberapa peluang yang tercipta, tetapi sayangnya belum berbuah gol,” katanya.
“Di 15 menit babak kedua, tim lawan mulai mengambil alih permainan, namun kami kembali menguasai pertandingan. Kami terus berusaha mengendalikan jalannya laga.”

Dari segi statistik, Bali United unggul dalam beberapa aspek. Penguasaan bola mencapai 55 persen, sementara Persita hanya 45 persen. Agresivitas pemain Bali United juga lebih tinggi, dengan total 13 tembakan yang dilepaskan sepanjang laga, enam di antaranya mengarah ke gawang Persita.

Sementara itu, Persita melepaskan tujuh kali shots on target, lima di antaranya tepat sasaran. Dalam hal peluang matang, Bali United mencatatkan tujuh kesempatan, sedangkan Persita hanya empat kali.

Selain itu, jumlah passing yang dilakukan oleh Bali United juga lebih banyak. Mereka melakukan 457 kali operan, dengan akurasi sebesar 86 persen. Sementara Persita hanya mampu melakukan 379 kali operan, dengan akurasi 82 persen.

Meski secara statistik dominan, Bali United gagal dalam penyelesaian akhir. Lini pertahanan Persita tampil solid dengan catatan 17 tekel, 19 intersep, dan 17 sapuan. Sedangkan lini pertahanan Bali United juga tidak kalah baik, dengan 17 tekel, 21 intersep, dan 11 sapuan.

Melihat performa kedua tim, hasil imbang 0 – 0 terasa wajar. Johnny Jansen mengungkapkan kebanggaannya terhadap para pemain:
“Saya tetap bangga dengan tim saya karena semakin hari perkembangan mereka semakin baik.”

Hasil laga ini tidak mengubah posisi klasemen kedua tim. Persita masih bertahan di peringkat ketiga dengan 17 poin, sementara Bali United tertahan di peringkat ketujuh dengan 13 poin.

Persita meraih 17 poin dari lima kali menang, dua kali seri, dan dua kali kalah. Sementara Persija, yang sebelumnya mengalahkan Madura United dengan skor 1 – 0, memiliki poin yang sama.

Bali United sendiri mengumpulkan 13 poin dari tiga kali menang, empat kali seri, dan dua kali kalah. Meskipun gagal meraih kemenangan, performa tim tetap menunjukkan perkembangan yang positif.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan