Johnny Jansen Marah Pada Kinerja Wasit, Bali United Kehilangan Banyak

admin.aiotrade 08 Nov 2025 3 menit 13x dilihat
Johnny Jansen Marah Pada Kinerja Wasit, Bali United Kehilangan Banyak

Pelatih Bali United Kecewa Berat dengan Hasil Buruk di Laga Kontra Bhayangkara FC

Pada laga pekan ke-12 Super League 2025-2026, Bali United kembali menelan kekalahan setelah bertandang ke Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Lampung, Jumat (7/11) sore. Pertandingan ini berakhir dengan skor 1-2 untuk kemenangan tuan rumah Bhayangkara FC. Kekalahan ini membuat Bali United mengalami dua kekalahan beruntun, yang sebelumnya juga terjadi saat melawan Persib.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Dalam pertandingan tersebut, Bhayangkara FC berhasil mencetak dua gol melalui Dendy Sulistyawan pada menit ke-4 dan Slavko Damjanovic di menit ke-84. Sementara itu, Bali United hanya mampu membalas satu gol lewat I Made Andhika Wijaya di menit ke-60. Gol ini dicetak oleh pemain pengganti, yang menunjukkan bahwa Bali United sedikit kesulitan dalam menciptakan peluang sepanjang pertandingan.

Yang lebih menyedihkan adalah kekalahan ini terjadi setelah Bali United harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-82. Gelandang Tim Receveur mendapat kartu merah setelah melakukan pelanggaran terhadap Dedi Kusnandar dari Bhayangkara FC. Hal ini menjadi salah satu faktor utama yang membuat pelatih Johnny Jansen sangat kecewa.

Johnny Jansen secara terbuka menyampaikan kekecewaannya terhadap beberapa keputusan wasit Pipin Indra Pratama yang dinilai tidak adil terhadap Bali United. Menurutnya, keputusan wasit tidak sepenuhnya didasarkan pada penglihatan langsung di lapangan, tetapi terpengaruh oleh tekanan dari pihak lawan.

"Kami memang tidak memulai pertandingan dengan baik, tetapi saya juga kecewa dengan sejumlah keputusan wasit di lapangan," ujar Johnny Jansen.

Selain itu, Johnny Jansen juga menyebutkan bahwa keputusan wasit memberikan kartu merah kepada Tim Receveur sangat merugikan timnya. Hal ini terjadi karena pelanggaran yang dilakukan oleh mantan gelandang Almere City tersebut. Pada laga sebelumnya, Bali United juga sempat kehilangan Mirza Mustafic yang mendapat kartu merah saat melawan Persib.

Menurut pelatih asal Belanda ini, keputusan wasit sering kali tidak objektif. "Kartu kuning kedua untuk pemain kami bukanlah karena wasit melihat langsung, tetapi karena ada teriakan dari luar lapangan," tambahnya.

Meski pada babak kedua Bali United tampil lebih dominan dan menciptakan banyak peluang, termasuk menyamakan skor menjadi 1-1, kekalahan tetap saja terjadi. Setelah Tim Receveur keluar lapangan di menit ke-82, Bhayangkara FC berhasil menciptakan gol kemenangan melalui Slavko Damjanovic di menit ke-84.

"Kartu merah yang diterima pemain kami tentu berpengaruh besar terhadap hasil akhir," ujarnya.

Kekalahan ini membuat Bali United berpotensi melorot ke papan bawah klasemen Super League 2025-2026. Saat ini, Bali United menempati peringkat ke-10 dengan 13 poin, hasil dari tiga kali menang, empat kali seri, dan empat kali kalah. Sementara itu, Bhayangkara FC naik ke posisi keenam dengan 18 poin, dari lima kali menang, tiga kali seri, dan tiga kali kalah.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hasil Buruk Bali United

  • Kartu Merah yang Tidak Adil
    Kekalahan Bali United tidak hanya disebabkan oleh performa buruk, tetapi juga oleh keputusan wasit yang dinilai tidak objektif. Kartu merah yang diberikan kepada pemain Bali United terkesan tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Hal ini memperparah situasi tim yang sudah dalam kondisi sulit.

  • Kurangnya Konsistensi di Lapangan
    Performa Bali United dalam dua pertandingan terakhir menunjukkan ketidakstabilan. Meskipun memiliki peluang besar, mereka gagal memaksimalkannya, terutama setelah kehilangan pemain inti.

  • Tekanan dari Lawan
    Tekanan dari pihak lawan, baik dari para pemain maupun suporter, tampaknya memengaruhi keputusan wasit. Ini bisa menjadi ancaman bagi Bali United jika tidak segera diperbaiki.

  • Kondisi Klasemen yang Membingungkan
    Bali United masih memiliki kesempatan untuk bangkit, meskipun klasemen saat ini menunjukkan potensi melorot ke papan bawah. Dengan jumlah pertandingan yang lebih banyak dibandingkan tim lain, mereka perlu segera memperbaiki performa.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan