Penunjukan Ijazah Jokowi di Hadapan Elite Projo
Perihal ijazah Joko Widodo, akhirnya barang tersebut dipertunjukkan. Jokowi secara terbuka akhirnya menunjukkan ijazah yang memang menjadi permasalahan beberapa bulan ini. Para pendukung yang melihat ijazah itu pun membenarkan bahwa dikeluarkan dari UGM. Diketahui Jokowi memang dalam polemik ijazahnya yang dinilai palsu. Bahkan atas polemik ijazah ini, Jokowi harus menghadapi Roy Suryo, dr Tifa dan Rismon Sianipar.
Kedua kubu ini pun tampak saling melaporkan dengan argumen kuat masing-masing. Jokowi secara tegas belum memperlihatkan ijazahnya ke hadapan publik. Namun belum lama ini, ijazah itu justru ditunjukkan Jokowi secara terbuka. Namun Jokowi itu bukan menunjukkan ijazahnya di depan Roy Suryo, Rismon Sianipar atau Dokter Tifa yang selama memperkarakan ijazahnya, melainkan di depan sejumlah elite Projo atau Pro Jokowi yang sowan ke rumahnya.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Sejumlah elite Projo berkunjung ke rumah Jokowi di kediaman Sumber, Banjarsari, Solo, Jumat (24/10/2025) dan semua melihat langsung fisik ijazah ayahanda Wapres Gibran Rakabuming Raka itu. Wakil Ketua Umum Projo, Freddy Alex Damanik yang mengaku melihat sendiri ijazah tersebut ketika diperlihatkan Jokowi. “Kita tadi dipertunjukkan bahwa ijazah itu ada,” ungkap Wakil Ketua Umum Projo, Freddy Alex Damanik.
Ia pun sebenarnya merasa persoalan ijazah Jokowi tak perlu diungkit lagi. Sebab, menurutnya sudah jelas bahwa ijazah presiden ketujuh tersebut terbukti keasliannya. “Sebetulnya ijazah tanya Mas Roy (Suryo) ajalah. Sebetulnya udah bolak-balik ijazah ini Pak Jokowi sudah menegaskan bahwa ijazahnya memang ada,” jelasnya. Penunjukan ijazah ini menurutnya kembali meyakinkan publik bahwa ijazah tersebut memang benar-benar ada dan terbukti keasliannya.
“Dan Pak Jokowi sudah menunjukkan ke rektor, dekan. Bukan hanya menepis semua isu dan keraguan ijazah Pak Jokowi hilang terbakar memang ada dikeluarkan oleh UGM dan dipegang. Jadi selesai isu ijazah itu,” tuturnya.

Ijazah Jokowi Ditunjukkan di Bareskrim Polri
Sebelumnya, ijazah asli Jokowi terlihat manakala dibawa saat menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri beberapa waktu lalu. Saat itu, Jokowi yang tiba di Bareskrim Polri bersama kuasa hukumnya, Yakup Hasibuan tampak menenteng map ijazah. Dari sorotan kamera, map hitam tersebut terdapat logo Universitas Gajah Mada (UGM) di dalamnya. Di sana juga tertulis nama Ir Joko Widodo.
Namun yang menjadi sorotan, lambang logo UGM dan nama Jokowi itu terlihat sudah memudar. Bahkan bagian bawah dari map tersebut juga terlihat tak bisa lagi dibaca. Jokowi menjelaskan, ijazah ini akan ditunjukkannya nanti saat dibutuhkan di persidangan. “Ijazah nanti akan kami buka pada saat diminta oleh pengadilan, oleh hakim,” ujar Jokowi.
Pengacara Jokowi, Yakup Hasibuan mengatakan, ijazah Jokowi ini sempat dibuka di hadapan penyidik. “Sempat, sempat (dibuka). Pertanyaan-pertanyaannya juga seputaran ijazah tersebut,” kata Yakup. Ia mengatakan, ijazah ini juga sebelumnya diminta untuk diperiksa di laboratorium forensik (labfor). Saat ini, pihaknya masih menunggu keterangan resmi dari Polri terkait dari hasil pemeriksaan di labfor.
“Ijazah tersebut sudah disampaikan dari minggu lalu ya. Jadi, ya tentunya dari pihak penyelidik juga sudah melakukan Puslabfor dan semua yang diperlukanlah. Jadi kita juga masih menunggu hasilnya,” kata Yakup lagi.
Awal Mula Muncul Tudingan Ijazah Palsu Jokowi
Awal mula muncul tudingan ijazah palsu milik Joko Widodo (Jokowi) akhirnya terungkap. Kader PSI NTB, Dian Sandi pertama kali yang mengunggah ijazah milik Jokowi. Foto yang diunggahnya ini dipakai Roy Suryo Dkk sebagai bahan tudingan ijazah palsu. Dian Sandi turut marah ke Roy Suryo yang membuat narasi bahwa foto itu sebagai bukti ijazah palsu Jokowi.
Dian Sandi bakal melaporkan Roy Suryo jika melibatkannya sebagai penuding ijazah palsu Jokowi. Dian Sandi mengatakan tidak pernah membuat narasi bahwa Jokowi memiliki Ijazah palsu. Ia membantah bahwa foto ijazah itu didapat dari Kaesang Pangarep atau langsung dari Jokowi. “Oh enggak, enggak. Itu sudah saya jelaskan bahkan berkali-kali di podcast. Saya jelaskan juga di media bahwa saya tidak diberikan oleh Kaesang (Ketua Umum PSI, putra bungsu Jokowi), saya tidak diberikan oleh Jokowi, saya tidak diberikan oleh UGM,” kata Dian saat ditemui di Polda Metro Jaya, Senin (19/5/2025).
Dian mengungkapkan, foto tersebut dia didapatkan dari seorang teman. “Itu saya dikirimkan teman. dokumen digital. Sudah melalui salinan beberapa kali sampai di tangan saya,” ungkap dia. Dian meyakini ijazah Jokowi asli karena foto tersebut disebut sempat diunggah oleh akun media sosial Universitas Gadjah Mada (UGM). “2022 itu, pernah di-posting oleh UGM. Identik dengan yang dikeluarkan oleh UGM. Itu yang membuat saya menulis bahwa itu asli,” ucap dia.
Saat ditanya siapa teman yang Dian maksud, dia tidak menjelaskan secara gamblang. Namun, pada 31 Maret 2025 atau satu hari sebelum mengunggah foto ijazah Jokowi, Dian menulis sebuah utas panjang di akun X-nya tentang Jokowi. Utas ini berdasarkan referensi atau hasil perbincangan Dian dengan Andi Pramaria, seseorang yang mengaku sebagai teman satu angkatan Jokowi di UGM. “Jadi ada jarak antara saya menulis semua yang saya ketahui tentang Pak Jokowi melalui seorang temannya yang waktu itu di Lombok. Jadi saya sering saya ceritakan (melalui utas), namanya Pak Andi itu, Pak Andi Pramaria,” tegas dia.
Adapun Jokowi melaporkan tudingan ijazah palsu ke Polda Metro Jaya, Rabu (30/4/2025). Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor LP/B/2831/IV/2025/SPKT/POLDA METRO JAYA. "Ini sebetulnya masalah ringan, urusan tuduhan ijazah palsu. Tetapi memang perlu dibawa ke ranah hukum agar semuanya jelas dan gamblang," kata Jokowi di Polda Metro Jaya.
Dalam kronologi yang disampaikan Jokowi saat membuat laporan, tersebut lima nama. Mereka adalah Roy Suryo Notodiprojo, Rismon Hasiholan Sianipar, Eggi Sudjana, Tifauzia Tiasumma, dan Kurnia Tri Royani. Kendati demikian, terlapor dalam perkara ini masih dalam penyelidikan karena memerlukan pembuktian dalam proses penyelidikan.