Jokowi Akui Asal Kampung ke JK, Ini Makna Menurut Pakar Komunikasi Politik

Jokowi Akui Asal Kampung ke JK, Ini Makna Menurut Pakar Komunikasi Politik
Jokowi Akui Asal Kampung ke JK, Ini Makna Menurut Pakar Komunikasi Politik

Penjelasan Mengenai Pernyataan Jokowi yang Menyebut Diri Sendiri Sebagai "Orang Kampung"

Pernyataan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), yang menyebut dirinya sebagai "bukan siapa-siapa" dan hanya "orang kampung" menarik perhatian banyak pihak. Hal ini tidak hanya menjadi bagian dari narasi politiknya tetapi juga mencerminkan kepribadiannya yang rendah hati serta upaya untuk menjaga hubungan dengan masyarakat luas.

Jamiluddin Ritonga, seorang pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul, menilai bahwa pernyataan Jokowi memiliki makna yang multi tafsir. Ia mengatakan bahwa jawaban Jokowi bisa dianggap sebagai bentuk kerendahan hati atau bahkan sebagai sebuah sentilan terhadap pihak-pihak tertentu yang mengklaim peran besar dalam perjalanan politiknya.

Menurut Jamiluddin, secara tersirat, Jokowi menyadari bahwa adanya andil besar dari Jusuf Kalla (JK) dalam perjalanan politiknya hingga menjadi presiden. Namun, ia cenderung menghindari pengakuan tersebut secara gamblang. Hal ini dinilai wajar dalam budaya komunikasi tertentu di Indonesia, terutama dalam masyarakat yang menganut budaya konsteks rendah.

Narasi "orang kampung" sering digunakan oleh tokoh-tokoh politik untuk membangun citra sebagai manusia biasa yang tidak memiliki kekuatan istimewa atau hak untuk mengatur secara berlebihan. Dalam konteks ini, ungkapan "saya bukan siapa-siapa" dapat berarti pengakuan kerendahan hati, posisi yang tidak penting, atau ketiadaan kekuasaan/pengaruh dalam suatu konteks.

Selain itu, Jamiluddin melihat potensi bahwa pernyataan Jokowi merupakan strategi balasan terhadap klaim-klaim politik dari pihak luar, termasuk JK. Dalam konteks respon terhadap klaim pihak lain, ungkapan ini dapat digunakan sebagai balasan santuy untuk menekankan bahwa meskipun berasal dari latar belakang biasa, seseorang tetap bisa mencapai posisi tertinggi tanpa bergantung pada pihak tertentu.

Peran Jusuf Kalla dalam Karier Politik Jokowi

Jusuf Kalla (JK), Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, mengaku pernah didorong oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri agar mendampingi Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2014. Menurut JK, Megawati enggan jika Jokowi yang kala itu menjadi kader PDIP, didampingi oleh orang selain dirinya.

Pada Pilpres 2014, JK merasa Jokowi belum cukup berpengalaman untuk menjadi capres. Menurut dia, Jokowi juga baru 2 tahun menjadi Gubernur DKI Jakarta. Tiba-tiba saya bilang belum cukup pengalaman. Jangan, nanti rusak negeri ini. Tapi Ibu Mega kasih tahu saya. Dia tidak mau teken kalau saya tidak jadi wakilnya (wakil Jokowi), kata JK saat jumpa pers di rumahnya di Jakarta.

JK kemudian bertanya tentang alasan Megawati meminta dia menjadi wakil Jokowi. Karena Pak JK yang paling berpengalaman. Bimbinglah dia, demikian jawaban Megawati menurut penuturan JK. Oleh karena itu, JK menyebut bahwa bukan dia yang menginginkan menjadi pendamping Jokowi. Ibu Mega yang minta sama saya, kata JK menegaskan.

Mantan Ketua Umum Partai Golkar itu juga mengklaim bahwa Jokowi bisa menjadi Gubernur Jakarta dan Presiden RI karena jasanya. Kasih tahu semua termul-termul itu, Jokowi jadi presiden karena saya, ujar JK. Saya yang bantu Jokowi. Boleh tanya sama beliau, kasih lihat foto ini. Itu masih pakai baju kotak-kotaknya, kata dia sambil menunjuk foto.

Termul adalah istilah yang kerap digunakan oleh pihak yang kontra Jokowi untuk menyebut para pendukung Jokowi. Saya orang Golkar, bayangkan, tapi PDIP mencalonkan saya sebagai wakil, bukan karena partai, hanya karena beliau perlu dibantu, perlu didampingi. Kalau tidak, rusak negeri ini," ucap JK.

Respons Jokowi terhadap Pernyataan JK

Pernyataan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla yang menyebut dirinya memiliki peran penting dalam menjadikan Joko Widodo sebagai presiden ke-7 RI menuai respons langsung. Menanggapi hal tersebut, Jokowi justru merespons dengan nada merendah. Ia mengaku dirinya bukan sosok istimewa dan berasal dari latar belakang sederhana.

Ya saya ini bukan siapa-siapa. Saya orang kampung, ungkap Jokowi saat ditemui di kediamannya di Sumber, Banjarsari, Solo, Senin (20/4/2026) lalu.