JPPI Sebut Bahasa Portugis di Kurikulum Hanya Gimik Diplomasi Prabowo

admin.aiotrade 26 Okt 2025 3 menit 13x dilihat
JPPI Sebut Bahasa Portugis di Kurikulum Hanya Gimik Diplomasi Prabowo
JPPI Sebut Bahasa Portugis di Kurikulum Hanya Gimik Diplomasi Prabowo

Penambahan Bahasa Portugis di Sekolah Indonesia: Kritik dari Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia

Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyatakan bahwa bahasa Portugis akan menjadi prioritas dalam pendidikan Indonesia menimbulkan berbagai respons dari berbagai pihak. Salah satu organisasi yang memberikan kritik terhadap rencana ini adalah Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI). Organisasi advokasi pendidikan ini menganggap langkah tersebut lebih bersifat simbolik daripada strategis.

Koordinator Nasional JPPI, Ubaid Matraji, menyebut pernyataan Presiden sebagai bentuk penghormatan diplomatik terhadap Presiden Brasil Lula da Silva yang berkunjung ke Istana Merdeka beberapa waktu lalu. Menurutnya, pernyataan itu tidak sepenuhnya serius dan lebih seperti "gimik" yang bertujuan untuk memuaskan tamu negara.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

"Bagi saya, ini hanya basa-basi diplomasi untuk menyenangkan tamu negara," ujar Ubaid saat dihubungi oleh media. Ia menilai sulit membayangkan ada kajian mendalam yang mendasari keputusan tersebut.

Menurut Ubaid, penambahan mata pelajaran bahasa Portugis tidak mendesak dan tidak relevan dengan kebutuhan mayoritas pelajar di Indonesia. Ia menegaskan bahwa bahasa Portugis bukanlah prioritas dalam konteks global, ekonomi, maupun IPTEK. Di sisi lain, ia menyoroti bahwa Indonesia masih mengalami kesulitan dalam meningkatkan literasi Bahasa Indonesia dan kualitas pengajaran Bahasa Inggris.

JPPI, yang berdiri sejak 2010 dan berpusat di Jakarta Selatan, merupakan bagian dari gerakan global Education for All (EFA). Organisasi ini aktif memantau dan mengadvokasi kebijakan pendidikan nasional demi mendorong akses pendidikan yang adil dan inklusif.

Sebelumnya, dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Lula, Prabowo menyatakan komitmennya untuk memperkuat hubungan Indonesia-Brasil melalui pendidikan. Ia menyatakan bahwa bahasa Portugis akan menjadi salah satu prioritas disiplin pendidikan Indonesia sebagai bukti bahwa Indonesia memandang Brasil sangat penting.

Ia juga menyebut akan menginstruksikan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Brian Yuliarto serta Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Muti untuk mulai mengajarkan bahasa Portugis di sekolah-sekolah. Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan kedua negara yang semakin intens, menyusul kunjungan Prabowo ke Brasil beberapa waktu lalu dan kunjungan balasan Presiden Lula ke Indonesia.

Kritik terhadap Prioritas Pendidikan

JPPI menilai bahwa kebijakan ini tidak sesuai dengan kebutuhan nyata siswa Indonesia. Mereka menekankan bahwa sebaiknya pemerintah lebih fokus pada peningkatan kualitas pendidikan dasar, termasuk Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Dengan begitu, siswa dapat lebih siap menghadapi tantangan global.

Selain itu, JPPI menyoroti pentingnya pendidikan yang inklusif dan adil. Mereka berharap pemerintah dapat membuat kebijakan yang lebih realistis dan berdasarkan analisis mendalam, bukan hanya untuk tujuan diplomasi.

Tantangan Pendidikan di Indonesia

Saat ini, Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan dalam sistem pendidikan. Mulai dari kurangnya infrastruktur pendidikan hingga keterbatasan sumber daya manusia. Oleh karena itu, setiap kebijakan pendidikan harus dirancang dengan mempertimbangkan kondisi nyata dan kebutuhan masyarakat.

Dengan demikian, meskipun langkah Presiden Prabowo untuk mengajarkan bahasa Portugis di sekolah-sekolah bisa dianggap sebagai inisiatif positif dalam memperkuat hubungan internasional, kritik dari JPPI tetap penting untuk dipertimbangkan. Mereka menyarankan agar pemerintah lebih fokus pada peningkatan kualitas pendidikan yang sudah ada sebelum melakukan perubahan besar-besaran.

Kesimpulan

Rencana Presiden Prabowo untuk menjadikan bahasa Portugis sebagai prioritas di sekolah-sekolah Indonesia memicu perdebatan. Meskipun dianggap sebagai langkah diplomatis, kritik dari JPPI menunjukkan bahwa kebijakan pendidikan harus didasarkan pada analisis mendalam dan kebutuhan nyata siswa. Dengan begitu, pendidikan di Indonesia dapat lebih efektif dan bermanfaat bagi seluruh rakyat.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan