Jragung Dam, Gibran: Solusi Pangan, Energi, dan Banjir

admin.aiotrade 08 Nov 2025 3 menit 17x dilihat
Jragung Dam, Gibran: Solusi Pangan, Energi, dan Banjir


aiotrade.CO.ID, SEMARANG – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka melakukan peninjauan terhadap progres pembangunan Bendungan Jragung di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (7/11/2025). Dalam kunjungan tersebut, ia menekankan pentingnya peran bendungan sebagai infrastruktur strategis yang berkontribusi pada ketahanan pangan, pengembangan energi terbarukan, serta pengendalian banjir di kawasan hilir.

Gibran menyampaikan bahwa keberadaan bendungan ini sangat vital untuk mendukung sektor-sektor utama seperti pertanian dan energi. Ia meminta agar proyek ini tetap diawasi oleh kementerian, instansi terkait, serta pemerintah daerah.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

"Ini saya mohon agar tetap dikawal dari kementerian, dari balai terkait, dari kepala daerah. Karena ini sangat penting sekali untuk ketahanan pangan, energi, dan reduksi banjir," ujar Gibran saat berada di lokasi peninjauan.

Menurut informasi yang diperoleh, progres pembangunan Bendungan Jragung telah mencapai 89 persen. Target penyelesaian proyek ini direncanakan akan selesai pada November 2026 dengan anggaran sekitar Rp3 triliun. "Hari ini kita di Bendungan Jragung, kabupaten Semarang, progresnya sudah 89 persen tahun depan sudah jadi," tambah Gibran.

Fungsi Utama Bendungan Jragung

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana, Sudarto, menjelaskan bahwa Bendungan Jragung memiliki kapasitas tampung sebesar 90 juta meter kubik air. Luas area tampungan bendungan ini mencapai 425 hektare. Salah satu manfaat utamanya adalah mendukung ketahanan pangan dengan mengairi lahan irigasi seluas 4.500 hektare.

"Jadi ada 4.025 hektare yang eksisting sudah ada, ini akan dinaikan ipnya dari 165 persen menjadi 275 persen. Selanjutnya adalah ada penambahan luas tanam kurang lebih 475 hektar, hingga nanti total kurang lebih 4.500 hektar itu untuk ketahanan pangan," jelas Sudarto.

Selain itu, bendungan ini juga dapat menyediakan air baku bagi tiga kota/kabupaten sekitar, yaitu Semarang, Demak, dan Grobogan. Kapasitas pasokan air mencapai 1.000 liter per detik. "Untuk Kota Semarang itu 400 liter per detik, Demak 350 liter per detik, Grobogan 250 liter per detik," tambahnya.

Energi Terbarukan dan Pengendalian Banjir

Dalam hal penyediaan energi, Bendungan Jragung juga mampu membangkitkan tenaga mikrohidro sebesar 1,4 megawatt (MW). Selain itu, proyek ini juga mendukung Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas hingga 90 MW.

Sudarto menambahkan bahwa bendungan ini juga berperan dalam mereduksi banjir sebesar 40 persen. Dampaknya, wilayah hilir khususnya di Kabupaten Demak akan terhindar dari banjir sekitar 3.800 hektare.

Progres dan Target Penyelesaian

Progres pembangunan Bendungan Jragung terus berjalan sesuai rencana. Dengan pencapaian 89 persen, proyek ini diharapkan rampung pada akhir 2026. Anggaran yang dialokasikan mencapai sekitar Rp3 triliun, yang digunakan untuk berbagai aspek pembangunan mulai dari konstruksi hingga sistem pengelolaan air.

Bendungan ini tidak hanya menjadi salah satu infrastruktur penting di Jawa Tengah, tetapi juga menjadi contoh nyata bagaimana proyek besar bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat, ekonomi, dan lingkungan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan