JSMR Perbarui Kepengurusan, Ini Susunan Baru Direksi dan Komisaris

admin.aiotrade 18 Des 2025 3 menit 16x dilihat
JSMR Perbarui Kepengurusan, Ini Susunan Baru Direksi dan Komisaris
JSMR Perbarui Kepengurusan, Ini Susunan Baru Direksi dan Komisaris

Perubahan Jajaran Pengurus PT Jasa Marga Tbk

PT Jasa Marga Tbk (JSMR) mengumumkan perubahan jajaran pengurus dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diadakan pada Rabu (17/12). Dalam pertemuan tersebut, para pemegang saham menyetujui beberapa perubahan penting terkait jabatan dan tanggung jawab di dalam struktur perusahaan.

Salah satu perubahan yang signifikan adalah penambahan jabatan baru, yaitu Direktur Layanan. Jabatan ini kini diisi oleh Yaya Ruhiya, mantan Direktur Utama dari Cibitung Tanjung Priok Port Tollways. Selain itu, Ari Respati ditunjuk sebagai Direktur Pengembangan Usaha, menggantikan M. Agus Setiawan. Sebelum bergabung dengan Jasa Marga, Ari Respati pernah menjabat sebagai Presiden Direktur InJourney Tourism Development Corporation (ITDC).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Di sisi lain, Seppalga Ahmad diberhentikan secara hormat sebagai Komisaris Independen Jasa Marga. Jabatannya kini digantikan oleh Tedi Kurniawan. Berikut adalah daftar susunan pengurus terbaru PT Jasa Marga Tbk:

Dewan Komisaris

  • Komisaris Utama: Juri Ardiantoro
  • Komisaris: Syamsul Bachri Yusuf
  • Komisaris Independen: Nachrowi Ramli
  • Komisaris Independen: Tedi Kurniawan
  • Komisaris Independen: Rudi Antariksawan
  • Komisaris: Asrorun Ni’am Sholeh

Direksi

  • Direktur Utama: Rivan Achmad Purwantono
  • Direktur Bisnis: Reza Febriano
  • Direktur Human Capital dan Transformasi: Yoga Tri Anggoro
  • Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Pramitha Wulanjani
  • Direktur Operasi: Fitri Wiyanti
  • Direktur Layanan: Yaya Ruhiya
  • Direktur Pengembangan Usaha: Ari Respati

Dampak Banjir Bandang di Sumatra Utara

Sebelumnya, Jasa Marga mengungkapkan bahwa dua ruas jalan tol yang dikelola oleh perseroan terdampak banjir bandang di wilayah Sumatra Utara pada 27–28 November 2025. Meski demikian, perusahaan menyatakan bahwa dampaknya tidak signifikan terhadap kinerja keuangan.

Sekretaris Perusahaan JSMR, Ari Wibowo, menjelaskan bahwa dua ruas jalan tol yang terdampak adalah: - Ruas Tol Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi (MKTT), yang dikelola oleh anak usaha Jasa Marga, PT Jasamarga Kualanamu Tol (JKT). - Ruas Tol Belawan–Medan–Tanjung Morawa (Belmera).

Pada ruas MKTT, kerusakan terjadi pada oprit jembatan di KM 41+600B arah Tebing Tinggi menuju Medan akibat tanah longsor yang dipicu hujan ekstrem di Deli Serdang. Hal ini menyebabkan area persawahan sekitar tol terendam banjir, debit sungai meningkat, dan terjadi gerusan di bagian bawah kaki jembatan.

Sementara itu, pada ruas Belmera, genangan air terjadi di beberapa titik akibat luapan banjir dari kawasan sekitar jalan tol. Titik genangan tercatat berada di KM 7+000, KM 26+000, KM 30+000 arah Belawan, serta di akses Gerbang Tol H. Anif 2 dan Gerbang Tol Tanjung Mulia.

Menurut Ari, PT JKT telah memiliki kontrak asuransi CECR untuk melindungi aset perusahaan dari kerusakan. Informasi mengenai kerusakan aset telah disampaikan kepada pihak asuransi, dan mereka akan melakukan pengecekan serta memproses administrasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Dari sisi pendapatan, ruas MKTT menyumbang sekitar 3,2% terhadap total pendapatan tol JSMR secara konsolidasi. Sementara ruas Belmera memberikan kontribusi sekitar 1,0%.

Penanganan Gangguan Operasional

Untuk menjaga keselamatan dan kelancaran lalu lintas, Jasa Marga menerapkan rekayasa lalu lintas berupa contraflow di ruas MKTT, mulai dari KM 41+800 hingga KM 39+300. Di ruas Belmera, genangan air sempat menyebabkan jalur menuju Belawan tidak dapat dilalui, sehingga pihak perusahaan menerapkan contraflow sepanjang sekitar 5 kilometer.

Kondisi di ruas Belmera telah berangsur normal. Sejumlah titik yang sebelumnya tergenang air kembali dapat dilintasi sejak 29 November 2025 setelah dilakukan penanganan sementara dan rekayasa lalu lintas.

Dari sisi keuangan dan hukum, JSMR menegaskan bahwa dampak biaya perbaikan akibat cuaca ekstrem di kedua ruas tol tersebut tidak material terhadap kinerja keuangan perseroan secara konsolidasi. Hal ini didukung oleh respons cepat tim operasional dalam menangani kondisi darurat di lapangan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan