
Ketersediaan BBM di SPBU BP-AKR Mulai Stabil
Setelah beberapa bulan mengalami kelangkaan stok bahan bakar minyak (BBM), jualan di SPBU BP-AKR kini mulai lancar. Hal ini terjadi setelah perusahaan melakukan pembelian base fuel dari Pertamina. Dalam waktu dekat, SPBU warna hijau ini akan menambah pasokan dari Pertamina sebanyak 100 ribu barel.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
PT Aneka Petroindo Raya (BP-AKR), pengelola jaringan SPBU bp di Indonesia, akan kembali menambah pasokan bahan bakar minyak (BBM) sebanyak 100.000 barel pada minggu ketiga November 2025. Tambahan kargo impor tersebut dilakukan melalui kerja sama business to business (B2B) dengan PT Pertamina Patra Niaga.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengungkapkan bahwa BP-AKR telah menyerap 100.000 barel base fuel dari Pertamina Patra Niaga dan akan kembali menambah volume serupa dalam waktu dekat. “Ya, BP nambah lagi 100 ribu [barel]. Minggu ketiga November,” ujar Laode saat ditemui di Kementerian ESDM.
Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga telah menyalurkan 100.000 barel base fuel RON 92 kepada BP-AKR sebagai bagian dari upaya pemerintah menjamin ketersediaan BBM non-subsidi bagi badan usaha swasta. Pj. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun mengatakan, penyaluran ini dilakukan setelah seluruh aspek tata kelola dan kepatuhan terpenuhi. “Untuk penyaluran pasokan yang sudah dilayani kepada PT APR sebanyak 100 ribu barel (MB) yang akan digunakan untuk SPBU-SPBU BP-AKR,” jelas Roberth dalam keterangan tertulis, Minggu (2/11/2025).
Roberth menambahkan, proses pemenuhan pasokan dilakukan melalui tahapan negosiasi volume, tender pemasok, joint surveyor, hingga mekanisme open book untuk memastikan transparansi komersial. Adapun, BP-AKR memastikan pasokan base fuel impor tersebut digunakan untuk memulihkan distribusi BBM bp 92 dengan teknologi ACTIVE di seluruh jaringan SPBU wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat. Pasokan untuk wilayah Jawa Timur akan menyusul secara bertahap.
Komitmen Perusahaan Terhadap Kualitas Produk
Presiden Direktur BP-AKR Vanda Laura mengungkapkan, kembalinya pasokan BP 92 menjadi bukti komitmen perusahaan menjaga mutu produk dan mendukung mobilitas masyarakat. “Prioritas kami jelas, BP 92 kembali tersedia dan kualitas produk yang dihadirkan konsisten terjaga. Fokus mutu ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang kami membangun layanan energi terpercaya di Indonesia,” ujar Vanda dalam keterangannya, Jumat (31/10/2025).
Lebih lanjut, BP-AKR memastikan seluruh pasokan base fuel telah melalui uji kualitas dengan pengawasan surveyor independen untuk menjamin kesesuaian dengan spesifikasi dan standar mutu pemerintah Indonesia serta bp internasional. Langkah pengadaan base fuel impor ini disebut sebagai solusi sementara untuk memastikan keberlanjutan operasional SPBU bp dan menjaga ketersediaan BBM di lapangan.
“Bagi kami, ini bukan semata soal pasokan bahan bakar, tapi juga bentuk tanggung jawab terhadap konsumen dan komitmen investasi jangka panjang BP-AKR di Indonesia,” tegas Vanda.
Pengembangan Jaringan SPBU BP-AKR
Sejak pertama kali beroperasi pada 2018, BP-AKR kini telah memiliki lebih dari 70 SPBU di wilayah Jabodetabek, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Produk yang ditawarkan meliputi BP Ultimate, BP Ultimate Diesel, BP 92, dan BP Diesel, yang dipasarkan melalui dua skema bisnis, yakni COCO (Company Owned Company Operated) dan DODO (Dealer Owned Dealer Operated).
Dengan penambahan pasokan BBM yang stabil, BP-AKR berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan memenuhi kebutuhan masyarakat akan bahan bakar minyak yang andal dan terjangkau. Keberhasilan ini juga menjadi indikator kuat bahwa strategi yang diambil oleh perusahaan dapat memberikan dampak positif terhadap pasar dan lingkungan bisnis di Indonesia.