
Jakarta – Sejumlah orang dilaporkan menjadi korban dari ledakan yang terjadi di SMAN 72 Jakarta, pada Jumat (7/11/2025). Saat ini, sebagian besar korban masih menjalani perawatan di berbagai rumah sakit.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyampaikan bahwa total korban luka akibat ledakan tersebut mencapai 54 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 33 korban masih menjalani perawatan di rumah sakit.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Dari 54 siswa, 27 berada di Rumah Sakit Islam Jakarta dan enam di Rumah Sakit Yarsi. Dari 54 tinggal 33, 21 sudah pulang dalam kondisi alhamdulillah sudah baik,” ujar Budi saat memberikan keterangan pers pada Jumat malam.
Menurut Budi, saat ini pihak kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Oleh karena itu, ia belum dapat memberikan informasi lebih rinci mengenai peristiwa ledakan yang terjadi saat sholat Jumat.
Ia menegaskan bahwa pihaknya akan mengungkap kasus tersebut pada Sabtu (8/11/2025), setelah semua proses pemeriksaan selesai dilakukan.
Budi juga meminta masyarakat tetap tenang pasca-insiden tersebut. Ia menyebutkan bahwa polisi telah melakukan berbagai upaya penanganan terkait kasus ini.
Selain itu, Polda Metro Jaya juga mempersiapkan posko pelayanan untuk mendata dan mengetahui kondisi para korban. Selain itu, pihaknya juga menyiapkan posko trauma healing bagi korban dan keluarga mereka.
“Jadi kami menghimbau kepada seluruh warga dan masyarakat, melalui rekan-rekan media doorstop malam ini. Tidak perlu khawatir, tidak perlu resah. Semua sudah dapat dikendalikan oleh Kapolda Metro Jaya,” tambah Budi.
Proses Penanganan Korban
Berikut adalah beberapa langkah yang dilakukan oleh pihak berwenang dalam menangani korban ledakan:
- Rumah Sakit Rujukan
- 27 korban dirawat di Rumah Sakit Islam Jakarta
- 6 korban dirawat di Rumah Sakit Yarsi
-
Sementara 21 korban lainnya sudah diperbolehkan pulang dengan kondisi stabil
-
Posko Pelayanan
- Dibuka untuk mendata dan mengetahui kondisi korban secara detail
-
Membantu koordinasi antara pihak rumah sakit dan keluarga korban
-
Trauma Healing
- Disiapkan khusus untuk korban dan keluarga yang terkena dampak insiden
- Dilakukan oleh tim psikolog dan tenaga medis yang terlatih
Upaya Keamanan dan Pengungkapan Kasus
Pihak kepolisian sedang fokus pada proses penyelidikan terkait ledakan tersebut. Berikut beberapa hal yang dilakukan:
- Olah TKP
- Masih dilakukan untuk memastikan sumber ledakan dan kemungkinan adanya tindakan kriminal
-
Hasil olah TKP akan menjadi dasar penyelidikan lebih lanjut
-
Penyelidikan Terbuka
- Pihak kepolisian akan mengungkapkan hasil penyelidikan setelah semua proses pemeriksaan selesai
-
Informasi akan disampaikan melalui konferensi pers atau pernyataan resmi
-
Koordinasi dengan Instansi Lain
- Melibatkan dinas kesehatan, pihak sekolah, dan lembaga lain yang terkait
- Memastikan kebutuhan korban terpenuhi secara maksimal
Peran Masyarakat dan Media
Budi Hermanto juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh informasi yang tidak jelas. Ia menekankan bahwa situasi telah dikendalikan oleh pihak berwenang.
Selain itu, pihak kepolisian juga mengajak media untuk membantu menyebarkan informasi yang akurat dan terverifikasi. Dengan begitu, masyarakat dapat mendapatkan gambaran yang jelas tanpa kekhawatiran berlebihan.